May 8, 2020

Bunda Cekatan Kelas Kupu-kupu Minggu 1

Alhamdulillah...

Sebelumnya saya ucapkan Happy Ramadhan untuk semua Bunda Cekatan. Alhamdulillah bertepatan dengan bulan ramadhan kelas kupu-kupu di mulai, saya sejujurnya kurang antusias mengingat fokus utama sama adalah Family Proyek di rumah terkait ibadah puasa dan juga aktivitas di Teras Baca Mahira.
Namun saya ingin selesaikan step ini dengan baik, sebagi proses pembelajaran yang tetap saja saya banyak untungnya.
Belajar konsistensi utamanya. Alhamdulillah...

Pada pekan pertama kelas kupu-kupu, kami semua diajak dalam program mentoring. Menjadi mentor dan juga mentee. Namun sayang sekali karena waktu begitu mepet, saya belum mendapatkan mentee. Tapi tidak apa-apa. Saya sudah mendapatkan mentor dan menjadi mentee di kelas tahfidz yang dimentori oleh Mbak Asri.

Antusias saya mengambil tahfidz adalah karena saya sedang hafalan dan qadarullah masa pandemi ini membuat saya libur ngaji. Jadi untuk tetap memfasilitasi diri belajar tahsin dan juga tahfidz saya mengambil mentoring ini. Melengkapi daftar cheklist yang ada di mind map saya ingin bisa mendapat ilmu dari guru lain untuk mendukung proaes belajar saya.

Awalnya saya chat di profile beliau. Saya juga segera menginstall messenger. Perlu ada effort dalam hal ini. Dampaknya mmng cukup banyak. Saya belajar eksplore tools FB. MasyaAllah.. kemudian jumpa teman2 lama di chat. Alhamdulillah... Saat mendapat balasan sadi mentor saya bersyukur sekali. Kemudian saya dimasukkan dalam grup tahfidz. Grup tidak riuh bahkan terkesan hening. Tapi saya merasakan suhu dari mentor yang hangat dan bersemangat. Tidak imbangnya semangat ini saya abaikan, saya akan fokus ke tujuan.

Saya mengisi gform dari mentor. MasyaAllah... begitu detail mentor membuat observasi awal. Bahkan saya mengirimkan contoh bacaan saya ke WA beliau. Sebagai penilaian awal. Saya sangat antusias. Semoga berkah untuk semua hubungan aktivitas belajar ini.


Selamaaaaat berproses dan berprogres menjadi kupu-kupu. Happy Ramadhan! HAPPY BUNDA CEKATAN!
Lanjut Baca yuk.. >>>

April 24, 2020

Bunda Cekatan Kelas Kepompong Minggu 4

Alhamdulillah...
Akhirnya sudah mencapai bagian akhir dalam puasa di kelas kepompong. Puasa saya masih sama, mengingat banyak sekali berseliweran tawaran buku-buku kualitas ke saya.

Mulai dari buku anak dan juga buku lainnya. Awalnya pada pekan ketiga saya sudah lumayan berhasil namun pada pekan keempat ini ada saja hari yang membuat saya tidak bisa menahan diri. Alasan utamanya buku tersebut penerbitnya memang sedang vakum sementara dan qadarullah ada stok di agen yang tersisa sehingga saat ditawarkan saya menganggap ini kesempatan langka.
Yang kedua terkait buku dengab harga bundling. Jika harus beli satuan harganya tentu berbeda, pikir saya akan lebih hemat dengaan penawaran bundling.

So pada pekan keempat ini saya tidak bisa menolak membeli buku karena dua penawaran di atas. Namun progress baiknya adalah, saya lebih memilah-milah buku mana yang menjadi prioritas untuk saya beli. Alhamdulillah semoga tetap menjadi berkah untuk semua.



Lanjut Baca yuk.. >>>

April 17, 2020

Bunda Cekatan Kelas Kepompong Minggu 3

Bismillahi...

Ahamdulillah memasuki pekan ketiga, saya masih melanjutkan untuk puasa membeli buku. Rupanya pekan lalu saya belum berhasil total menahan diri dari aktivitas membeli. Mengingat buku-buku bagus terus saja bermunculan.

Dari beberapa tips yang saya sediakan sendiri, saya mencobanya satu-persatu.
1.Menahan diri sebaik mungkin untuk menskip dan menerima informasi yang berkaitan dengan promo buku-buku.
>>> Minggu ini saya bisa melakukannya lebih baik, tentunya tidak menggunakan media sosial dengan akun yang aktif jualanan. 
2. Mengalihkan diri untuk membuat konten terkait buku-buku yang sudah kita baca. Jadi ada kesibukan baru seputar buku.
>>> Hal ini menjadi kesibukan tersendiri yang ternyata cukup mengasyikkan. Membuat review dan sharing mengenai suatu buku melalui WAStory
3. Mencari link untuk membaca e-book gratis
>>> Alhamdulilllah menemukan beberapa link ebook gratis menyenangkan. Hanya saja oerlu waktu untuk eksplore lebih dalam dan terlalu banyak terpapar gadget.
4. Meminjam buku di Perpustakaan Daerah
>>> Kehadiran perpustakaan keliling saya manfaatkan dengan maksimal. Buku-buku tersebut bisa dipinjamkan kolektif ke TBM sehingga bisa menjadi santapan yang lezat untuk saya dan juga suami.
Saya Pinjam buku paduan menjadi MC yang seru, qadarullah ilmunya sangat saya perlukan saat mengisi kelas menulis anak di Perpusda Pekalongan. Begitupula buku2 lain yang bermanfaat.
5. Membuat list perencanaan sehingga pembelian berdasarkan urutan dan budgeting.
>>> Harus punya list buku-buku apa saja yang harus dibeli dan dibuat urutan membeli sesuai budget tiap bulannya..
6. Meminta support ke suami untuk membantu mengingatkan
>>> Kita perlu pengingat, jika tugas itu tidak bisa kita lakukan secara maksimal. Maka kita minta bantuan pasangan. 
7. Mengikuti GA yang diadakan oleh akun yang aktif membagikan buku-buku gratis.
>>> Alhamdulillah 3 kali berturut dapat buku gratis dari Rayya Creativa, kemudian kado dari BIP dg total nilai buku 8 jutaan. Kemudian dapat GA lagi yang diadakan oleh salah satu aku di IG. MasyaAllah... seperti jackpot. Bahkan dari real masjid dan juga beberapa teman yang ingin menyumbang ke Teras Baca Mahira. Sehingga kebutuhan akan membeli buku terpenuhi melalui tips2 seperti ini.

Ke depannya harus lebih variatif lg. Menyediakan subtisusi untuk mendukung puasa belanja buku. 
Lanjut Baca yuk.. >>>

Bunda Cekatan Kelas Kepompong Minggu 2


Bismillahi…
Alhamdulillah sudah memasuki pekan kedua puasa dan saat break puasa saya harus merasakan sakit mata bagian kanan hingga bengkak cukup lama. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan bisa menyetorkan jurnal pekan kedua ini.

Pada pekan kedua ini saya berpuasa untuk menahan diri untuk tidak belanja buku. Haha.. Rasanya lucu sekali memang tapi ini bagian dari manajemen keuangan. Saya sering kali membeli buku, buku-buku tersebut semacam candu tersendiri buat saya untuk memilikinya, penasaran akan konten yang disampaikan. Seperti halnya saat Ustad Budi Azhari Menulis bukunya yang berjudul Sentuhan Parenting, atau Ustad Zaidul Akbar yang Menulis bukunya Jurus Sehat Rasulullah. Belum ditambah lagi beberapa penerbit buku anak berkonten islami seperti Rayya Creativa yang mengeluarkan buku terbaru yaitu Aku Cinta Nabi 3, sehingga dalam pekan ini, saya hampir terus membeli buku. Jika Januari pengeluaran membeli buku mendekati satu juta, pada Februari pengeluaran buku mendekati angka tiga juta. Sehingga hal ini menjadi perhatian khusus bagi saya yang belum pandai memanajemen keuangan dengan baik untuk prioritas.

Sebenarnya budgeting dalam membeli buku sudah ada, tapi itu sangat tidak efektif. Sehingga saya perlu bantuan suami untuk melakukan reframing kemudian prioritas pembelian dan yang terakhir saya mengunakan tantangan puasa kali ini untuk puasa belanja buku. Awalnya sulit sekali, saya selalu menemukan info menarik  yang suami saya tahu, pasti saya ingin membelinya. Bertahan untuk seminggu rasanya masih belum bisa, pekan ketiga masih saya lanjutkan dengan puasa yang sama.
Saya mengalihkan untuk mencari info mengenai buku gratis yang bisa saya peroleh dari website maupun aplikasi serta mengikuti give a way yang ada di media social.

Keseruan puasa membeli buku pada pekan kedua ala Akmala:
1. Menahan diri sebaik mungkin untuk menskip dan menerima informasi yang berkaitan dengan promo buku-buku.
2. Mengalihkan diri untuk membuat konten terkait buku-buku yang sudah kita baca. Jadi ada kesibukan baru seputar buku.
3. Mencari link untuk membaca e-book gratis
4. Meminjam buku di Perpustakaan Daerah
5. Membuat list perencanaan sehingga pembelian berdasarkan urutan dan budgeting.
6. Meminta support ke suami untuk membantu mengingatkan
7. Mengikuti GA yang diadakan oleh akun yang aktif membagikan buku-buku gratis.

Hal ini cukup efektif namun masih perlu pembiasaan yang hingga saya merasa nyaman jikatidak harus belanja buku.

Lanjut Baca yuk.. >>>

March 29, 2020

Bunda Cekatan Kelas Kepompong Minggu 1


Bismillahi…

Halo Bunda Cekatan dimanapun berada yang sedang membaca tulisan ini, semoga Allah senantiasa merahmati Bunda semua dalam kesehatan dan juga kebaikan-kebaikan dari sisiNya.

Saya senang sekali dan bersyukur masih dapat melanjutkan perjalanan menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Dalam tahap kelas kepompong ini, saatnya saya berpuasa dari menelan ilmu di luar mindmap. Tahap kepompong ini merupakan tahap puasa atau kita lebih fokus terhadap amal atau aplikasi dari ilmu yang kita dapat. Tentunya ilmu tersebut sesuai dalam makanan yang ada di mind map kita.

Fokus saya saat ini adalah manajemen gawai. Berpuasa dari melihat konten yang tidak manfaat, membuat update status yang lebih bagus lagi dari sebelumnya jadi perlu adanya pause dan prepare lebih baik lagi. Saya fokus membuat konten di IG anak saya @halomyhira dan mengemasnya dengan baik agar dapat menjadi inspirasi kegiatan di rumah bersama parents.

Menggunakan smartphone dengan bijak adalah hal yang penting sebab, kita akan tergerus waktu jika menggunakannya tanpa pembatasan. Ada berita yang kita butuhkan, ada juga berita yang tidak kita butuhkan. Adanya aplikasi yang kita butuhkan dan tidak jadi semua harus dipilah.

Ada informasi yang begitu banyak masuk dan membuat akal sehat mencuat di tengah peningkatan jumlah pasien positif Covid-19, sehingga salah satu caranya adalah berpuasa dari informasi yang membuat kita justru terkungkung dalam negative vibes. So waspada dan ikhtiar tetap dilakukan namun kita tetap harus melakukan aktivitas positif dari rumah dan membuat kita lebih bijaksana dalam menggunakan smartphone.

Berikut tips yang saya dapat untuk bijak dalam menggunakan smartphone:
1. Gunakan aplikasi yang menunjang aktivitasmu
Dalam layanan playstore pada smartphone, terdapat banyak sekali aplikasi menarik yang ditawarkan. Mulai dari aplikasi media sosial, fotografi, hingga aplikasi penunjang performa smartphone. Dari banyaknya aplikasi yang ditawarkan, kita harus pandai memilih mana saja yang sebenarnya kita butuhkan. Ini bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan dari smartphone tersebut.

2. Hapus aplikasi yang tidak terlalu penting
Banyaknya aplikasi menarik yang ditawarkan, terkadang membuat pengguna smartphone asal mengunduh aplikasi. Padahal, terlalu banyak aplikasi dapat mengakibatkan performa smartphone menjadi lelet. So, hapuslah aplikasi yang tidak terlalu penting.

3. Gunakan ketika kamu membutuhkan
Banyak sekali orang yang menggunakan smartphone-nya ketika berkendara. Ini sangat tidak aman bagi keselamatan pengguna kendaraan di jalan. Selain itu, ketika berkumpul bersama kawan ada-ada saja yang masih terfokus pada smartphone-nya. Sebagai pengguna smartphone yang smart, seharusnya kamu tahu kapan harus menggunakan alat itu dan kapan harus meninggalkannya sejenak untuk sesuatu yang lebih penting.

4. Manfaaatkan pada waktu senggang
Ketika menunggu kereta datang dan kamu tidak membawa buku bacaan apa pun, kamu bisa memanfaatkan smartphone-mu untuk browsing informasi-informasi menarik lewat aplikasi browser. Daripada hanya untuk update sesuatu yang tidak penting di media sosial, lebih baik gunakan smartphone-mu untuk update berita terbaru sehingga wawasanmu bertambah.

5. Gunakan untuk berbagi
Berbagi bisa sangat mudah ketika kamu notice terhadap hal-hal kecil di sekitarmu. Ketika menemukan informasi menarik, kamu bisa membagikannya dengan kawan-kawanmu melalui aplikasi media sosial di smartphone-mu. Jadi, selain menjadi pengguna smartphone yang bijak, kamu juga bisa menjadi pengguna media sosial yang bijak.

6. Tinggalkan smartphone sebelum tidur
Salah satu sebab mengapa manusia sulit tidur adalah smartphone. Dengan adanya smartphone, manusia cenderung ingin selalu mengecek apa yang ada di sana. Padahal, waktu sebelum tidur itu seharusnya dimanfaatkan untuk membuat tubuh dan pikiran rileks, tanpa gangguan apapun. Selain itu, agar kualitas tidur tetap terjaga, terapkan mode silent pada smartphone-mu sebelum tidur sehingga tidak terganggu oleh suara notifikasi dari smartphone tersebut.

7.  Ingatlah bahwa smartphone itu hanya alat
Kehadiran teknologi dalam kehidupan manusia sesungguhnya adalah untuk memudahkan aktivitas manusia. Bukan malah mengubah pola hidup manusia menjadi kurang produktif dan hanya terfokus pada hal-hal yang kurang bermanfaat. Tidak jarang orang menggunakan smartphone-nya secara berlebihan dan seolah tidak mau terlepas darinya. Gunakanlah smartphone-mu sebagaimana fungsinya sebagai alat untuk memudahkan aktivitasmu.





Lanjut Baca yuk.. >>>