Showing posts with label Meningkatkan Kecerdasan Anak. Show all posts
Showing posts with label Meningkatkan Kecerdasan Anak. Show all posts

November 17, 2018

T17-LAMPU HAZARD 3







Alhamdulillah… Hari ketujuh belas. T17. Hari ini adalah final tantangan game level 3 yang bertepatan dengan week end. Pada week end kali ini kami mengajak Mahira berkunjung ke Super Market yang baru saja opening di dekat tempat tinggal kami.

Ada beberapa kebutuhan yang habis dan kami harus membelinya. Melibatkan Mahira dalam sesi belanja kali ini sangat menyenangkan, karena ia begitu antusias maka kami mempersiapkan materi belajar untuk meningkatkan kecerdasannya.

Jadi kami survey terlebih dahulu lokasi belanja tersebut dengan berjalan cepat mengelilingi area super market, kemudian setelah survey selesai kami makan di sebuah resto dan membicarakan mengenai materi yang akan di sampaikan serta pembagian tugas untuk Family project kali ini.

Setelah makan kamipun melangsungkan Family Project yang seru yaitu Shopping at Super market with Ayah dan Ibu.

Persiapan:
-      Survey lokasi
-      Menyusun Materi belajar
-      Pembagian tugas
-      Komunikasi dan kerjasama yang baik

Tujuan:
-      Mengenalkan banyak kosakata
-      Review kebutuhan rumah tangga (Mahira menyebutkan beberapa hal yang kami lewati)
-      Melatih Mahira bertransaksi (Membayar di kasir)
-      Melatih Mahira terbiasa dengan suasana super market
-      Melatih kemampuan motoriknya (Aktif bergerak dan mendorong keranjang)
-      Be brave
-      Melatih Mahira untuk budaya antri
-      Meletakkan barang kembali pada tempatnya
-      Mengambil barang pada raknya
-      Mengucapkan please dan terimakasih

Tugas:
-      Ayah: Menyampaikan materi pada bagian All Fresh dari buah, ikan, udang, cumi, belut, daging dll.
-      Ibu: Menyampaikan materi pada bagian detergent, pasta gigi, sikat gigi, sabun, cotoon bud, susu, dll
-      Mahira: Fun learning

Saat Family Project berlangsung:

Kami masuk kebagian All Fresh, Mahira menyebutkan beberapa buah yang ia tahu seperti manga, jeruk, anggur, pear, berries, Ayah mengenalkan buah naga, duren, melon, semangka dll

Saat itu Ibu belanja sambil sesekali take picture, kemudian Ayah menuju tempat bahan makanan laut. Disana ada aquarium untuk beberapa ikan air tawar seperti ikan mas, nila, mujahir, gurame, belut, ada juga ikan laut segar seperti salmon. Mahira dikenalkan Ayah nama-nama ikan, udang, cumi bangka dll

Mahira masih sangat antusias mengulang kata yang Ayah sampaikan, sesekali ia bercerita dengan bahasa yang terkadang kami belum mengerti. MasyaAllah.

Masuk pada kebutuhan rumah tangga, kami membuat daftar belanja di handphone. Next saat Mahira sudah masuk usia sekolah, kami akan kembali mengajaknya shopping dengan beberapa gambar yang menjadi daftar belanjaannya, meningkat saat sudah masuk usia membaca daftar belanjaannya akan kami ubah dalam bentuk tulisan. It’s will be fun.

Alhamdulillah Mahira sangat Happy, hingga sampai rumah ia begitu Happy dan bercerita banyak hal. MasyaAllah Tabarakallah.




#KelasBundaSayang
#GameLevel3
#MyFamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Lanjut Baca yuk.. >>>

November 16, 2018

Day16-Tema: DIY Ondel-ondel With Ayah dan Ibu


Alhamdulillah.. hari ini sudah masuk hari ke enam belas, kami memilih Family Project yang seru bahkan benar-benar tantangan tersendiri untuk saya.

Mahira sangat menyukai ondel-ondel, berbeda dengan saya yang begitu takut dari kecil hingga sekarang. Namun keinginannya yang terus-terusan melihat ondel-ondel lewat maka kami berinisiatif membeli di teman Ayah yang jualan ondel-ondel.

“Emang kalau bikin sendiri kita nggak bisa mas?” Tanya saya ke pada suami.

“Boleh, pakai botol bekas aja. Teman Ayah biasanya kumpulin botol pucuk harum untuk ondel-ondel yang ia jual.”

Berbekal dari informasi yang Suami berikan, saya browsing di buka lapak. Bagaimana wujud dari boneka ondel-ondel dengan bahan botol plastik tersebut. Maka kami membeli beberapa bahan yang diperlukan. Saat ondel sudah jadi saya baru menyadari jika di youtobe kan ada tutorialnya kenapa saya mikir susah-susah dengan imaji sendiri. Haha...

*Bahan-bahan:
1. Botol bekas (Kami Botol Teh Pucuk Harum)
2. Lem
3. Double tape
4. Cat warna\spidol permanent (Hitam, Merah dan Putih)
5. Kertas kado batik
6. Aksesoris (Kertas Krep warna warni yg sudah potongan)
(Kebetulan kami menggunakan bahan yang sudah ada di rumah)

*Alat:
1. Gunting Kertas
2. Cutter

*Tujuan:
1. Bonding Time with Ayah Ibu
2. Memahami makna proses
3. Mengenal warna
4. Mengenal fungsi alat
5. Melatih motorik halus Ananda
6. Meningkatkan kreativitas Ayah dan Bunda
7. Sebagai Media mendongeng
8. Mengenal warisan budaya Betawi
9. Meningkatkan imajinasi
10. Mengenalkan DIY
11. Kosakata

*Tugas:
Ayah: Menyiapkan alat dan Cutting Botol
Ibu: Menghias ondel
Mahira: Membantu mengambilkan bahan-bahan dan alat serta membeli lem pada krep untuk ijuk .

Saat Family Project berlangsung:

Kami membeli bahan-bahan yang tidak ada hari sebelumnya. Kemudian memulai membuatnya saat sore hari. Mahira begitu antusias membantu.

Kami mengenalkan berbagai alat dan bahan-bahan seperti botol, double tape, kertas kado, batik, gold, krep, cutter, dll. Mahira mengulangnya dengan penuh semangat, ia membantu kami memberi lem pada kertas krep yang dijadikan ijuk di kepala ondel-ondel. Saat kami fokus dengan finishing ondel-ondel, kami dikejutkan dengan hasil imaji Mahira.

Ondel-ondel karyanya dari mainan silinder milik Ibu saat kecil yang ditumpuk dan diberi spidol. MasyaAllah…

It’s really fun… berDIY Ondel-ondel dengan Ayah dan Ibu.




#KelasBundaSayang
#GameLevel3
#MyFamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Lanjut Baca yuk.. >>>

November 15, 2018

Day15-Tema: Daily Activities with Ayah dan Ibu



Alhamdulillah.. hari ini memasuki hari ke lima belas tantangan game level 3. Pada hari ini kami hanya melakukan aktivitas seperti biasanya, namun bisa menjadi Family Project karena kami membuat tujuan dari aktivitas kami bersama Mahira.

Daily activity schedule:

1. Clean House 

Mahira sarapan agak terlambat, ia menyantap nasinya di ruang tengah agar dekat Ibu. Mumpung dia fokus dengan makanannya, saya menyambinya dengan beberapa pekerjaan ringan. Yaitu menata bagian ruangan. Mahira nampak memperhatikan saya, begitu pula saya yang selalu bolak-balik menatapnya menyantap makanan.

Saya izin ke belakang untuk menyelesaikan bilasan cucian yang tinggal sedikit. Saat saya kembali Mahira sudah menata piring dan gelasnya di meja depan.

"Hiya udah bu." (Mahira makannya sudah bu) Begitu jelasnya dan ia kembali ingin bermain.

"Masyaallah Mahira, ini mejanya ditata Mahira ya?" Saya terkagum dengan inisiatifnya membantu saya. Peletakannya persis seperti kemauan saya. Masyaallah.

Mahira memang terbiasa dengan mengembalikan sesuatu pada tempatnya baik handuk, sepatu, baju, skin care, buku mainan dll. Masyaallah.. hal ini ingin sekali saya jaga agar menjadi kebiasaan hingga ia dewasa.

2. Menjemur Baju 

"Mahira, Ibu mau menjemur baju dulu." Ucap saya.

"Hiya itut Ibuk! ate atu duyu." (Mahira ikut Ibu, Pakai sepatu dulu.)

Ia mengenakan sepatu pocoyonya dan membawa keranjang hijau yang biasa saya gunakan untuk meletakkan jepit jemuran. Saat itu saya tidak terpikir untuk mengambilnya. MasyaAllah, Mahira dapat mengingatnya jika jepit itu selalu saya gunakan untuk menjemur pakaian kecil. Masyaallah Tabarakallah..

"Ini Ibuk! Hita antu yaa..." (Ini Ibu Mahira bantu ya..)

Pada tahap ini saya mencoba mereview beberapa hal mengenai materi mengenal warna. Kemudian mengenal aneka jenis pakaian dari celana dalam, kaos dalam, kaos kaki, kaos, celana, bra dsb. Bahkan saat melipat pakaian, kita bisa mengenalkan aneka jenis pakaian dan warnanya, MasyaAllah. setiap aktivitas kita sebetulnya bisa dijadikan proses pembelajaran untuk ananda.

Mahira memang tidak banyak memiliki mainan, hampir semua edu toysnya milik saya saat kecil dulu. Ia banyak terlibat dengan benda-benda riil yang saya anggap akan lebih memudahkan ia mengenal langsung apa yang menjadi tujuan dari pembelajaran.





3. Memasak 

Menjelang makan siang, kami memasak bersama di dapur. Menu kali ini adalah sayur bayem, ikan goreng dan perkedel tahu wortel. Mahira membantu saya menyuci beberapa sayur, kemudian menghancurkan tahu untuk perkedel dan mengaduknya hingga halus.

Di dapur banyak hal yang bisa Mahira pelajari, ia menyentuh tekstur tahu dan ia merasa geli.

"Ibuk deli, Hiya deli buk. Ini Apa?"

"Ini namanya Tahu." Jawab saya.

"Tahu ya?"

"Ini Tahu, Ini wortel parut, ini irisan daun bawang." Jelas saya.



Mahira saat baby sudah terbiasa saya ajak ke dapur, bahkan saya meletakannya di nest dania bubling sambil melihat saya memasak. Tanpa peduli saya terus menyampaikan semua hal yang saya masak. Hingga tidak terasa kini Mahira hampir 2 tahun dan ia sudah bisa mengucapkan banyak kata. MasyaAllah.. saya sangat terharu saat menuliskan ini.

Ia banyak terlibat dengan benda-benda riil yang saya anggap akan lebih memudahkan ia mengenal langsung apa yang menjadi tujuan dari pembelajaran.
Mahira saya beri contoh dan ia pun mengerjakannya dengan baik. Saat menuang wortel yang sudah saya siapkan, ia inisiatif menuangnya langsung secara keseluruhan. MasyaAllah Tabarakallah...

Setelah makan siang, ia pun tertidur dan bangun cukup sore. Kami bermain bersama Kak Saka dan beraktivitas seperti biasanya. Saat hendak ke Masjid, hujan turun begitu lebat hingga isya menjelang Ayah pulang dan kami makan malam bersama di luar.

"Ayah ingin makan Mie Ayam Bakso." Ucap Ayah

"Hiya mauuuu basoooo." Jawab Mahira antusias.







4. Ke Kantor Ayah

Setelah selesai makan malam, kami menemani Ayah untuk lembur tugas di kantor. Mahira menonton channel youtobe yang dipilihkan Ayah. Ibu menyelesaikan tugas mengetik dan Ayah membimbing Mahira sambil sesekali mengerjakan tugas.

Di kantor Ayah, Mahira menaiki tangga di pegangi Ayah dan berjalan sambil menghitung anak tangga. Ia melihat jejeran monitor dan kembali menghitungnya. Beberapa warna saya bantu review, hiasan bunga dan properti lain tak lupa saya kenalkan pada Mahira.

"Ini apa namanya Mahira?" tanya saya sambil memegang kursi.

"Tusiii." (Kursi)

dan semua benda saya coba review kembali. Masyaallah...
Alhamdulillah hari ini Mahira happy sekali dan belajar banyak hal. Kami juga turut happy dan bersyukur sekali atas perkembangan kecerdasan Mahira dari hari ke hari. MasyaAllah Tabarakallah...





#KelasBundaSayang
#GameLevel3
#MyFamilyProject
#MyFamilyMyTeam
Lanjut Baca yuk.. >>>

November 14, 2018

Day14-Tema: Being Morning Person







Alhamdulillah... hari ini masuk hari ke empat belas tantangan game level tiga di kelas Bunda Sayang. MasyaAllah.. Hari ini kami punya Family Project yang seru, tema yang kami pilih adalah being morning person.

Kami memilih tema ini bukan tanpa alasan, mengingat sebelumnya kami berjuang memperbaiki sleep routine Mahira yang berantakan. Padahal sebelumya Mahira adalah morning baby yang selalu membuat kami bersemangat di pagi hari. Namun sejak Ramadan lalu, Mahira menjadi owl night yang membuat saya turut serta mengikuti jam tidurnya yang kacau. Tentunya tidak bisa saya biarkan, akhirnya dengan menyapih Mahira alhamdulillah sleeping routinenya kembali membaik, ia selalu tidur sebelum pukul dua belas malam dan qailullah di siang hari. 

Sleep routine Mahira sangat penting untuk kebaikan pertumbuhannya dan juga  berhubungan dengan aktivitas saya, saya akan lebih mudah menjalankan aktivitas saya jika Mahira bagus sleep routinenya.

Ada dua jenis jam biologis yang berbeda (dikenal sebagai chronotype) dalam hal tidur dan bangun: early bird (juga dikenal sebagai larks) dan night owlEarly bird atau morning personadalah orang yang suka tidur malam lebih  cepat, dan suka bangun pagi-pagi. Night owl, di sisi lain, adalah seseorang yang justru sebaliknya: tidurnya larut malam, dan bangun lebih siang.

Terlepas dari jenis jam biologis tidur, saya lebih cenderung mempercayai bahwa semua hal akan menjadi habit melalui proses pembiasaan. Jika hal tersebut dilakukan secara rutin dan berulang makan akan menjadi suatu kebiasaan atau habit.

Pagi ini seperti biasa, Mahira bangun saat subuh, terkadang ia mau di ajak ke Masjid, namun terkadang ia tidak mau. Saat matahari mulai nampak, sekitar pukul 6.00 kami keluar untuk membeli makanan kecil entah itu jajanan basah atau sarapan. Kami berjalan kaki untuk menghirup udara segar di pagi hari menuju lokasi, sepanjang perjalanan kami dapat melihat banyak hal dan kami menyampaikannya ke pada Mahira. Ia begitu senang di gendong, dekapan kami secara bergantian membuatnya begitu nyaman. 

Persiapan:
- Agendakan jalan pagi setiap hari, sebagai bentuk olah gerak paling murah dan sederhana. Agar sirkulasi darah lancar dan otot semakin kuat. Oksigen pagi baik sekali untuk paru.
- Pastikan cuaca mendukung
- Pilih rute yang pas untuk  target awal

Tujuan:
-      Olah gerak untuk Ayah dan Ibu
-      Refreshing udara segar
-      Memperlihatkan suasana dan aktivitas orang pada pagi hari ke Mahira
-      Memperbanyak kosa kata untuk Mahira
-      Bonding time with Mahira
-      Membangun romantisme dan kooperatif antar pasangan
Saat Family Project berlangsung:

Saat keluar rumah kami sudah dihadapkan dengan lingkungan yang penuh dengan banyak aktivitas di pagi hari, para dagang makanan, ikan, burung, pet shop, sayuran bahkan samping tempat tinggal kami adalah internasional school yang sudah mulai lalu lalang mobil antar siswa.

Ayah menggendong Mahira dan memperkenalkan banyak kosa kata baru, Ibu mendokumentasi. Karena kami tidak menggunakan hipseat maka kami bergantian menggendong Mahira. Ini adalah Fampro seru, mengisi pagi dengan banyak rasa syukur untuk memulai hari.

Kami bertiga begitu happy, MasyaAllah.. Alhamdulillah…



#KelasBundaSayang
#Gamelevel3
#MyFamilyProject
#MyFamilyMyTeam


Lanjut Baca yuk.. >>>

November 13, 2018

Day13- Tema: Masjid Hunter 2







Alhamdulillah... hari ini sudah memasuki hari ke tigabelas tantangan game level 3, hari ini kami masih memilih tema yang sama namun berbeda setting. Namanya Masjid Hunter ya kita berburu ke masjid-masjid di sekitar daerah kami tinggal. InsyaAllah suatu saat menambah ke Masjid-masjid ternama di Jakarta.

Persiapan:
-Pastikan kita sebagai Fasilitator sudah siap dan menentukan masjid yang mjd target kunjungan
-Sounding dan koordinasi dengan anak agar saat sholat berlangsung ia dapat menghargai jamaah lain
(Kesepakatan)
- Afirmasi positif terhadap value sholat.
- Persiapkan baju yang nyaman untuk ananda sholat (Menutup aurat)
- Pilih Masjid yang support kondisi dan karakter anak. (Aman, nyaman dan mudah terpantau)
(Baiknya lakukan observasi terlebih dahulu seperti kami menentukan dimana masjid yang pas untuk proses belajar sholat Mahira)

Tujuan:
-Membangun Habit sholat tepat waktu
- Menyadari panggilan sholat melalui adzan yang berkumandang
- Membangun Jam biologis sholat
- Adab saat di Masjid
- Belajar proses mengambil wudu
- Bonding time with Allah, dimana kita dapat kenalkan lebih dekat ananda agar tumbuh kecintaannya terhadap Allah dan nikmat Islam.
- Mengajarkan infaq dll

Tugas:
Ayah: Membantu Mahira berwudu
Ibu: Sholat bergantian untuk memantau Mahira.
Mahira: Be happy

Saat family project berlangsung:
Ayah menjemput kami di jalan untuk sedikit menghemat waktu. Dari Kantor Ayah langsung menuju tmpt kami dan kami makan sore bersama. Setelah itu lanjut menuju Masjid besar daerah kami tinggal.
Tepat pukul 17.50 Adzan berkumandang.

Kami menikmati suara adzan dari tmpt parkir. Kemudian saat selesai adzan kami langsung melepas sandal, dan berdoa masuk masjid kemudian Mahira mengikuti Ayah ke ruang wudu.

Mahira sangat happy, be nice, ia tak berhenti menyunggingkan senyum manisnya. MasyaAllah Tabarakallah...



#KelasBundaSayang
#GameLevel3
#MyFamilyProject
#MyFamilyMyTeam
Lanjut Baca yuk.. >>>

November 12, 2018

Day12-Tema: Masjid Hunter






Alhamdulillah... hari ini sudah memasuki hari ke duabelas tantangan game level 3, pada Family project kali ini. Saya mengajukan rencana untuk menyambung dari Family Project yang memang sudah terlaksana sebelumnya. Fampro sebelumnya adalah membangun jam biologis sholat untuk Mahira. Alhamdulillah.. perlahan sudah mulai terbentuk, setiap mendengar adzan Mahira paham harus sholat.

Namun pada game kali ini, kami memutuskan untuk memilih tema baru yaitu Masjid Hunter. Agar refresh suasana dari Masjid sebelumnya agar Mahira tidak bosan. Alhamdulillah Ibu sudah menjahitkan Mukena untuk sholat Mahira, yang saya design seperti gamis agar memudahkan gerak ananda. Alhamdulillah Mahira nyaman menggunakannya dan tetap aktif bergerak.

Persiapan:
-Pastikan kita sebagai Fasilitaor sudah siap memutuskan tema ini
-Sounding dan koordinasi dengan anak agar saat sholat berlangsung ia dapat menghargai jamaah lain
(Kesepakatan)
- Afirmasi positif terhadap value sholat.
- Persiapkan baju yang nyaman untuk ananda sholat (Menutup aurat)
- Pilih Masjid yang support kondisi dan karakter anak. (Aman, nyaman dan mudah terpantau)
(Baiknya lakukan observasi terlebih dahulu seperti kami menentukan dimana masjid yang pas untuk proses belajar sholat Mahira)

Tujuan:
-Membangun Habit sholat tepat waktu
- Menyadari panggilan sholat melalui adzan yang berkumandang
- Membangun Jam biologis sholat
- Adab saat di Masjid
- Belajar proses mengambil wudu
- Bonding time with Allah, dimana kita dapat kenalkan lebih dekat ananda agar tumbuh kecintaannya terhadap Allah dan nikmat Islam.

Tugas:
Ayah: Membantu Mahira menggunakan mukena dan kerudung
Ibu: membantu Mahira mengambil air wudu
Mahira: Be nice when Salat

Saat family project berlangsung:
Sebelumnya saya sudah ulas, bagaimana awalnya Mahira saya ajak ke Masjid, prosesnya tentu tidak langsung berhasil. Karena ia memerlukan adaptasi waktu,suasana dan kegiatan baru. Namun alhamdulillah Mahira cepat beradaptasi dan ia nyaman berada di Masjid. Saya justru prefer ke mushola dengan ruang yang terbatas, karena saat di masjid luas anak-anak cenderung potensial berlarian dan pantauan ortu semakin ekstra. Namun sejauh ini Mahira be nice when salat. MasyaAllah Tabarakallah...



#KelasBundaSayang
#GameLevel3
#MyFamilyProject
#MyFamilyMyTeam
Lanjut Baca yuk.. >>>

November 11, 2018

Day11-Tema: Playing Wooden Toy




Alhamdulillah.. Melanjutkan Tantangan game level 3, pada hari ke sebelas ini kami memilih Family Project yang cukup sederhana namun seru. Berhubung saya masih excited dengan wooden toys, maka media meningkatkan kecerdasan anak ini kami menggunakan salah satu edu toys berbahan dasar kayu. Namanya adalah Puzzle Kunci Kayu. 

Ada beberapa alasan mengapa saya memilih wooden toys:
1.       Bahan kayu cukup kuat, sehingga tahan banting dan awet.
2.       Bentuknya cukup artistik dan bisa digunakan untuk hiasan juga.
Media yang digunakan: Puzzle Kunci Kayu yang bisa dibeli via online ataupun membuat sendiri dengan bahan lain (Misal foam, kardus, dll)
Tujuan:
1.       Melatih koordinasi tangan, mata dan otak anak
2.       Menjalin bonding time yang seru dengan Ananda
3.       Melatih mengelola emosi anak
4.       Mengenalkan aneka bentuk geometri sederhana
5.       Mengenalkan warna
6.       Melatih Ananda menemukan problem solvenya dan kemmapuan logika
7.       Melatih motorik halus ananda

Tugas:
Ayah: Membimbing Mahira bermain puzzle
Ibu: Membeli Puzzle Kunci Kayu dan Dokumentasi
Mahira: Fun Learning with us

Saat Family Project berlangsung:
Mahira dengan cepat memahami pola kunci yang pernah saya ajarkan, sehingga tidak lama ia sudah bisa meletakkan geometri sesuai dengan kuncinya dan melepas panel hinggga menggulangnya lagi. MasyaAllah..

“Coba letakkan warna merah pada kunci ini, Mahira.” Ucap Ayah dan bergantian dengan warna lainnya.

Mahirapun dengan semnagat mencari warna merah dan mencocokkan kunci agar sesuai. Kini Mahira masih memperlancar mengenai warna dan shapenya. Untuk kemampuannya memasang, sangat bagus. Masyaallah, ia sangat lihat dalam membongkar pasang kunci untuk starting kembali. Kami selalu bersyukur atas perkembangan kemampuannya.

“Mahira Happy nak?” Tanya saya

“Pepiii!” Ucapnya serius

“Mahira bisa?” Tanya saya lagi.

“Isa Ibuk!” Ucapnya masih asyik bermain.

“Masyaallah…Mahira hebat bisa menyelesaikan puzzlenya tanpa Ayah bantu” Apresiasi Ayah diiringi kecup di dahi Mahira.

Mahira nampak begitu happy hingga ia tak bosan berlama-lama dengan kami saat bermain puzzle. Alhamdulillah…



#KelasBundaSayang
#GameLevel3
#MyFamilyProject
#MyFamilyMyTeam
Lanjut Baca yuk.. >>>