Showing posts with label 15 hari Bunda Berkisah. Show all posts
Showing posts with label 15 hari Bunda Berkisah. Show all posts

October 9, 2018

Sekantong Kisah untuk Si Penyejuk Hati




Sekantong Kisah untuk Si Penyejuk Hati

Hari ini Ibu sudah berhasil melakukan challenge yaitu 15 Hari Bunda Berkisah, MasyaAllah… Tidak terasa 15 hari sudah ya Mahira, bagi Ibu ini hal yang sulit karena Ibu biasanya berkisah apapun yang Ibu mau namun kali ini  Ibu harus berkisah sesuai tema yang ditetapkan, Ibu juga harus share link baik di Gform maupun di GC. Ada proses belajar dimana Ibu harus memanajemen waktu, berkisah kepadamu dan menuliskannya kembali dalam sebuah blog yang Ibu buat untuk portopolio singkat bondingtime kita. MasyaAllah…

Semoga kelak saat kita sama-sama diberi umur yang panjang, kita berdua dapat membaca bersama dapur kata yang Ibu tulis untuk memoir kita. Ayah adalah orang yang setia membaca tulisan Ibu, Ibu berharap Mahira juga setia mendengar Ibu berkisah dan membaca tulisan-tulisan Ibu.

Tumbuhlah sehat sayang jadilah pendengar yang baik, jadilah pendengar yang mau memahami tiap uraian kata yang kau dengar dari Ibu dan Ayah. Ibu siap dengan banyak kantong kisah untuk penyejuk hati Ibu, yaitu kamu. Mahiraku…

Kelak Mahira berkisah juga ya..
Berkisah mengenai hal yang kau sebut bahagia
Berkisah mengenai hal yang kau sebut luka
Kelak jadikan Ibu tempat pertama kau berkisah
Kita bertukar keluh kesah
Kita penggal bersama suasana resah
Berkisah mengenai hal-hal luar biasa yang belum Ibu tahu
Berkisahlah tanpa ragu!
Sebelum kau mampu itu, izinkan Ibu berkisah terus untukmu.


“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”
(QS. Yusuf: 111)





#Day15
#Final
#BundaBerkisah
#Pejuang Literasi



Lanjut Baca yuk.. >>>

October 8, 2018

Wortel untuk kesehatan mata




#Ibu Mahira berkisah mengenai: Mata
# Hari 14

Pernah Ibu mengalami sakit mata nak, rasanya sakit sekali. Dulu sakit mata menjadi momok luar biasa. bahkan menjadi sakit menular. Ibu belum tahu penjelasan ilmiahnya bagaimana. Tapi jika ada teman Ibu yang sakit mata, besok harinya ada saja yang sakit mata lagi dan terus bertambah setiap harinya hingga semua merasakan sakit mata. MasyaAllah….

Matanya merah, untuk berkedip terasa perih. Terus mengeluarkan air mata dan kotoran di sudut mata. MasyaAllah… Uti dulu membantu Ibu dengan mencuci mata menggunakan air rebusan daun sirih. Kebetulan Eyang Kakung juga menanamnya untuk beberapa kepentingan obat alami. Alhamdulillah…

Rasanya saat mengingat sakit mata tidak enak nak dan Ibu berusaha menjaga kesehatan mata dengan makan sayur-sayuran, minum vitamin dan juga rajin mengkonsumsi buah.

“Mahira suka wortel?” Tanya saya

“utaaaa bu.” Jawabnya dengan wajah yang menggemaskan. MasyaAlllah..

“Nah.. wortel itu juga bagus untuk kesehatan mata. Mahira mau makan wortel hari ini?”

“Mauk..mauk..” jawabnya dengan antusias.

Ibu juga mau, kemudian kami makan wortel dari sayur sop yang memang sengaja saya potong dengan ukuran besar agar dapat Mahira pegang. Mahira harus menjaga kesehatan mata ya? Dengan rajin makan wortel dan buah lainnya.




#Day14
#BundaBerkisah
#Pejuang Literasi





Lanjut Baca yuk.. >>>

October 6, 2018

Memanfaatkan cahaya dari wall lamp







#Ibu Mahira berkisah mengenai: Cahaya
# Hari 13

Mahira… jadi waktu itu Ibu dapat hadiah dari teman Ibu. Sebuah buku antologi. Teman Ibu ini juga salah satu kontributornya. MasyaAllah…

Kemudian Ibu berinisiatif untuk mengambil foto buku tersebut. Ibu memilih latar yang sesuai, mencari latar malam hari dengan cahaya yang mendukung. Akhirnya Ibu menemukan tempat yang cocok, yaitu kolam ikan dekat taman kantor Ayah. Disana ada dinding dengan space hanya 1 cm, kemudian ada wall lamp yang menyorot ke bagian atas. Latar itu kemudian Ibu manfaatkan untuk mengambil gambar buku.

Jadi saat kita menemani Ayah lembur kala itu,, Ibu sekalian menggunakan kesempatan ini untuk mengambil foto. Cukup susah memang menemukan latar yang senada dengan covernya dan menurut Ibu pencahayaan pada wall lamp itu cantic apalagi di outdoor.

Ada perasaan takut jika buku tersebut jatuh saat Ibu memfotonya. Karena bukunya belum Ibu baca, tentu Ibu sangat berhati-hati dan terus berdoa. Pekerjaan mengambil foto ternyata susah-susah gampang nak.. kita harus pandai menemukan latar yang pas, angel yang pas, cahaya yang sesuai dan teknik pengambilan gambar yang cocok.

Lihat Mahira… buku ini ada gambar lenteranya yang memancarkan cahaya, cahaya membuat keadaan gelap menjadi terang dan tampak lebih jelas. Semakin banyak cahaya yang ada, semakin terang keadaan sekitar. Namun terlalu banyak cahaya membuat kita juga silau. Mata berakomodasi ekstra saat kekurangan cahaya, sehingga Mahira saat beraktivitas harus cukup cahaya.

Saat tidur Ibu sering mematikan lampu, keadaan ruangan tanpa cahaya, tidak kelihatan apa namanya Mahira?
Kemudian saya mematikan lampu.

“Geyaaapppp buk. Geyap.” Ucap Mahira

“Nah..kalau sekarang ada cahaya lampu lagi jadi teraang.” Timpal saya.

“Yang..” Mahira mengikuti saya.

“Sekarang Mahira pejamkan mata ya? Ibu akan mematikan lampu dan kita segera bersiap tidur.”

Note: Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang kasat mata dengan panjang gelombang sekitar 380–750 nm. Pada bidang fisika, cahaya adalah radiasi elektromagnetik, baik dengan panjang gelombang kasat mata maupun yang tidak. Selain itu, cahaya adalah paket partikel yang disebut foton. (Wikipedia)




#Day13
#BundaBerkisah
#Pejuang Literasi
#onedayonepost
#ODOP_6



Lanjut Baca yuk.. >>>

October 5, 2018

Bantal dan Guling




#Ibu Mahira berkisah mengenai: Bantal
# Hari 12

Bantal merupakan salah satu properti penting yang ada di dalam kamar tidur. Banyak orang yang sangat menyukai bantal sebagai alas kepala dan juga guling sebagai teman mendaratkan pelukan. Ibu akan berkisah ke Mahira bagaimana hubungan Ibu terhadap bantal. Kemudian Ibu akan berkisah mengenai guling juga.

Kelak Mahira akan menyadari, jika Ibu tidak terlalu menyukai bantal. Ibu bisa dimasukkan ke dalam daftar orang yang bisa tidur tanpa bantal. Alasan paling utama karena Ibu terkadang pusing jika bantal yang digunakan tidak dalam posisi yang tepat. Entah karena pemilihan bahan untuk bantal yang salah atau memang bawaan Ibu. Karena Microfiber Goose Down Pillow juga belum tentu nyaman di kepala Ibu, nak.

Ada satu tempat yang nyaman di kepala Ibu nak, yaitu paha Mamanya Ibu. Kelak Ibu berharap Mahira suka tidur di paha Ibu. Ibu ingin menjadi bantal ternyaman Mahira. Ibu ingin Mahira selalu nyaman jika di dekat Ibu. MasyaAllah…

Mahira sudah bisa menunjukkan bantal, sekarang Mahira akan Ibu perkenalkan pada Guling. Guling itu juga bantal nak. fungsinya yang berbeda. Sebenarnya Guling digunakan untuk sleep positioner pada bayi. Namun untuk orang dewasa, Ibu kurang paham guling itu sebenarnya fungsinya untuk apa?

Ada beberapa informasi yang Ibu dapat dari bacaan, jika sebenarnya bantal guling ini memiliki asal mula yang cukup membuat kaget. Jadi bantal guling dibuat oleh orang Belanda saat menjajah Indonesia. Dulu mereka membuat guling untuk menemani mereka tidur saat kesepian karena jauh dari istri-istri mereka. Jadi guling dapat mereka peluk saat tidur. Saat kekuasaan Belanda digantikan Inggris, nama guling pun diganti menjadi “Dutch’s Wife” oleh Letnan Gubernur Jenderal Inggris, yaitu Thomas Stanford Raffles. Nama “Dutch’s Wife” ini adalah suatu ejekan para tentara Inggris kala itu.

Namun dari bantal guling, Ibu belajar satu hal. Bahwa kenyamanan itu memang selalu bersumber dari kehadiran wanita di sisi kita. Entah berperan sebagai Istri ataupun Ibu. Sehingga orang Belanda saja sampai membuat subtitusi istri mereka dengan sebuah bantal yang jelas tidak bisa berperan secara penuh sesuai harapan. Namun orang Belanda sudah membuat catatan sejarah yang begitu berbekas hingga meninggalkan jejak nyata di Indonesia, jika hampir setiap rumah di Indonesia memiliki guling. 

Saat kita rindu Ayah yang sedang bertugas di Kalimantan, kita bisa peluk guling dulu ya nak. Mahira, coba pegang guling. Nah.. sekarang Ibu matikan lampunya ya.. agar tidak ada cahaya yang menyilaukan tidur kita. Semoga kita bertiga jumpa dalam mimpi yang sama. Sleep tight!

#Day12
#BundaBerkisah
#Pejuang Literasi
#onedayonepost
#ODOP_6


Lanjut Baca yuk.. >>>

October 4, 2018

Senanglah selalu terutama senang dalam belajar





#Ibu Mahira berkisah mengenai: Senang
# Hari 11

“Kebaikan hanya akan mengantarkan kita pada kebaikan selanjutnya, jadi jangan berhenti untuk terus berbuat baik” _Papa


Mahira, ada banyak rasa senang yang pernah Ibu rasakan. Cukup sulit untuk memilih yang mana yang harus Ibu kisahkan kepada Mahira.

Semoga ini menjadi kisah yang kelak dapat menginpirasi Mahira saat membacanya. Ibu akan berkisah mengenai rasa senang saat Ibu harus mewakili SMP tempat Ibu sekolah dalam beberapa lomba. Pernah Ibu lomba gerak jalan dalam memeriahkan Pekan Olah Raga. Jadi saat itu Ibu menjadi pimpinan regu karena semangat yang berhasil ditularkan ke anggota, maka Ibu dan teman-teman meraih juara 2. Itu piala pertama saat SMP, yang Ibu raih bersama teman-teman.

Ibu juga mewakili SMP tempat Ibu sekolah dalam lomba siswa tauladan di Kabupaten. Saat itu Ibu hanya meraih 20 besar namun Papanya Ibu tetap mengapresiasi Ibu dengan membelikan Ibu hadiah Alfalink terbaru saat itu Seri E-21 dengan harga yang cukup mahal pada zamannya. MasyaAllah… Ibu semakin semangat belajar dan ingin lebih berprestasi agar Ibu dapat membuat senang Mama dan Papanya Ibu.

Dalam ekstrakulikuler Seni Baca Quran (SBQ), Ibu terpilih sebagai perwakilan sekolah Ibu lagi dalam lomba antar sekolah tingkat kecamatan dan Ibu mendapat juara 1. MasyaAllah.. kemudian Ibu dikirim lagi pada lomba antar sekolah tingkat kabupaten dan Ibu mendapatkan juara 2.

Saat itu perwakilan dari juara satu berhalangan hadir sehingga Ibu mewakili kabupaten Pemalang dalam lomba antar kawedanan. Disini Ibu mendapatkan peringkat 3 sehingga Ibu gugur untuk melanjutkan ke tingkat selanjutnya. Namun Ibu begitu senang sekali karena ini pengalaman luar biasa. Alhamdulillah…

Saat SMA Ibu juga mengikuti berbagai Lomba, Ibu pernah mengikuti lomba siswa berprestasi antar sekolah di Kabupaten Pemalang dan mendapat peringkat 3. Kemudian Ibu terpilih untuk mewakili kabupaten Pemalang dalam pelatihan kepemimpinan di SMA Taruna Nusantara (TN) Magelang selama 1 minggu. MasyaAllah.. Ini pengalaman yang sangat menyenangkan. Ibu dapat mengenal banyak teman dari seluruh kabupaten di Jawa Tengah, itu kali pertama Ibu tahu ada kota bernama Majenang. MasyaAllah..

Ibu senang sekali dapat merasakan suasana tinggal di rumah Pembina siswa, belajar banyak hal dari kehidupan Pembina, belajar bersama guru-guru hebat di TN, siswa-siswa berprestasi di TN, makan ala militer, melihat kegiatan belajar mengajar siswa dan guru TN, belajar dari OSIS di TN. Di TN Ibu belajar mengenai kedisiplinan, grup Ibu selalu mendapat badge terbaik karena selalu ontime dalam mengerjakan tugas. MasyaAllah…

Banyak hal yang Ibu dapat dengan berprestasi, Ibu sering mendapat uang dari acara lomba, mengikuti acara ini dan itu hingga Ibu dapat membeli buku paket sendiri untuk fasilitas belajar menjelang UN. MasyaAllah…

Pun saat kuliah, Ibu sangat teringat dulu terpilih sebagai mahasiswa terbaik jurusan dan mewakili jurusan dalam lomba Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tingkat Fakultas. Ibu dan mawapres lainnya mendapatkan piagam penghargaan dari Universitas langsung dari pak Rektor saat upacara dengan jajaran guru besar. MasyaAllah…

Ada rasa senang yang Ibu rasakan, saat dapat membuat Mama dan Papanya Ibu senang. Saat Ibu belum bisa memberi hadiah berupa materi, Ibu ingin sekali menjadi anak yang sholiha dan berprestasi. Namun Papanya Ibu bilang, semua yang Ibu lakukan adalah akibat dari sebab rajin belajar dan berdoa.

Bahkan kelak saat Ibu kembali mendapat banyak kebaikan  dalam hidup semua adalah akibat dari sebab yang Ibu tanam. Maka Ibu semakin semangat melakukan kebaikan-kebaikan yaitu belajar, berdoa, berbagi, berbuat baik sebanyak mungkin agar akibat yang Ibu tuai adalah akibat kebaikan pula. MasyaAllah…

Mahira jadi anak yang semangat belajar juga ya? Bukan untuk menjadi hebat dengan mengikuti banyak lomba dll melainkan agar Mahira mendapat akibat atas sebab kebaikan yang Mahira tanam. Senanglah selalu nak, terutama senang dalam belajar.

Sekarang kita mainan lagi yuk… menyusun bantal hingga tinggi. Yeeeeeeyyyy…..

#Day11
#BundaBerkisah
#Pejuang Literasi
#onedayonepost
#ODOP_6



Lanjut Baca yuk.. >>>

October 3, 2018

Flowers are happy things







#Ibu Mahira berkisah mengenai: Bunga
# Hari 10


“Flowers are happy things.” — P G Wodehouse

Nga…
Begitulah saat Mahira mengucapkan bunga. Ibu akan berkisah mengenai bunga tidak menunggu saat Mahira dapat menyebutkan kata bunga dengan lengkap, dengarkan kisah Ibu hari ini ya nak..

Bunga atau Kembang dalam bahasa Inggris adalah Flower, dalam bahasa latin Flos. Ibu suka sekali saat Bu Widi, guru biologi Ibu saat SMP menjelaskan mengenai fungsi bunga pada tumbuhan. Ibu ingat sekali, dulu menggambar bunga tunggal dan juga hafal berbagai macam proses penyerbukan. MasyaAllah.. Kelak Mahira juga akan tahu fungsi bunga bagi tumbuhan ya..

Bunga itu dapat muncul secara tunggal maupun dalam satu rangkaian atau bunga majemuk. Bunga adalah bagian tanaman yang menghasilkan biji. Proses penyerbukan dan pembuahan berlangsung pada bunga, sehingga setelah proses pembuahan bunga akan berubah menjadi buah. MasyaAllah..

Buah pepaya, jeruk yang Mahira pegang hari ini berawal dari bunga yang telah melalui proses panjang untuk menjadi buah yang manis dan enak. MasyaAllah.. semua itu Allah yang mengaturnya nak..

Allah menciptakan bunga dengan warna yang cerah atau dengan aroma yang khas juga ada tujuannya nak, agar hewan terpikat dan membantu proses penyerbukan.

Ada juga tumbuhan yang membentuk bunga saat ia mengalami kekurangan air atau pada suhu yang rendah, contohnya adalah bunga kertas yang terkenal dengan nama Bougainvillea. Bunga itu dapat dianggap sebagai organ yang dapat bertahan pada kondisi kurang menguntungkan untuk pertumbuhan. MasyaAllah…

Bunga begitu indah Mahira… hampir semua orang suka melihatnya. MasyaAllah… Khususnya bunga yang penuh warna-warni dan beraroma wangi. Memiliki arti tersendiri bahkan sebagai tanaman hias.

Ada yang menjadikan bunga sebagai simbol yang memiliki makna tersendiri dari warnanya, bentuknya. Seperti halnya bunga Melati atau Sampaguita yang dijadikan bunga nasional di Filipina. Bunga melati putih juga salah satu dari bunga nasional Indonesia yang melambangkan kesucian, keanggunan, kesederhanaan dan ketulusan.

Saat Eyang Uti anak-anak, Uti sering sekali membantu para pegawai Mbahnya Uti untuk memetik bunga melati dipagi hari. Ada tanah yang cukup luas dekat laut, yang ditanami bunga melati oleh Mbah Uyutnya Ibu. Bunga Melati tersebut di petik saat masih kuncup. Kemudian nantinya akan disortir sebelum diserahkan ke pengumpul. Biasanya bunga dipesan oleh hotel untuk dekorasi. Bahkan bunga ini juga digunakan saat pernikahan, disamping untuk dekorasi juga untuk roncean pembungkus konde dan roncen usus-usus yang biasanya dipakai oleh pengantin pria dengan pernikahan adat jawa.

Masih banyak fungsi bunga lainnya Mahira, beberapa orang menggunakan bunga sebagai hadiah saat hari spesial, bahkan saat menjenguk orang sakit beberapa kalangan juga menjenguk dengan membawa bunga. Bunga dengan warna yang cantik dan aroma yang harum membuat orang tersebut senang.

#Day10
#BundaBerkisah
#Pejuang Literasi
#onedayonepost
#ODOP_6




Lanjut Baca yuk.. >>>

October 2, 2018

Sepatu Mahira




#Ibu Mahira berkisah mengenai: Sepatu
# Hari 9

Ilmu tanpa akal ibarat seperti memiliki sepatu tanpa kaki. Dan akal tanpa ilmu ibarat seperti memiliki kaki tanpa sepatu. _Ali Bin Abi Thalib


Mahira, hari ini Ibu ingin perkenalkan ke Mahira macam-macam jenis sepatu. Agar Mahira tahu, bahwa sepatu itu banyak sekali macamnya dan tergantung penggunaannya. Ada sepatu wanita dan sepatu pria. Sepatu wanita juga banyak sekali macamnya ada yang jenis slides, high heels, Slip, Trainers, Flats, Boots, Wedges, Lace-up Heels, Pump, loafers, mule, dan masih banyak lainnya. Sepatu juga dibedakan berdasarkan jenis kelamin nak. Bahkan sepatu olahragaraga pria berbeda modelnya dengan sepatu olahraga wanita.


Sekarang banyak yang menjadikan anekdot bersepatu sebagai fashion. Misal saja orang menggunakan gaun, namun sepatunya adalah sepatu sneakers. Tapi tetap saja apik tergantung siapa yang menggunakannya. Hehe…

Sepatu pertama Mahira dulu adalah sepatu rajut. Ibu membelinya aneka warna di sebuah pusat perbelanjaan. Biasanya Ibu memakaikan ke Mahira sesuai dengan baju yang Mahira pakai agar terlihat senada.

Saat Mahira memasuki fase belajar berjalan, Ayah dan Ibu membelikan sepatu prewalker pertama Mahira bewarna mustard. Bentuknya marmut, lucu sekali saat kaki Mahira bergerak seolah menjadi marmut yang bergerak. Namun sayang, sepatu Mahira jatuh saat kita pergi ke Purwokerto. Sepatu yang hilang itu jenis sepatu slip ons.

Setelah Mahira semakin lancar berjalan, Ayah dan Ibu membelikan banyak sepatu untuk Mahira. Sepatu tersebut cepat sekali tidak muat, karena telapak kaki Mahira cepat sekali panjang. MasyaAllah.. Diantara sekian banyak sepatu, Mahira suka sekali dengan sepatu Pocoyo bewarna biru. Jenis sepatu clogs dengan bahan karet yang umumnya anak-anak suka karena ringan dan mudah digunakan.

Ada juga sepatu sport Mahira yang ada lightnya ketika digunakan berjalan, Mahira lucu sekali, Ibu berpikir jika anak Ibu ini  begitu unik. Jika semua anak-anak biasanya berjalan untuk menjejak-jejakkan langkah dengan sepatunya yang menyala. Tapi Mahira justru menekannya dengan hentakan kaki dan dengan terdiam Mahira menikmati light nya yang menyala-nyala tanpa berjalan kesana kemari. MasyaAllah.. eksperimen yang luar biasa.

“Sejarah manusia adalah sejarah sepatu. Sejarah tentang tempat dimana ia pernah berpijak dan menjejak.” ― Stebby Julionatan

Diantara semua sepatu, ada sepatu flat yang Ibu suka jika Mahira menggunakannya. Sepatu bewarna putih dengan motif bunga bewarna pink. Entah kenapa pilihan Ibu jatuh pada sepatu itu. Namun sekarang Mahira sudah pandai memilih sepatu mana yang akan digunakan ketika pergi. Sekalipun terkadang tidak pas, Ibu tetap memberi kepercayaan Mahira untuk memilihnya sendiri.

Kelak Mahira akan lebih pandai lagi memilih sepatu mana yang cocok Ibu gunakan ya? MasyaAllah…Nak..diantara semua sepatu, sepatu yang bagus bukan sepatu yang mahal, bukan sepatu yang bermerk terkenal, namun sepatu yang membuat langkah kita selalu bersemangat untuk menuju kebaikan. Mengarahkan kaki-kaki kita pada tujuan-tujuan mulia.

Tumbuhlah sehat, smart dan sholihat ya nak.. kelak Ibu dan Ayah akan membelikan sepatu yang mengarahkan kaki-kakimu menuju tujuan mulia, yaitu sepatu sekolah yang nyaman untuk belajar. MasyaAllah…

#Day09
#BundaBerkisah
#Pejuang Literasi
#onedayonepost
#ODOP_6


Lanjut Baca yuk.. >>>

October 1, 2018

Belajar dari Balon




#Ibu Mahira berkisah mengenai: Balon
#Hari 8

"Ada waktunya dalam kehidupan, seseorang tahu kapan tidak melepaskannya. Balon dirancang untuk mengajarkan anak-anak kecil tentang hal ini."
(Terry Pratchett)

Entah betul atau tidak bahwa penemu balon pertama adalah Michael Faraday sekitar tahun 1824. Menurut beberapa artikel yang pernah Ibu baca, Faraday membuat balon dari bahan karet dan ia melakukan percobaan mengisi balon dengan hidrogen. Namun ternyata mudah terbakar dan akhirnya ia melakukan percobaan lagi kemudian mengisi balon tersebut dengan helium. Penemuan tersebut berkembang dan digunakan untuk beberapa kepentingan.

Saat ini balon khas sekali digunakan sebagai dekorasi ruangan dalam sebuah acara atau pesta. Sayangnya Ibu tidak menggunakan hal-hal demikian karena memang tidak ada dalam kebiasaan keluarga kecil kita.

Terkait balon pertamamu, Ibu memperkenalkan balon padamu ketika Mahira berusia enam bulan. Saat Ibu berkunjung ke toko Fantasy untuk membungkus kado, Ibu menemukan balon berbentuk heart bewarna merah. Ibu membelinya untuk Mahira. Rencana Ibu akan mengajak Mahira bermain balon waktu itu.

Balon Pertama Mahira langsung Ibu yang tiupkan, dengan ukuran yang tidak terlalu besar agar Mahira dapat memegang dan merasakan betul teksturnya. Saat Mahira bertemu balon pertama kali, Mahira begitu happy. Matanya berbinar, mulutnya terus saja bubbling dan gerak kakinya semakin aktif.

“Mahira ini namanya Balon, warnanya Merah.” Ucap saya tak kalah happy.

Mahira diatas stroller begitu lasak, memain-mainkan balonnya dan membuat Ibu sedikit ngeri jika tiba-tiba saja Meletus karena remasan jemari Mahira. Ibu ingin tahu, apakah Mahira akan menangis jika balon yang Mahira pegang itu tiba-tiba meletus? Ataupun lepas dari genggaman tangan?

Beberapa kali Ibu terus melatih Mahira untuk merasakan tekstur balon, namun disisi lain Ibu ingin mengajarkan makna metafora. Pemberian balon yang bisa digambarkan sebagai benda yang dipegang kemudian dilepaskan pergi. Disitu anak-anak akan belajar makna Ikhlas. Ataupun saat balon tersebut tiba-tiba kempes atau meletus.

Saat Mahira berusia sekitar empat belas bulan, Mahira pernah dibelikan balon oleh Mbah Kakung. Balon beewarna biru dengan pemberat batu di bawahnya. Entah sudah beberapa hari hingga ia terlihat kempes. Mahira alhamdulillah tidak menangis bahka ia dengan semangat membantu saya membuangnya ke tempat sampah.

Pada kesempatan lain Mahira pernah mendapat balon dari sepupunya. Balonnya cukup besar. Setiap mendapat balon, hal yang selalu saya ajarkan adalah warna balon kemudian sounding jika bisa saja tiba-tiba meletus.

“Mahira nanti bisa loh balonnya meletus, doooooorrrr!!, tapi Mahira jangan menangis ya? Karena tidak sakit dan tidak apa-apa?” ucap saya.

Mahira seolah memahaminya kala itu. Pada acara pernikahan sepupu saya juga acara lepas balon, Mahira mencoba menahan balon dan menunggu kesiapan untuk melepasnya sesuai aba-aba. Ia pun turut melakukannya tanpa menangis. Ada literature yang menjelaskan bahwa makna melepaskan tersebut adalah melepaskan masa lalu yang buruk dan siap menghadapi masa kini yang harus dijalani lebih baik. Selain itu, balon yang dilepaskan berarti sebagai harapan. Bagi saya, singkatnya  Mahira belajar ikhlas.

Alhamdulillah setiap kami bermain balon, kemudian balon itu mendadak lepas atau meletus, dengan wajah kecewanya Mahirapun tidak menangis. Ada hal besar yang kelak Mahira juga harus pelajari, bahwa semua hal yang kita miliki nantinya juga akan pergi dan kita harus mau untuk belajar ikhlas.

Ingatan saya kembali melayang pada waktu dimana Mahira pertama kali belajar berjalan. Dengan sepatunya yang bewarna mustard, Mahira melangkahkan kakinya menggapai balon biru dengan pemberat batu yang saya letakkan di pojok kamar.

“Ayooo majuu lagi.. ayoo sebentar lagi sampai” Ucap saya semangat.

#Day08
#BundaBerkisah
#Pejuang Literasi
#onedayonepost
#ODOP_6




Lanjut Baca yuk.. >>>

Belajar dari semut




#Ibu Mahira berkisah mengenai: Semut
#Hari 7

Mahira, masih teringat dengan jelas bagaimana dulu Eyang Uti berkisah mengenai Semut. Di mana Ratu semut mengatakan kepada anak buahnya agar masuk sarangnya masing-masing, supaya jangan terlindas oleh Nabi Sulaiman dan tentaranya yang akan melewati tempat itu. MasyaAllah… kisah tersebut terlulis dalam Quran nak. yaitu Surah An-Naml Ayat 18.

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut (ratu semut): “Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari"
(surat an-Naml: 18)

Semut merupakan salah satu binatang yang namanya Allah sebutkan dalam Quran. Bahkan salah satu nama surat dari seratus empat belas surat, diberi nama surat semut (an-Naml), yaitu surat ke 27. Begitu agungnya seekor semut, walaupun hanya dalam dua ayat disebutkan Allah, namanya dicatat sebagai nama sebuah surat. MasyaAllah.

Tentunya Allah bukan tanpa sebab mengapa Allah menjadikannya nama sebuah surat, karena dari semut kita juga dapat banyak belajar nak.

Semut itu binatang yang hidup berkelompok, mereka selalu bekerjasama. Mereka jauh dari kesan individualisme. Semut Allah ciptakan dengan kesadaran akan kondisinya yang kecil dan lemah. Namun, kebersamaan dan kerjasama membuatnya menjadi binatang yang tidak bisa dipandang lemah.

Seekor Rusapun, jika diserang semut secara bersama akan mati mengenaskan. Semut, dengan kebersamaannya tersebut bisa membuat onggokan bukit semut yang tinggi. MasyaAllah.. Begitu hebatnya pola kehidupan semut yang suka dengan kebersamaan dan saling membantu. 

Hal itu dapat manusia contoh nak, jika umat Islam bersatu dengan kebersamaan untuk saling berbuat baik. Maka begitu besar dampaknya untuk kemajuan Islam dimasa depan. Kita dapat mengentaskan kemiskinan, membangun banyak tempat belajar dll. Tidak ada itu orang miskin, karena semua saling membantu, tidak ada itu orang tidak ingin berbagi karena semua mengimplementasikan Quran. Berlomba-lomba dalam kebaikan.

Dari semut kita juga belajar hidup damai dengan sesamnya dan tidak pernah berkelahi. Coba kelak Mahira perhatikan. Sekelompok semut yang sedang menarik makanan. Mereka menariknya ke arah yang berlawanan satu sama lain? Sekelompok semut tidak pernah bertengkar dalam memperebutkan sesuatu. 

Bahkan, mereka saling memberitahu jika memperoleh sesuatu. MaysaAllah.. Ketika menarik makanan ke dalam sarang,  mereka menunjukan pola kebersamaan. Jika yang satu menarik, maka yang lain mendorong, begitupun sebaliknya. MasyaAllah…

Semut adalah hewan yang selalu bertegur sapa jika bertemu dengan semut yang lainnya.

Mereka adalah binatang yang tidak kenal lelah, tidak suka bermalasan dan berpangku tangan. Banyak hal yang dapat manusia contoh dari seekor semut nak. MasyaAllah…

"Amut ya bu? Amut!" kata Mahira mengucap semut.

"Atut bu! Atut!" Mahira takut karena ada semut, padahal tidak ada.

dan seketika itu saya mengalihkan Mahira pada benda lain. Mahira kita main balon yuk!

"Ayoook buk!" Ajaknya begitu bersemangat.


#Day07
#BundaBerkisah
#Pejuang Literasi
#onedayonepost
#ODOP_6


Lanjut Baca yuk.. >>>

September 29, 2018

About Spoon




#Ibu Mahira berkisah mengenai: Sendok
#Hari 6

Sebelum sendok diciptakan, orang terdahulu makan menggunakan tangan telanjang.  Ibu sangat suka makan menggunakan tangan nak, karena rasanya begitu sedap disamping itu penelitian mengatakan jika makan menggunakan tangan itu jauh lebih sehat. Tubuh kita secara alami memiliki bakteri yang berada di tempat-tempat seperti tangan, mulut, tenggorokan, dan usus. Bakteri alami ini memiliki fungsi yang baik yakni melindungi diri dari masuknya virus jahat.

Nah.. makan menggunakan tangan, membuat bakteri baik akan masuk ke dalam sistem pencernaan dan merangsang sistem tubuh kita untuk bekerja lebih optimal. Walaupun demikian, kita harus tetap cuci tangan sebelum dan sesudah makan ya Mahira.

“Ci ya buk?” Mahira mencoba mempraktekkan cuci tangan.

Pernah waktu itu, Ibu makan nasi goreng di sebuah resto. Namun Ibu makan menggunakan tangan. Hampir semua mata memandang, tapi Ibu dengan sedapnya tetap makan saja dengan menggunakan tangan kanan. Mungkin refleks karena terbiasa makan dengan tangan kanan, seperti yang Rasulullah lakukan.

 “Jika salah seorang dari kalian akan makan, hendaknya makan dengan tangan kanan. Dan apabila ingin minum, hendaknya minum dengan tangan kanan. Sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya”
[HR. Muslim]

Ibu juga pernah makan menggunakan daun pisang loh Mahira, jadi dulu waktu Ibu masih kecil pernah diajak Mbah Uyut Kakung ke sawah, Mbah mengajari Ibu membuat sendok dari daun. Caranya kita ambil sebagian daun pisang bungkus makanan, kira-kira panjangnya 10 cm dan lebarnya hanya 2 cm. Kemudian dilipat jadi dua dan Ibu dapat gunakan seperti fungsi sendok. MasyaAllah…

Ibu pernah membaca sebuah tulisan mengenai asal mula sendok, sendok pada masa Pra Sejarah dibuat menggunakan benda alami seperti cangkang kerang laut atau batu yang mudah dibentuk. Sendok alami ini belum punya pegangan seperti sendok modern sekarang. Seiring berjalannya waktu, masyarakat prasejarah mulai memodifikasinya dan memberi pegangan.

Dahulu sendok diperuntukan untuk ritual keagamaan di Mesir kuno sekitar tahun 1.000 Sebelum Masehi (SM). Kemudian sendok berkembang fungsinya sebagai alat makan, sendok mulai muncul dari bahan dasar kayu, karena kayu pada masa itu mudah ditemukan.

“Coba Mahira ikuti Ibu bilang, sendok.”

“Spoon!” Ucapku lagi karena saat mengucap sendok, Mahira cukup kesulitan.

“Pun!” Timpalnya.

Istilah sendok atau "spoon" dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Yunani "koklea". Istilah ini memiliki arti siput, yang berarti sendok pada kekaisaran Yunani dan Romawi masih menggunakan cangkang siput. Namun seiring berjalannya waktu, bahan sendok juga mengalami perkembangan. Banyak sendok terbuat dari perunggu atau perak. Nah.. ternyata bahan tersebut digunakan sebagai penanda kasta nak, Masyaallah.

Ada bukti tertulis yang ditemukan para arkeolog merujuk pada sendok modern pertama kali itu dibuat di Inggris sekitar tahun 1259Pada zaman Victoria di Inggris ada revolusi industri, para orang yang berada di kelas menengah mengalami peningkatan pendapatan. Saat itulah orang-orang membelanjakan uangnya untuk sendok.

Ketika fenomena ini menjadi trend, pihak industri mulai mengenalkan sendok lebih beragam. Mulai dari sendok makan, sendok teh, dan sendok saji. Selanjutnya, sendok terus berkembang dan punya kegunaan utama sebagai alat makan.

Sekarang macam-macam ya nak, ada sendok big, small yang biasa Ibu pakai untuk aduk teh. Tapi harus segera kita cuci, supaya tidak ada apa nak?

“Amuuut!” Jawabnya dengan begitu semangat.
(Semut) Masyaallah Tabarakallah.


“Sendok adalah bagian dari teknologi yang telah mengubah cara kita mengonsumsi makanan.” (Bee Wilson)

#Day06
#BundaBerkisah
#Pejuang Literasi
#onedayonepost
#ODOP_6



Lanjut Baca yuk.. >>>