May 5, 2019

Day 11- AUTOSAVE



#Day 11

AUTOSAVE
Tujuan:
- Menumbuhkan kesadaran menabung tanpa perintah
- Memanfaatkan tabungan sesuai alokasi dana



Kegiatan:
Hari ini saya begitu sibuk packing mempersiapkan beberapa hal. Mahira lalu lalang mengikuti aktivitas yang ada. Ia juga ikut saya berbuka, mengikuti kegiatan tarawih pertamanya di tahun ini. Saat melihat koin ia refleks ingin memasukkan ke dalam kotak amal masjid dan sebagian dia masukkan dalam tabungan.

Respon Mahira:
Mahira sangat senang dengan kegiatan yaitu menabung. Kami mengarahkan kegemarannya ini untuk mengisi tabungan lainnya agar ada progress dan target yang terarah. Seperti tabungan emas dan haji. Insyaallah.




#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
 #CerdasFinansial

Lanjut Baca yuk.. >>>

May 4, 2019

Day-10 AUTO SHARING






#Day10

Hari ini Mahira melengkapi praktik tantangan game level 8 untuk hari kesembilan. Walaupun praktiknya kemarin gagal, namun hari ini ia tetap kami ajak untuk berbelanja sesuai list yang sudah di print. Kami sebetulnya sudah datang ke pusat perbelanjaan, namun karena antriannya yang sangat mengular kami putuskan untuk berbelanja di store dengan logo lebah itu.

Tujuan dari pembelajaran kemarin alhamdulillah dapat tercapai dan hari ini Mahira berlanjut menerima pembelajaran baru mengenai sharing. Sharing tidak selalu berupa bentuk uang. Saya menanamkan habit ini dengan banyak cara, baik berbagi dengan makanan, berbagi bantuan, berbagi senyum ataupun berbagi hadiah. Hampir semua kegiatan berbagi Mahira saya libatkan, namun seperti pada pembahasan hari kemarin harus ada prinsip pengulangan dalam proses pembelajaran.

Hari ini kami menunaikan sholat ashar di Masjid, saat tiba di Masjid Mahira nampak mencari=cari sesuatu.

"Kotak Masjidnya mana, Ibuk?" tanyanya penasaran.

"Itu banyak, ada di sana, di sana juga ada. Mahira mau infak?"

"Iya, Mahira mau infak." Jawabnya dengan mata berbinar

Selepas saya memberi uang, iapun menghabur menuju kotak amal yang letaknya agak jauh dari tempat saya masuk. Membuat beberapa pasang mata melihat aksi Mahira. Dalam hati saya terus mengucap Masyaallah, melihat responnya yang autosharing tersebut.



Selepas sholat kami duduk diteras Masjid, sekadar melepas lelah setelah berburu beberapa barang keperluan milik adik saya. Mahirapun berbagi makanan dengan tantenya, ia selalu menawarkan bahkan sedikit memaksa saya atau ayahnya untuk menerima pemberiannya tersebut. Susahnya pas kami lagi puasa, dia belum tahu dan kadang bad mood. Perlahan kami akan coba memberi tahunya apalagi sudah dekat waktu puasa. Jika autosharingnya tersebut mengenai makanan, kami punya PR khusus untuk memberi pemahaman ini.

"Mahira, Ibu boleh foto Mahira dekat jam besar di sana?" saya meminta izinnya.

"Boleh kok." Jawabnya sambil berjalan menuju jam besar yang saya maksud.

"Ibu bagi....."

Belum selesai permintaan saya, ia sudah membagi senyumnya untuk saya. Masyaallah.
Kemudian dengan pose senyum tulusnya itu, saya langsung menjepretnya berulang, mumpung dia masih mode. Karena beberapa menit sebelum minta izin, saya sangat kesulitan mengambil gambarnya. Ia berlari ke sana kemari. Masyaallah.

Setelah selesai dari Masjid, kami berbelanja kebutuhan Mahira yang habis. Kemudian menuju alun-alun. Ada spot yang ingin tante kunjungi untuk sekadar mengambil foto bersama ponakannya itu. Katanya cahaya senja sangat mendukung. Pencahayaan yang begitu bagus.

Saat kami tengah berfoto, ada seorang dengan cacat kaki berjalan menggunakan tangannya sambil ngesot mendekat ke arah Mahira dan saya. Ayah menyiapkan uang di tangannya, dengan sigap Mahira meraih uang tersebut dan memberikannya kepada orang tersebut.

."Ibuk, Hiya aja. Hiya aja!" Ucapnya.

"Iya sayang, ambil saja dan berikan." Jawab saya

Setelah itu iapun sangat senang dapat memberikan sedekah kepada orang tersebut. Masyaallah...

AUTOSHARING
Tujuan:
-Kesadaran berbagi tanpa perintah
-Berbagi tidak selalu harus bentuk uang

Kegiatan:
Kegiatan natural saja dan melihat respon dari Mahira terhadap praktik dari sharing.

Respon Mahira:
Alhamdulillah, dalam beberapa keadaan ia selalu sigap dalam memahami praktik berbagi. Perlahan semoga Autosharing tersebut hidup dan kelak ia memiliki habit menabung khusus untuk sharing. Entah dalam bentuk uang ataupun barang.

Pesan untuk Mahira:
Mahira sayang. terimakasih sudah kooperatif sekali hari ini seperti hari-hari sebelumnya. Tetaplah menjadi anak Ibu dan Ayah yang gemar berbagi. Kelak Ibu dan Ayah berharap Mahira mampu mengalokasikan sebagian dana tabungan untuk berbagi kepada saudara yang membutuhkan. Insyaallah selalu berkah hidupmu. Ibu dan Ayah sayang Mahira karena Allah.




#KuliahBunsayIIP
#Tantangan10Hari
 #Level8 #RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari #CerdasFinansial
Lanjut Baca yuk.. >>>

May 3, 2019

Day 09- SPEND (Berbelanja kebutuhan jelang Ramadan)








#Day 09

Alhamdulillah sudah memasuki hari kesembilan dalam tantangan game level 8 ini. Hari ini agenda saya adalah membahas mengenai SPEND itu sendiri kepada Mahira. Spend di sini adalah membelanjakan uang sesuai dengan kebutuhan. Qadarullah ada beberapa kebutuhan di rumah dan kebutuhan Mahira yang sudah habis dan kami berencana membelinya sebagai belanja kebutuhan jelang Ramadan.

Saat saya membuat print list kebutuhan yang akan dibeli Mahira pagi harinya, ia begitu sangat senang. Saya menyampaikan jika kami akan berbelanja saat Ayah sudah tiba di rumah sepulang dari kantor. Namun Qadarullah ada pekerjaan tambahan yang membuat Ayah harus pulang hingga malam hari.

Sempat terpikir jika saya akan mengajak Mahira pergi berbelanja ke salah satu store terdekat dari rumah. Tapi Ayahnya ingin sekali terlibat setiap aktivitas Mahira, sehingga saya membatalkannya. Insyaallah kegiatan ini akan diganti hari sabtu besok karena Ayah libur kerja.

Sementara itu di rumah, saya kembali melakukan prinsip pengulangan dalam pembelajaran.Menurut teori daya, belajar adalah melatih berbagai kemampuan yang dimiliki manusia antara lain mengamati, menanggapi, mengingat, menghayal, merasakan dan berpikir. Dengan melakukan latihan-latihan yang bersifat mengulang, berbagai kemampuan yang dimiliki manusia tersebut akan berkembang.

Pembentukan pengalaman karena latihan akan memperbesar peluang timbulnya 
respon yang benar (Thorndike)

Mahira kembali mengisi tabungan warna-warninya dengan uang koin dan Mahira kembali belajar mengenal uang koin seribu dan lima ratusan.  Dalam percakapan saya kembali sampaikan ke Mahira, tabungan spend untuk apa, save untuk apa dan sharing untuk apa. Semoga dengan pengulangan ini membuat ia semakin memahami proses belajar finansial.

SPEND
(Berbelanja sesuai kebutuhan)

Tujuan:
- Membiasakan membuat list saat berbelanja
- Membeli sesuai kebutuhan yang prioritas




Kegiatan
Mahira berbelanja kebutuhan sehari-harinya yang sudah habis dengan bantuan list bergambar dari Ibu. Namun sayangnya hari ini cancel karena Ayah ada pekerjaan tambahan sehingga pulang terlambat. Saya mengganti kegiatan hari ini dengan pengulangan materi sebelumnya. Setiap pembelajaran dalam game level 8, selalu saya repeat sebagai bahan evaluasi. evaluasi terutama ke diri saya "Apakah yang saya sampaikan dapat dipahami oleh anak?"

Respon Mahira:
Dalam proses pengulangan Mahira tetap happy melakukan aktivitasnya bersama saya, responnya benar dan berarti menunjukkan ia dapat memahami apa yang saya sampaikan.




#KuliahBunsayIIP
#Tantang10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari

#CerdasFinansial




Lanjut Baca yuk.. >>>

May 2, 2019

Day 08- What Do You Need? (Mengenalkan Kebutuhan pada anak)



#HARDIKNAS
#Day 08

Ing Ngarso Sung Tuladha. Ing Madya Mangun Karsa. Tut Wuri Handayani 
(Di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberikan dorongan)


Tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, mengawali  report tantangan game ke 8 kelas Bunsay yang bertepatan dengan Hardiknas, saya teringat kutipan populer di atas yang memiliki makna luar biasa bagi saya. Sebagai home educator Mahira saya punya peran yang sangat penting bagi pendidikannya, utamanya adalah sebagai tauladan, membangun semangat dan memberikan dorongan. Persis seperti kutipan milik Ki Hajar Dewantara tersebut. 

Dari kutipan tersebut saya memaknai lebih dalam lagi, hingga saya berpikir apakah esensi dari peringatan Hari Pendidikan Nasional tersebut? Saya tidak ingin mengkritisi bagaimana sistem pendidikan yang sudah berlangsung, walaupun sempat menjadi kelinci percobaan kurikulum KBK. Namun pada era sekarang setiap orangtua memegang kewajiban dalam proses pendidikan paling dasar di dalam rumah. Bahkan seorang Ibu sudah menjadi madrasah pertama bagi anaknya sejak dalam kandungan. 

Sebelum Mahira mendapat pendidikan dari luar, saya pribadi berfokus pada kualitas value yang saya sampaikan kepada Mahira.  Saya yakin di era sekarang, setiap orangtua sudah sangat cerdas menentukan value apa yang cocok dan apa yang akan disampaikan ke anaknya. Menjadikan rumah yang ramah sebagai sekolah bagi anak. Para orangtua dalam keluarga berfungsi membentuk individu yang memiliki karakter dan sifat yang ideal agar mereka siap hidup dalam masyarakat.

Saat berbicara pendidikan tidak bisa hanya sekedar menyalurkan ilmu pengetahuan tetapi juga pembentukan kepribadian dan juga karakter. Dan tanggung jawab utama ini dilakukan oleh orangtua di dalam rumah, seiring dengan tanggung jawab yang sinergi dilakukan oleh masyarakat dan juga pemerintah. Di rumah, setiap orangtua mendidik anaknya dengan value yang baik, masyarakatnya menjadikan lingkungan kondusif untuk anak menerima pendidikan lebih lanjut dan pemerintah memfasilitasi pendidikan tersebut hingga ketiganya begitu sinergi. Jika ketiganya memang bisa bersinergi dengan baik, insyaallah Indonesia memiliki generasi-generasi luar biasa. 


Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah. Pendidikan tak berhenti di bangunan sekolah saja, tapi juga di rumah, di jalan, dan di mana-mana.



Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional, saya ingin berusaha memberikan pendidikan yang terbaik untuk Mahira dan menjadikan rumah ramah sebagai tempat Mahira bersekolah untuk saat ini.
Semangat itu saya aplikasikan salah satunya melalui materi dari kelas Bunsay, memasuki hari kedelapan Mahira saya kenalkan kepada "Kebutuhan". Terlepas dari teori kebutuhan primer, sekunder dan tersier serta pembagiannya menurut sifat, waktu ataupun subjek saya mengenalkannya dengan sangat sederhana. Melalui sebuah cara yang saya pikirkan dengan baik, agar mudah di pahami Mahira.

What do you need?

Tujuan: 
-Mengenalkan kebutuhan kepada anak melalui lembar kerja sederhana
-Setiap barang memiliki harga
-Belajar Nominal

Kegiatan:
Saya membuat lembar kerja sederhana dengan menggunakan bahan-bahan bekas yang ada di dalam rumah. Diantaranya karton bekas oleh-oleh dan  kertas warna bekas. Bahan lain yang digunakan adalah saya mencari apa saja yang Mahira butuhkan sebagai prioritas terdekat kemudian saya print dan saya tempel pada karton dengan ukuran yang sesuai. Setelah itu saya pasang pada kertas warna bekas sebagai lembar kerja. Di bawahnya saya  letakkan kisaran harga kebutuhan tersebut dan berbincang santai dengan Mahira agar ia memahami maksud saya.

Saya juga menunjukan katalog dari barang-barang yang menjadi kebutuhan rumah tangga. Ada pengelompokan barang di sana yang sudah rapi dan memudahkan kita mengenalkannya pada anak. Hanya saja kebetulan yang Mahira butuhkan tidak ada di sana. Sehingga saya harus print gambar dari internet.

Selepas perbincangan mengenai kebutuhan, iapun mengikuti saya untuk meletakkan uang sesuai kisaran harga yang saya sudah letakkan dibawah gambar kebutuhan. 
Kamipun kembali belajar nominal sebagai pengayaan general. 

"Ini kebutuhan Mahira yang nanti akan di beli."
"Mahira bisa sebutkan?"

Iapun menyebutkannya dengan jelas dan memahami, jika kebutuhan adalah barang yang katanya harus di beli dulu dan nanti di bayar pakai uang.

Baiklah, masyaallah...

Respon Mahira:
Ia dapat menyelesaikan setengah dari yang saya contohkan, untuk ukuran usianya itu sudah luar biasa. Masyaallah. Ia begitu happy sekali sekalipun tidak terlalu fokus karena tergoda nasi goreng yang di makan Ibunya. Haha... 
Alhamdulillah saya tetap bersyukur, proses belajar masih berlangsung dengan baik.




#KuliahBunsayIIP
#Tantang10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial


Lanjut Baca yuk.. >>>

May 1, 2019

Day 07-Mengenal Nominal Uang Kertas (Cash Drawer)




'Happy Labor Day 2019! Hopefully Indonesian workers will be more productive, innovative, competitive to live more prosperously.'

#May Day
#Day 07

Alhamdulillah memasuki hari ketujuh, saya masih bersemangat untuk membersamai Mahira dalam menuntaskan tantangan game level 8 ini. Dengan semangat yang tak ingin kalah dari para buruh Pabrik Candi Mekar di desa kami tinggal, mereka dengan stelan seragam biru sudah berjejer menunggu jemputan bis karyawan di malam hari. Menjadi pemandangan yang syahdu,  ketika istri salah satu karyawan mengantar hingga pertigaan jalan raya, kondisinya tengah hamil dan mereka harus berpisah tidur karena sang suami harus bekerja. 

Hal itu menjadi stimulan jitu bagi saya ketika server saya lagi down. Ketika saya mulai low batt. Formula jitu ini saya jadikan semangat juga untuk menyelesaikan tantangan-tangan baru yang saya hadapi saat membersamai Mahira.

Keikhlasan mereka mengganti jam tidur, terjaga dalam malam, demi menafkahi keluarga pada shift malam. Masyaallah, semoga setiap langkah kebaikan kita selalu diniatkan ibadah sehingga bernilai ibadah. Apapun pekerjaannya, ayo raih kemuliaan bersama! Semangat para bunda sayang di seluruh Indonesia. 

Mengenalkan Nominal Uang Kertas 
(Melalui permainan Cash Drawer)

Tujuan: 
- Mengenalkan Nominal Uang Kertas Seratus ribu, lima ribu dan dua ribu rupiah.
- Pengelompokan berdasarkan nominal

Kegiatan:
Saat kami berbelanja baju Mahira di sebuah store, mesin kasirnya mengalami hang sehingga mereka harus melakukan perhitungan by manual atau offline. Cukup lama di store tersebut membuat saya terinspirasi dari Cash Drawer yang di miliki kasir. Saya memanfaatkan laci susun plastik yang ada di rumah untuk mengenalkan nominal uang kertas. 

Caranya cukup mudah, saya meletakkan beberapa nominal uang pada laci tertentu dan memberi Mahira stok uang yang sama, secara bertahap saya memberi nominal uang ke Mahira dengan acak, sambil menyebutkannya berulang dan ia harus meletakkannya di laci yang sesuai dengan nominal yang saya maksud.



Respon Mahira:
Ia sangat antusias, sekalipun agendanya hari ini sangat padat, jam 10-17 pergi silaturahmi, berbelanja, quality time dengan Mbah dan Onty, dilanjut ke Masjid Agung untuk sholat magrib dan di susul ke RSUD mengantar saya dan Eyangnya menjenguk kerabat yang melahirkan, selesai agenda ia masih bersemangat untuk belajar bersama dan ajakan bermain lainnya. Masyaallah tabarakallah...
Ia dapat menyelesaikannya dengan baik. Pada akhir sesi, ia meminta tisue basah dan menggunakannya untuk lap tangan, namun setelahnya ia meminta untuk membersihkan diri lagi di kamar mandi. Well done Mahira!!

Spesial Doa di hari ketujuh:
Anak ibu yang super aktif, Ibu sayang sekali dengan Mahira karena hari ini seeperti biasa selalu kooperatif dan mencintai kegiatan belajar dan bermain bersama Ibu dan Ayah. Tumbuhlah sehat, smart dan soliha ya nak, semoga Mahira kelak cerdas dalam mengelola finansial. Aaamiin...


#KuliahBunsayIIP
#Tantang10Hari
#Level8
#RejekiItuPastiKemuliaanHarusDicari
#CerdasFinansial


Lanjut Baca yuk.. >>>