Showing posts with label Aliran Rasa. Show all posts
Showing posts with label Aliran Rasa. Show all posts

September 25, 2019

Aliran Rasa Tantangan Game 12



Alhamdulillah tsuma Alhamdulillah, saya masih tidak meyangka dapat menyelesaikan tahap demi tahap dalam proses belajar di kelas bunda sayang ini. Tantangan game 12 yang merupakan game level terakhir dapat saya lalui dengan baik. Sekalipun terkadang saya terkendala sinyal atau agenda safar yang mengharuskan saya pergi hingga laporan saya menjadi tidak ontime, saya masih tetap konsisten untuk menyelesaikannya walaupun rapel.

Bagi saya itu kebanggaan diri karena bukan badge saya sebagai penghargaan yang saya terima, melainkan semua tantangan game level ini memiliki materi yang bagus sekali dan penghargaan tersebut adalah jika kita bersemangat dalam mengaplikasikannya.

Materi keluarga multimedia, membuka wawasan saya dalam memahami lebih dalam bahwa teknologi merupakan rahmat besar yang Allah berikan kepada kami.
Kami mampu memahami bagaimana operasional HP, laptop dan itu sudah sangat kami syukuri. Sekalipun dampaknya seperti dua mata pisau karena adanya internet, kami harus belajar bijaksana dalam menggunakannya.

Mengenalkan ke Mahira? Rasanya beban tersendiri karena anak kami masih balita, tapi tidak bisa dipungkiri jika ia butuh media belajar yang aplikatif. Dengan segala kemampuan kami bismillahkan laptop dan HP sebagai media dalam proses belajar Mahira. Kai mengunduh aplikasi yang edukatif dan tentunya waktu yang tepat kapan harus menggunakan. Kami tidak ingin rasa asik terhadap gadget membuat anak mengabaikan keberadaan kami ataupun sebaliknya, sehingga dalam penggunakan teknologi ini saya dan suami sepakat, hanya sebagai media dalam mepermudah kegiatan, proses belajar, sarana komunikasi dan kebutuhan yang harus kami selesaikan secara online.

Tak lepas kami selalu berhati-hati dengan kemajuan teknologi ke depannya tanpa kebijaksanaan, tanpa cinta sehingga membuat kita lalai dalam sholat, tadarus dan kegiatan ibadah lainnya. Senang sekali ya bunda.. ketika kita memiliki anak yang sangat bijaksana dalam menggunakan media disekitarnya sesuai dengan kebutuhkannya, bagaimana itu bisa ia lakukan? Menurut saya semua berawal dari tauladan.

Semoga kita bis amenjadi tauladan baik untuk anak-anak kita untuk bijak dalam menggunakan teknologi dan memanfaatkannya sebagai hal yang positif dan mengerti batasan. Tantangan game level kali ini sangat menyenangkan. Terimakasih Bunda Sayang..
Lanjut Baca yuk.. >>>

August 26, 2019

Aliran Rasa Tantangan Game Level 11


Alhamdulillah Game level 11 sudah selesai, kali ini kami dibuat dalam pembagian tim. Saya masuk ke dalam tim 5. Rasanya tantangan game level ini seru sekali karena kami dapat belajar dengan cara yang lain. Kebersamaan dengan tim 5 membuat kami saling mengenal peserta lain di kelas Bunda Sayang. Saya jadi kenal Mbak Etty yang luar biasa dalam pengusaan materi terkait pendidikan fitrah seksualitas, saya jadi kenal mbak Cindy yang enerjik dalam membawakan obrolan sehingga asik dan mengalir, begitu juga mbak Hida yang semangat sekali menjadi moderator yang mampu membaca indtruksi yang sudah di bahas dalam tim.

Kami berempat memiliki karakter yang berbeda-beda, namun semua bisa saling menyeimbangkan. Kami saling mengkoreksi apa yang dalam persiapan presentasi dan juga saling berbagi pengalaman terkait tema yang kami bawa yaitu, "Aqil dan baliqh secara bersamaan."

Hal baru tentunya bagi kami yang selama 10 kali tantangan selalu melibatkan anak dan suami, namun kali ini kami belajar dengan cara lain dan saya merasa asik sekali. Menyampaikan resume ala kami dari masing-masing presentasi yang disampaikan oleh tim lain selama 10 hari. 7 hari lainnya saya mencari tema dari beberapa sumber terkait pendidikan fitrah seksualitas.

Maraknya kasus mengenai pornografi dan praktik perzinaan adalah bentuk nyata dai gagalnya orangtua dalam memberikan pendidikan seksualitas. Dari sekian pendidikan yang diberikan, ternyata banyak dari orangtua yang melewatkan pendidikan fitrah seksualitas ini sebagai materi pendidikan yang harusnya sudah mulai di aplikasikan sejak anak masih dini.

Dari presentasi yang di sampaikan oleh tim lainnya, saya semakin banyak tahu dan belajar dengan cara seperti ini begitu mengasyikkan. Alhamdulillah kami bisa melewatinya hingga tantangan game level 11. Terimakaish Bunda Sayang...
Lanjut Baca yuk.. >>>

August 9, 2019

Aliran Rasa Tantangan Game Level 10



Alhamdulillah game level 10 dapat diselesaikan dengan baik walaupun terkendala signal dan menulis laporan, namun saya tetap bersemangat untuk mengikutinya. Dua hari sebelum tantangan dimulai, sama menulis konsep di kertas untuk mempermudah saya menuangkan ide apa saja yang nantinya akan dipraktikkan bersama Mahira. Awalnya pada game level ini saya dan suami ingin fokus pada materi "Adab bertamu dan menerima tamu" karena poin tersebut cukup luas pembahasannya. Seperti mempersilahkan tamu masuk, mengucap dan  menjawab salam, memberikan minum, mendekatkan hidangan, berkata sopan, dll. hal tersebut saya pikirkan dan kemas dalam sajian dongeng menggunakan peraga yairu huruf hijaiyah sebagai pelaku ataupun subjek lain.

Inginnya menyambung untuk memperlancar lafaz hijaiyahnya, namun seiring berjalannya tantangan banyak ide yang bermunculan sehingga beberapa tidak sesuai dengan konsep awal. Seperti halnya kondisi dimana saya sangat butuh pengertian agar Mahira berbagi waktunya untuk saya membilas pakaian kotor. Beberapa hari, ia tidak seperti biasanya untuk mengizinkan saja mencuci pakaian. Hal ini tentu mempersulit saja dan membuat pekerjaan menumpuk.Saya menggunakan dongeng untuk menumbuhkan rasa pengertian dan pemahaman akan suatu keadaan.

Pada proses mendongeng ia memahami betul tiap proses baju saat dicuci. Kemudian kejutannya, ada pada hari selanjutnya dimana ia mengingatkan saya untuk mencuci baju dan iapun ingin bermain  dulu sambil menunggu Ibu. Namun ia bilang ngantuk dan ingin tidur, "Ibuk cuci bajunya ya.. Hira tidur sini." MasyaAllah.. Sayapun senang sekali ia dapat pengertian dengan beberapa keadaan.

Selama aktif mendongeng 17 hari berturut-turut saya jadi semakin yakin bahwa anak-anak fitrahnya memang kreatif dan cerdas. Melalui dongeng saya terbantu sekali untuk mewujudkan secara perlahan bagaimana membangun karakter anak melalui sebuah peragaan bersuara. Saya juga belajar banyak mengenai mengemas cerita, menggunakan suara dengan intonasi yang sesuai dan pelajaran seru mengengenai mendongeng lainnya.

Mahirapun jadi mulai pandai mendongeng, menggunakan beberapa peraga dan bercerita. ada kejutan lain yang membuat saya sangat bersyukur, iapun jadi mulai kreatif membubuhkan jalannya cerita dan ikut menentukan bagaimana tokoh berperan. Seruuuuu!!!
Lanjut Baca yuk.. >>>

May 15, 2019

Aliran Rasa Tantangan Game Level 8 (Melatih Kecerdasan Finansial)





#Aliran Rasa Tantangan Game 8

Alhamdulillah tantangan game level 8 dengan materi melatih anak cerdas finansial sudah kami selesaikan selama 17 hari berturut-turut. Terimakasih khususnya untuk suami sebagai partner saya dalam menyelesaikan tantangan ini. Terimakasih juga untuk Kak Hepi selaku Fasil, Mbak Ariyantika  selaku Koordi Grup dan teman-teman seperjuangan yang membuat saya terus termotivasi untuk bersemangat mempraktikan materi demi materi di perkuliahan Bunda Sayang ini.

Dalam tantangan game level 8 ini saya sudah membuat rencana kasar hasil diskusi dengan suami  terkait materi melatih anak cerdas finansial. Dalam praktiknya ada beberapa hal yang perlu disesuaikan kembali hingga menjadi urutan yang tepat menurut kami.

1. Pada hari pertama kami mengenalkan wujud uang itu sendiri dan juga pengenalan nominal.
2. kemudian kami mengenalkan konsep rezeki dengan melibatkan Mahira dalam interaksi dan percakapan pada bentuk rezeki hingga proses dapatnya uang, tentunya dengan diksi yang kami pikirkan agar dapat dipahami oleh logikanya.  
Hari ketiga hingga kelima kami megenalkan fungsi uang dalam tiga part sesuai konsep 3S. Part 1 fungsi uang sebagai alat tukar, part dua menabung itu seru dan part 3 indahnya berbagi.
Cek Link:
Hari keenam kami pengulangan proses belajar mengenal uang koin dengan permainan picture match dan pengenalan uang kertas dengan cash drawer dimana peraga tersebut kami bikin bersama dan dengan bahan bekas yang ada di rumah.
Cek Link:
8. Pada hari kedelapan semakin luar biasa ketika kami mengenalkan kebutuhan kepada Mahira, Cek Link:
Kemudian hari kesembilan, sepuluh dan sebelas adalah kegiatan dengan praktik dari konsep 3S itu sendiri. Diantaranya spend, autosharing, autosave. Cek Link:
Senangnya sudah melewati T10 dengan baik, kami masih menjalankan tantangan seru ini hingga hari ketujuhbelas.
Alhamdulillah kami dapat meyelesaikan rencana-rencana kami tersebut. Sekalipun ada satu hari kami harus menunda rencana karena Ayahnya Mahira tidak bisa ikut serta dan dokumentasi diambil pada hari berikutnya.  Ada satu rasa yang bisa disebut sebagai adrenalin rush untuk saya, ketika melihat Mahira dapat memahami apa yang saya sampaikan dan mempraktikkannya dengan respon yang baik. Masyaallah…



Tantangan ini memberi dampak yang luar biasa khususnya pada kami sebagai orangtuanya Mahira,tertuntut untuk lebih kreatif dan mampu mengemas tiap poin yang akan disampaikan dengan cara yang mudah dipahami oleh logika Mahira, tantangan lain adalah mengondisikan anggota keluarga lainnya untuk turut mensupport jalannya tantangan game level ini. Masyaallah. Yang kami dapatkan sangat banyak, ide-ide kedepannya, catatan-catatan untuk diri kami sendiri agar lebih bijaksana dalam mengelelola keuangan keluarga, melibatkan ia langsung dalam berbagai aktivitas sharing dan lainnya sehingga Mahira kelak dalam menauladani kami untuk spend her money pada porsi yang disukai oleh Allah. Bagi saya proses belajar terbaik adalah melalui teladan dan kami berusaha terus memberi tauladan-tauladan kebaikan yang bisa ditiru olehnya.


Mengelompokkan tabungan dalam bentuk 3S ini sangat berkesan sekali untuk saya dan suami. Apalagi kami membuat tabungan untuk Mahira dari bahan bekas kaleng snack, itu sangat berkesan karena kami saling membantu untuk membuat tabungan tersebut pada tampilan yang baru.
Pada hari ke 17 kami membongkar tabungan 3S nya. Uang Sharing kami gunakan untuk membeli buku yang di sumbangkan ke Taman Baca, Uang Saving kami setorkan ke Tabungan di lembaga keuangan dan uang Spend kami alokasikan untuk investasi. Dari sini saya dan suami juga ingin melakukan hal yang sama kedepannya untuk membuat alokasi dana agar lebih termanajemen dengan baik.
Overall, kegiatan ini sangat seru sekali untuk kami lakukan, kami jadi banyak belajar dan tentunya materi ini ke depannya akan kami lanjutkan sebagai pengulangan dalam proses belajar Mahira. Hingga goal dalam materi belajar ini bertambah untuk Mahira pahami dan praktikkan serta dengan harapan anak kami dapat tumbuh menjadi anak yang bermental kaya, bijak dalam menggunakan uang, dermawan serta cerdas finansial. Aamiin..



#AliranRasa
#Level8
#Cerdas Finansial
Lanjut Baca yuk.. >>>

April 18, 2019

Aliran Rasa Game Level 7







Alhamdulillah.. tantangan 17 hari kali ini sudah kami laksanakan hingga selesai. Kebersamaan kami dengan Mahira dalam berbagai aktivitas yang membuatnya berbinar, membuat kami lebih bersemangat lagi mengenalkan ia pada banyak kegiatan lainnya.

17 hari rasanya belum cukup untuk mengenalkan semua kegiatan kepada Mahira, sekalipun potensi bakatnya sudah mulai tampak, tidak bisa kami pungkiri mungkin masih banyak potensi bakat Mahira lainnya yang belum muncul.

Jika materi sebelumnya lebih spesifik dan menuntut kreativitas kami, pada materi ini kami lebih bebas memilih banyaknya kegiatan untuk si kecil. Karena sankin banyaknya, kami ingin terus melanjutkannya setiap hari. Dengan harapan Mahira kelak kaya akan kegiatan dan wawasan.

Hampir semua kegiatan kemarin menjadi momen wow untuk saya dan juga suami. Namun ada dua hal yang tidak terlupa dan membuat kami begitu bersyukur. Yaitu saat Mahira menggunakan gunting, spidol dan lem kemudian ia membuat kreasi bunga hijaiyah versinya yang tentu diluar dugaan saya, mengingat usianya yang belum genap 2,5 tahun.

Dari hal tersebut saya mengobservasi Mahira memiliki potensi bakat ideation, learning dan memiliki focus yang baik. Saya salut akan focusnya yang baik saat mengamati suatu hal. Ia belajar cukup cepat dan adaptif.

Kemudian momen lainnya adalah tulisan yang saya beri judul si perfeksionis. Mahira dengan kesadarannya sendiri menyapu teras dekat fishpond dengan begitu telitinya. Bahkan daun yang jatuh, kelopak bunga yang jatuh dan berukuran kecil ia sapu semua hingga ubin benar-benar bersih. Semua sudut ia cek hingga saya begitu haru melihat kepiawaiannya dalam menyapu dan teliti melihat sekitar.

Dari hal tersebut saya mengobservasi Mahira memiliki potensi arranger, deliberative, dan achiever. Beberapa bahasa bakat ini saya menggunakan pandu 45 dalam melaksankan game level 7.

Semua anak adalah bintang. Ketka saya menemukan bintang Mahira, saya ingin potensi bakatnya ini saya kembangkan lagi hingga fitrahnya terbentuk dengan baik dan kelak semua bakatnya tersebut dapat bermanfaat untuk kebaikan.

Rasa syukur kami adalah dengan terus semangat, konsistensi dalam membersamai  setiap tumbuh kembangnya. Semoga Allah selalu memodalkan sabar pada saya dan suami serta memampukan kami dalam membersamai Mahira.

Tumbuh sehat dan menjadi bintang yang bersinar terang ya nak...
I do Love you.



Lanjut Baca yuk.. >>>

February 7, 2019

Aliran Rasa Game Level 5: Menstimulasi Anak Suka Membaca



Rasa Syukur
Alhamdulillahirobbilalamiin.. Akhirnya kami dapat menyelesaikan T17 pada game level 5 kali ini. 
Hal yang paling seru dalam game level kali ini adalah bagaimana membuat buku itu menjadi konsep dirinya. Seorang anak memilih buku sebagai pilihannya saat bermain, luang, hendak tidur dan juga mendominasi dari pada aktivitas lain. 

Ternyata kunci utamanya adalah, memberikan tauladan. Anak saya masih berusia balita dan begitu gemar mencontoh apa yang dilihatnya. Bagian ini saya manfaatkan lebih dalam untuk memberikan penitrasi kegiatan dalam literasi khususnya membaca. Bukan menjadi pekerjaan yang mudah karena butuh konsistensi dari home edutarornya untuk terus memberikan contoh dalam melakukan aktivitas membaca yang baik. 

Mahira sangat antusias dalam game level ini, setelah 17 hari terus melakukan hal dengan tujuan serupa namun cara berbeda. Ia mulai memahami apa itu kegiatan membaca. Membaca yang ia ketahui saat ini adalah menyuarakan suatu tulisan. Hal itu bisa diketahui setelah kami menyadarinya setiap kami mengajaknya ke tempat publik. Ia selalu seolah membaca apapun yang berbentuk tulisan. Baik itu papan pengumuman, caution pada kaca, lantai, masjid, selebaran, box sampah sampai bungkus makanan.  Mahira membacanya dengan seolah yakin benar. MasyaAllah Tabarakallah. 

Input dan Output
"Teko mengeluarkan isi teko" 
Begitulah yang disampaikan oleh Aa Gym. Hal ini benar adanya, karena output itu tergantung apa yang kita input. Misal saja, kita asupi anak kita dengan terus menerus Quran maka tak jarang dan tak heran jika anak tersebut lambat laun pandai membaca Quran. 
Begitupula dengan Mahira, mengenalkannya dengan dunia membaca sama saja memberikan input yang kita pilihkan, karena saya berharap outputnya baik maka dari buku-buku dan semua hal sebisa mungkin saya dan ayah Mahira bekerjasama memilihkan input untuknya yang baik.

Dari game level ini kami semakin terikat dalam bonding yang seru, meluangkan waktu untuk berdiskusi, berbagi tugas dokumentasi, berbagi tugas memfilter isi buku, megoreksi cara membaca buku antar home educator, dan juga saling menyumbang ide dalam kegiatan menstimulus anak agar suka membaca. MasyaAllah.. 

Saya sangat senang sekali dan ingin terus menyelesaikan setiap tantangan game level ini dengan baik, sekalipun keterbatasan jarak dan waktu, kami ingin tetap memberikan semuanya dengan baik. Hal terseru yang kami lakukan lainnya adalah Ayah membacakan buku via video call. MasyaAllah..

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq :1-5)





Lanjut Baca yuk.. >>>

January 11, 2019

Aliran Rasa Game Level 4: Memahami Gaya Belajar Anak






Bismillah..

Alhamdulillah, atas rahmat Allah yang Maha Penyayang kami dapat menyelesaikan game level 4 selama 17 hari. Rasanya cukup haru karena harga atas konsistensi terbilang cukup mahal.

Dalam memahami gaya belajar Mahira, awalnya kami hanya akan menganalisis dari semua kegiatan pada game level 3 dengan melihat kembali dokumentasi sekaligus sebagai bentuk evaluasi terhadap cara kami belajar bersama. Namun, pada hari kedua rasanya tertumpuk dengan pengamatan pada aktivitas baru. Bagi saya ini tidak efesien, mengingat laporan itu memudahkan tapi justru saya merasa repot dengan double report.

Saya ingin melakukan pengamatan yang sebelumnya, namun aktivitas baru juga menggiyurkan untuk diamati, hingg akhirnya saya dan suami memutuskan untuk reschedule dengan aktivitas baru. Alhamdulillah.. hari demi hari Mahira menunjukan modalitas yang baik pada ketiga gaya belajar. Baik Visual, Auditori maupun Kinestetik.  Ini cukup memudahkan saya dalam memberi materi ke pada Mahira, namun ternyata peran visual experience sangat mendukung gaya belajar lainnya.

Seperti halnya ability Mahira yang meningkat atas data visualization yang ia simpan. Outputnya langsung melalui gaya belajar kinestetik. ia akan mudah menirukan sebuah gerakan, kegiatan dll yang ia lihat tanpa bertanya. Improvisasi, inisiatif yang membuat kami sangat bersyukur banyak atas perkembangan kognitifnya.  Di sisi lain, contoh saja belajar vocabulary, ia akan lebih mudah menonjolkan gaya belajar auditorinya. Bahkan dengan mendengar berkali-kali, anak akan mudah mengingat sesuatu.

Untuk itu saya selalu sesuaikan, materi dengan gaya belajar yang tepat untuknya. Sifatnya fleksible dan sangat memudahkan saya. Alhamdulillah...
Game level ini sangat seru, membuat saya lebih memahami makna belajar lebih mendalam.

"Kita tidak bisa memulai belajar tanpa tahu adabnya, tanpa tahu gaya belajar yang tepat untuk kita. Setiap aktivitas dimulai dengan permulan yang terkadang disepelekan namun memegang peran penting dalam proses belajar itu sendiri"
Lanjut Baca yuk.. >>>

November 29, 2018

Aliran Rasa MAteri Meningkatkan Kecerdasan Anak







Alhamdulillah... Tantangan Game Level 3 sudah dapat kami selesaikan. Bersyukur tidak terhingga atas seluruh hari yang berusaha Suami dan Mama berikan dalam bentuk support secara langsung kepada saya agar Family Project dapat berlangsung dengan baik.

Saat game level ini diberikan, saya sedang proses menyapih Mahira. Jauh diluar dugaan, proses ini begitu menguras jiwa dan raga. Perpisahan Mahira dengan ASI membuat kami banyak menjalani hari dengan tenaga yang ekstra. Hampir setiap malam Mahira tantrum dan meminta untuk di gendong, ia menangis sejadinya hingga membuat hati saya ikut teriris. 
Menggendong hingga pagi menjelang,  merelakan bahu dan punggung saya mati rasa asalkan Mahira tertidur nyaman dalam dekapan saya. Tiap malam moment KomPro berlangsung dengan hasil yang terus gagal, mengganti KomPro dengan mengajaknya bershalawat, bercerita, mengaji, hingga suara saya begitu serak terdengar dari biasanya, bahkan saya lupa bagaimana rasanya tidur nyenyak satu jam saja. 

Disisi lain saya begitu semangat untuk mengerjakan Game Level ini, sebisa mungkin setiap materi ingin saya lakukan dengan sungguh-sungguh. Jauh sebelum materi ini diberikan kami sudah melakukan Family Project sebagai bentuk warming Up dan InsyaAllah akan kami jadikan agenda rutin kedepannya. Banyak hal haru, banyak rasa yang sepertinya sulit saya ungkapkan disini. Namun saya sangat bersyukur bahwa proses membersamai Mahira dalam game level kali ini dapat berjalan dengan baik, saya dapat menyelesaikan laporan sesuai konsep yang saya dan suami tetapkan. Menjalankan FamPro baik yang sudah terencana dan juga kondisional dengan begitu seru dan menyenangkan.

Jika malam kami harus beradu dengan tantrum Mahira yang cukup membuat kami dalam tegangan tinggi, maka  Game Level ini kami jadikan sebagai hiburan yang begitu menyenangkan kala pagi hingga malam menjelang.  Melihat Mahira kami dalam kondisi yang happy, aktif, sehat dan sellau bersemangat dalam belajar. Rasanya bulan ini, adalah bulan yang tak terlupakan.

Pada hari pertama kami memilih Tema: Akmala's Salon
Kegiatan sehari-hari yang simple seperti menyisir rambut begitu menjadi menyenangkan dan seru. It's Fun!

Pada hari kedua kami memilih Tema: Unboxing Wooden Toy
Kegiatan kondisional yang mungkin terlupa jika ternyata penuh dengan materi belajar menarik untuk si kecil. Amaze!

Pada hari ketiga kami memilih Tema: Mahira eksplore taman ayodya
Berkunjung ke Taman untuk sekedar refreshing ataupun finding inspiration begitu mengasyikkan, banyak hal yang dapat kita lakukan bersama si kecil. Wonderful!

Pada hari keempat kami memilih Tema: Mural at the floor
Kegiatan yang simple ini bisa dijadikan sebagai penyaluran emosi untuk si kecil yang sedang masa tantrum, disamping itu banyak manfaat belajar disana. Seru sekali. 

Pada hari kelima kami memilih Tema: Berkunjung ke kantor pelayanan publik
Sekalipun ada agenda diluar, tidak ada salahnya melibatkan si kecil untuk tetap belajar asyik dan colleting memory serta history yang begitu menyenangkan. Awesome!

Pada hari keenam kami memilih Tema: Snacking time with Grandma
Bahkan kegiatan ngemilpun bisa menjadi proses belajar yang begitu seru. It's Fun!

Pada hari ketujuh kami memilih Tema: Membeli Sandal Jepit di Pasar
Waktu itu listrik mati, saya harus menyelesaikan khimar yang sedang saya buat. Maka mengajaknya ke tempat neci di pasar sekaligus bikin agenda seru dengan belajar bertransaksi begitu menyenangkan. Full Spirit!

Pada hari kedelapan kami memilih Tema: Naik Transportasi Umum
Kami harus melakukan perjalanan ke Jakarta, tentunya bukan menjadi alasan kami untuk melewati game level di hari ini. Namun justru menjadikan perjalanan kami ini adalah Family Project yang menyuguhkan banyak poin plus untuk si kecil. Try it! It's really Fun!

Pada hari kesembilan kami memilih Tema: Cutting the yasmine plant
Garden tidak terurus selama kami di rumah Grandma, hari ini saya di bantu Mama mengurus plant yang ada di bagian depan tempat tinggal kami di Jakarta. Tanpa diminta, Mahira begitu responsif ia langsung mengambil sapu untuk membantu kami dan tentunya kami tidak melewatkannya untuk menjadikan kegiatan ini FamPro yang begitu menyenangkan. Well Done Mahira!

Pada hari kesepuluh kami memilih Tema: Visit to book store
Berkunjung ke toko buku adalah agenda rutin kami. Ini dapat di jadikan FamPro yang begitu penuh semangat. Ada bagian dimana kami harus mendokumentasi aktivitas sikecil yang biasanya hanya kami nikmati berdua. Great Job!

Pada hari kesebelas kami memilih Tema: Playing wooden Toys
Disamping banyak hal yang dapat dipelajari si kecil saya menganggap kegiatan kami adalalah pemandangan yang indah. Beautiful Scenery!

Pada hari kedua belas dan tiga belas kami memilih Tema: Masjid Hunter
Menanamkan kecintaan Anak terhadap Allah sedari kecil adalah tugas wajib bagi orangtua. Agar sejauh apapun ia mencintai dunia, kecintaannya tersebut tidak boleh melebihi kecintaannya terhadap Allah. Salah satunya perlahan kami ingin membentuk habit salat dan jam biologis Mahira untuk salat, agar kami sebagai ortu juga belajar memunuhi perintahNya adalah salah satu bentuk kecintaan kita terhadapNya. MasyaAllah.

Pada hari keempat belas kami memilih Tema: Being Morning Person
Early Bird vs Owl Ningt, which one? :)

Pada hari kelima belas kami memilih Tema: Daily Activities
Hari ini saya blank dengan family project apa yang cocok, namun ternyata daily activities ini seru sekali. Hingga rasanya justru begitu banyak hal yang dapat di pelajari oleh Mahira. Awesome day!!

Pada hari keenam belas kami memilih Tema: DIY Ondel-ondel with Ayah dan Ibu
Memenggal rasa takut demi membersamai Mahira mengerjakan Family Project membuat Ondel-ondel. Daya Imaji Mahira meningkat, begitu mengangumkan dan di luar dugaan kami pada usianya yang belum genap 2 tahun. Ia membuat ondel-ondel karyanya dengan daya imajinya menggunakan bahan yang ada, bahakan pada lain hari ia mengganti ijuk rambut ondel dengan pinclothes warna warni yang menurutnya serupa. MasyaAllah. Love you, Mahira!

Pada hari ketujuh belas atau hari terakhir  kami memilih Tema: Shopping with Ayah dan Ibu
Ini menjadi Family Project yang begitu mengasyikkan karena kondisional kami mendiskusikan poin apa yang akan di pelajari Mahira dalam sebuah resto dengan waktu yang juga singkat. Alhamdulillahnya target FamPro berhasil dilakukan. Perfect!



Family Project yang kami lakukan adalah hal yang sederhana saja, kunci yang kami pegang adalah Komunikasi yang baik  dan  Konsistensi melaksanakan Fampro. Beberapa poin yang menjadi review alhamdulillah dapat melengkapi pertanyaan hingga dapat dikatakan Fun, Values, Unique dan Reason. Memaksimalkan media dalam Fampro juga merupakan hal yang penting sehingga dapat mendukung konten yang kita angkat untuk tema. Dokumentasi kami jadikan sebagai evaluasi dan juga koreksi ke depannya dalam membersamai Mahira.

Disisi lain, Family Project ini saya jadikan bounding time yang quality dari hari biasanya, saya setuju sekali jika FamPro juga dapat kita jadikan sebagai Chek Temperature. Bagaimana kondisi hubungan kita dengan pasangan? semakin solid berarti semakin available menuju Family Team. Saya juga semakin memahami bagaimana kecerdasan saya sendiri dan juga suami saya dalam mendidik Mahira. dalam fam Pro kali ini banyak hal yang membuat kami terus semangat untuk memantaskan diri.

Dari semua hari, rasanya begitu mengharukan sekaligus menyenangkan karena di tengah low energy karena proses WWS dan virus menular saat anggota lain juga low energy, saya mendapat support luar biasa dari anggota keluarga dan juga teman-teman di luar kelas bunda sayang. Sehingga keberhasilan saya menyelesaikan T17 adalah karena cinta yang menopang saya dengan kuatnya.  Bulan ini menjadi bulan yang tak terlupa dan begitu banyak rasa di dalamnya. Semoga Allah selalu memampukan saya membersamai Mahira dan menjadikan saya dan suami saya serta Mahira Family Team yang solid. InsyaAllah...



#AliranRasa
#TantanganGameLevel2
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#BundaSayang

Lanjut Baca yuk.. >>>

October 31, 2018

Aliran Rasa Materi Melatih Kemandirian



Alhamdulillah…
Tantangan Game Level 2, materi Melatih Kemandirian Anak sudah saya selesaikan. Sekalipun praktek tersebut masih berlangsung hingga saat ini dan indikator kemandirian tersebut belum mencapai One Week One Skill.

Saat materi ini diberikan, saya memang sudah tidak asing lagi karena dalam kesehariannya Mahira cukup gasik saya perkenalkan dengan kemandirian. Namun ternyata semua itu ada tahapannya, tidak bisa serta merta kita memaksakan kehendak kita. Agar anak bisa melakukannya sendiri dengan segera. Jadi dalam proses membersamai Ananda dalam melatih kemandirian, saya lebih mengarahkan pada goal kemandirian kesadaran, tahap ini saya pilih karena kemandirian juga akan mudah terserap sesuai dengan kematangan usia anak.  

Saya juga lebih banyak mencontohkan agar praktek kemandirian tersebut dapat di copy oleh Ananda. Kemandirian yang saya ajarkan ada tiga, pertama Mahira dapat menyadari kapan ia harus mencuci tangan. Kedua, Mahira dapat menyadari kapan ia harus sikat gigi dan ketiga lebih kepada pengenalan proses TT. Dari ketiga proses belajar tersebut, saya akui butuh kuantitas sabar yang banyak terutama pada bagian mengajaknya untuk menyikat gigi.

Ada moment dimana saya senang Mahira mau menyikat gigi sendiri tapi saya khawatir karena proses menyikatnya yang tentu tidak bersih. Disinilah saya belajar memberikan kepercayaan kepada Ananda.

Materi kali ini membuat saya memahami bagaimana proses belajar itu berlangsung terutama pad adiri saya sendiri, bahwa melatih kemandirian bukan saja anak dapat melakukan semua sendiri tanpa bantuan orang tua namun melatih kemandirian kepad aanak sebenarnya adalah bagian sari memberi kepercayaan kepadanya.

Menanamkan kepercayaan kepada anak, bahwa mereka adalah anak yang baik, cerdas dan mandiri. Maka secara naluriah mereka akan menjaga dan mempertahankan apa yang kita percayakan kepada mereka.

Ketika kita memberikan prasangka yang baik padanya, secara naluriah pula tingkat kepercayaan itu meningkat bukan? Sehingga menjadikan munculnya energi untuk terus berbuat baik dan membuat kita dan orang-orang yang disayangi merasa bangga padanya. Masyaallah.
#AliranRasa
#TantanganGameLevel2
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#BundaSayang



Lanjut Baca yuk.. >>>