Showing posts with label Melatih Kemandirian. Show all posts
Showing posts with label Melatih Kemandirian. Show all posts

October 31, 2018

Aliran Rasa Materi Melatih Kemandirian



Alhamdulillah…
Tantangan Game Level 2, materi Melatih Kemandirian Anak sudah saya selesaikan. Sekalipun praktek tersebut masih berlangsung hingga saat ini dan indikator kemandirian tersebut belum mencapai One Week One Skill.

Saat materi ini diberikan, saya memang sudah tidak asing lagi karena dalam kesehariannya Mahira cukup gasik saya perkenalkan dengan kemandirian. Namun ternyata semua itu ada tahapannya, tidak bisa serta merta kita memaksakan kehendak kita. Agar anak bisa melakukannya sendiri dengan segera. Jadi dalam proses membersamai Ananda dalam melatih kemandirian, saya lebih mengarahkan pada goal kemandirian kesadaran, tahap ini saya pilih karena kemandirian juga akan mudah terserap sesuai dengan kematangan usia anak.  

Saya juga lebih banyak mencontohkan agar praktek kemandirian tersebut dapat di copy oleh Ananda. Kemandirian yang saya ajarkan ada tiga, pertama Mahira dapat menyadari kapan ia harus mencuci tangan. Kedua, Mahira dapat menyadari kapan ia harus sikat gigi dan ketiga lebih kepada pengenalan proses TT. Dari ketiga proses belajar tersebut, saya akui butuh kuantitas sabar yang banyak terutama pada bagian mengajaknya untuk menyikat gigi.

Ada moment dimana saya senang Mahira mau menyikat gigi sendiri tapi saya khawatir karena proses menyikatnya yang tentu tidak bersih. Disinilah saya belajar memberikan kepercayaan kepada Ananda.

Materi kali ini membuat saya memahami bagaimana proses belajar itu berlangsung terutama pad adiri saya sendiri, bahwa melatih kemandirian bukan saja anak dapat melakukan semua sendiri tanpa bantuan orang tua namun melatih kemandirian kepad aanak sebenarnya adalah bagian sari memberi kepercayaan kepadanya.

Menanamkan kepercayaan kepada anak, bahwa mereka adalah anak yang baik, cerdas dan mandiri. Maka secara naluriah mereka akan menjaga dan mempertahankan apa yang kita percayakan kepada mereka.

Ketika kita memberikan prasangka yang baik padanya, secara naluriah pula tingkat kepercayaan itu meningkat bukan? Sehingga menjadikan munculnya energi untuk terus berbuat baik dan membuat kita dan orang-orang yang disayangi merasa bangga padanya. Masyaallah.
#AliranRasa
#TantanganGameLevel2
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#BundaSayang



Lanjut Baca yuk.. >>>

October 20, 2018

T17-LAMPU HAZARD 2





DAY17-TantanganGameLevel2
Hari ini adalah T17 artinya saya sudah mencapai batas maksimal dalam mengikuti tantangan game level 2. 17 Hari melatih kemandirian Mahira dengan One week one skill diantaranya adalah kesadaran kapan harus mencuci tangan, kapan harus menyikat gigi dan mengatakan pipis saat hendak pipis, merupakan proses belajar yang seru dan luar biasa. saya jadikan ini sebagai Lampu hazard 2  yang fungsinya menjadi alert pribadi saya untuk terus melatih Ananda dalam mencapai proses kemandirian dari poin terkecil hingga terbesar sesuai usianya.

Bercerita sedikit kegiatan hari ini, menutup rangkaian tantangan terakhir game level 2, pagi hari ini adalah pagi dimana Mahira dalam sleep routine yang tepat. Tidur siang dan terbangun pukul 16.00 hingga akhirnya pada pukul 21.00, ia sudah terkantuk dan tidur. Alhamdulillah pagi hari ini kami sarapan di outdoor, menikmati suara burung yang memenuhi pohon manga dan pohon jati depan rumah kami.

Mereka berterbangan dari dahan satu ke dahan lain, tidak berhenti dan begitu riang. Mahira masih dengan kantuknya memakan bandos yang ia beli bersama eyang uti. Masih hangat, sehanggat teh yang saya siapkan untuk orang rumah.

Sesekali Mahira mendongak terus ke atas, mengechek langit yang biasanya berhias burung bangau terbang ke arah utara pada sore hari. Namun pada pagi hari mereka terbang ke selatan. Mahira adalah follower setia Utinya, pagi itu sarapanpun minta dipangku Uti, bahkan tidak mau lepas sama sekali. Karena hal itu Utinya menyarankan agar Mahira menggunakan Clodi dulu, mengingat kami juga makan di outdoor dengan alas tikar.

Dalam beberapa kondisi, Mahira terkadang tidak bisa untuk kooperatif mengkin karena energi pagi setelah bangun tidur belum begitu terkumpul dengan baik. Sehingga rasanya Mahira terus bergelayur manja.

Sukses hingga malam hari dan saat ini anaknya tidur. Ia tidak mau pipis ke toilet. Bahkan ia tidak mau hnya menggunakan celana saja. Namun untuk kemandirian dia mencuci tangan, saya patut berbangga. Kemampuannya mencuci tangan lebih baik lagi, ia pun menyadari setelah memegang makanan dan selesai ia harus mencuci tangannya. MasyaAllah.. Tabarakallah…

Malam ini Mahira masih terus saya sounding mengenai proses belajar TTnya yang akan saya lanjutkan. Perlahan namun bisa ia lakukan dengan maksimal, entah kapan hari tersebut tiba ia berhasil TT dan membersihkan dirinya sendiri. Ibu yakin, semua tulisan-tulisan Ibu bisa menjadi rekam jejak proses belajar Mahira yang kelak bisa kamu baca nak…

Semangat terus untuk semua Ibu yang sedang membersamai anandanya dalam melatih kemandirian anak.  



#Harike17
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#onedayonepost




Lanjut Baca yuk.. >>>

October 19, 2018

TT-Day02





DAY16-TantanganGameLevel2

Pada #Harike16 Mahira tidur nyaman dengan perlaknya tanpa pipis di malam hari. Pagi hari saat bangun tidur tadi, ia membaca doa bangun tidur bersama saya dan meminta turun dari tempat tidur. Saat saya tawarkan untuk ke toilet ia menolak. Namun ia bilang pipis, setelah urine  nya keluar di lantai.

Ini jadi pelajaran penting buat saya harusnya setelah Mahira bangun, langsung aja gendong ke toilet. Namun memang yang saya latihkan ke Mahira adalah kemandirian dia untuk menyadari jika akan pipis yak e toilet.

Sekalipun dua hari ini belum berhasil, tidak menjadi masalah. Lambat laun ia bisa melewati tahap ini. Semoga saya bisa lebih sabar dalam membersamai Mahira untuk melatihnya kemandirian.

Semangat selalu Mahira!!!


#Harike16
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#onedayonepost



Lanjut Baca yuk.. >>>

October 18, 2018

Mengawali pengenalan TT







DAY15-TantanganGameLevel

Pada #Harike15 seiring dengan melatih kemandirian Mahira dalam mencuci tangan dan sikat gigi. Saya juga sudah memulai melatih kemandirian Mahira untuk lepas dari clodi. Dalam beberapa hari ini, Mahira saya biasakan tidur dengan berlapis perlak. Untuk tahap awal perkenalan Toilet Training.  

Saya memilihkannya perlak yang fleksibel, tidak panas dan bergambar lucu. Alhamdulillah Mahira mau untuk tidur diatasnya. Kemudian qadarullah Mahira yang biasanya tidak ruam, beberapa hari ini ruam terus, sehingga ia ingin melepas popoknya dan langsung menggunakan celana.

“Bu! Hiya pas popot.” (Bu! Mahira mau lepas popok)

Dan ia tidur tanpa clodi. Alhamdulillah di hari pertama memang ia sering kali bilang pipis namun ternyata sudah pipis duluan. Kemudian malam kermarin saat minta lepas popok, Mahira mengatakan mau pipis (Ke kamar mandi) namun karena saya ngantuk dan kurang cepat, akhirnya Mahira sudah keburu pipis duluan diatas perlaknya.

Namun pada waktu itu sayang menyadari, proses sounding yang saya ucapkan hari-hari sebelumnya cukup dipahaminya dengan baik. Bahwa saat pipis atau pup baiknya kita harus  ke toilet. Sebagai prose pengenalan, Ibu akan melatih kemandirian selanjutnya, yaitu “mengatakan pipis saat hendak pipis”,  seiring dengan materi yang sudah lumayan teraplikasi, saya gunakan itu sebagai bentuk repeat.

Semoga Allah mampukan saya untuk selalu sabar membersamai Mahira dan Mahira mampu melewati setiap fase yang haru sdilewatinya dengan penuh semangat belajar. Amin..






#Harike15
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#onedayonepost




Lanjut Baca yuk.. >>>

October 17, 2018

Menggunakan media visual sebagai peraga menyikat gigi




DAY14-TantanganGameLevel2

Pada #Harike14 Mahira saya ajak melihat tayangan mengenai anak yang sedang sikat gigi. Ia memperhatikan dengan seksama hingga sesekali meniru gerakan sikat gigi. Perlahan saya memberi sounding ke Mahira, jika kakaknya ini habis makan dan tahu untuk sikat gigi. Kemudian Mahira dengan cepat meminta cemilan lagi dan ia ingin berdiri di atas kursi.

“Buk! Piss.. Hiya au naik.” (Buk! Please.. Mahira mau naik)

Mahirapun naik ke atas kursi meja makan dibantu oleh saya dan ia menggapai sikat giginya yang memang saya letakkan diatas meja makan. Agar setelah makan ia bisa ingat untuk sikat gigi. Alhamdulillah hari ini, ia menyadari untuk menggosok giginya seperti kakak (tayangan yang saya berikan sebelumnya). Ia pun menyikat giginya dengan semangat, walaupun gerakan menyikat giginya belum betul.

“Mahira anak Ibu hebat! Karena tahu harus sikat gigi setelah makan.” Ucap saya sebagai bentuk apresiasi.

Mahirapun semangat melanjutkan kegiatan menyikat giginya. MasyaAllah Tabarakallah…





#Harike14
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#onedayonepost




Lanjut Baca yuk.. >>>

October 16, 2018

Poin baru





DAY13-TantanganGameLevel

Pada #Harike13 Alhamdulillah hari ini Mahira begitu happy, kami bermain air bersama kemudian menggelar tikar di dekat Gudang. Saaya mengajaknya untuk melihat burung bangau yang terbang kembali ke utara dan juga bermain dengan bunga kamboja. Memperkenalkan Mahira dengan warna pink dan ia pun belajar menghitung jumlah bunga.
Ia begitu kooperatif sekali bahkan untuk diajak sikat gigi di malam hari setelah makan malam.  

Awalnya ia asyik berdialog dengan jangkring yang masuk rumah. Saya mengajaknya sikat gigi bersama, Mahira melihat saya menggosok gigi hingga selesai. Ia pun mengikutinya. Setelah selesai, saya meminta Mahira untuk mengizinkan saya membantunya menyikat giginya. Namun ia menolak.

“Hiya iyi buk! Isaa…” (Mahira sendiri bu! Bisa)

Kemudian saya biarkan ia menyikat giginya sendiri yang lebih mirip seperti memperlakukan permen lollipop. Akhirnya saya mencoba mengalihkan perhatiannya untuk kembali berdialog pada jangkrik dan memintanya kembali agar saya membantunya menyikat gigi. Alhamdulillah Mahira mau, iapun menurut sekali hari ini.

Setelah sikat gigi, kami belajar hijaiyah melalui Iqra milik Mahira dan saya buatkan untuknya flash card hijaiyah dengan bahan dasar kardus. Alhamdulillah hari ini Mahira begitu happy, makannya juga sudah kembali lahap. Benar adanya jika mood anak sedang baik maka segala hal akan terasa mudah untuk diterimanya. Dari tantangan game level2 ini, ada poin baru yang harus saya perhatikan yaitu menjaga mood Mahira agar tetap happy.



#Harike13
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#onedayonepost
#ODOP_6



Lanjut Baca yuk.. >>>

October 14, 2018

Mahira sikat gigi bersama Ibu






#Day11-TantanganGameLevel2

Pada #harike11 Mahira sikat gigi bersama Ibu. Ibu menggunakan brush baru dengan bulu charcoal yang bulu sikatnya soft. Mahira dengan sikat giginya yang bisa diubah menjadi mobil, ia dengan cekatan mengubah menjadi sikat gigi. Awalnya Ibu bantu seperti biasa, namun Mahira menolak dan ingin menyikat giginya sendiri. Kepercayaan terus saya berikan, sekalipun kekhawatiran itu tetap ada. 

Sayapun menyikat gigi didepannya agar ia terbiasa melihat saya menyikat gigi, visual ini menurut saya sangat membantu. Mengingat Mahira sangat suka meniru kegiatan saya.

"Uti, iyat. Hiya kat didi" (Uti lihat! Mahira sikat gigi) Begitulah show upnya kepada Eyang Utinya. MasyaAllah...

Ia sudah mulai berani menunjukkan skillnya, sekalipun baru memegang sikat giginya saja belum bisa cara menyikat gigi dengan benar.
Dengan penuh cinta Eyang Uti memberi apresiasi dan Mahira begitu senang sekali. Ia kembali kepada saya dan mencoba mencontoh gerakan menyikat gigi. MasyaAllah..

Teruslah belajar anakku... kelak gigi-gigi itu yang selalu terlihat ketika kau tersenyum untuk Ibu. MasyaAllah...






#Harike11
#bundasayang
#Ibuprofesionalsemarang
#melatihkemandirian
Lanjut Baca yuk.. >>>

October 13, 2018

Mahira semangat menyikat gigi sendiri







#Day10-TantanganGameLevel2

Pada hari ke-10 ini Mahira masih semangat untuk belajar menyikat gigi sendiri. Ia sekarang sudah ingin menyikat giginya sendiri. Terkadang saya rindu akan kebiasaan Mahira dulu, ia begitu menurut saat saya bantu menyikat giginya.

Bagian kemandirian ini rasanya menyisakan rasa gregetan, karena setiap dia menyikat giginya sendiri itu hasilnya tidak bersih. Sehingga saya melihat jelas perubahan warna pada giginya yang membuat saya khawatir.

Masih dengan dibersamai melalui cara ketauladanan. Hari ini Mahira juga saya perlihatkan secara dekat bahkan sengaja saya sikat gigi didepannya. Agar ia bisa mengikuti gerakan sikat tersebut. Ke atas ke bawah hingga kotorannya terangkat. Belum pada belajar berkumur namun Mahira sudah ingin mencobanya. Saya selalu sediakan dengan air mineral saja. Menghindari jika itu tertelan.

Masih dalam proses panjang membersamai Mahira belajar untuk menyadari kapan ia harus menyikat giginya. Bahkab setelah makan, Mahira belum bisa meminta untuk sikat gigi.

#Hari ke-10

#tantangan10hari
#BundaSayangBatch4
#IIP
#onedayoneposting
#ODOP_6
Lanjut Baca yuk.. >>>

October 12, 2018

Afirmasi positif melalui berbagai cara







DAY09-TantanganGameLevel2

Pada #Harike9 sekalipun kegiatan menyikat gigi bagi Mahira sudah berlangusng sejak giginya baru tumbuh, bahkan saat baby, gusi dan lidahnya saya bersihkan dengan silicon brush atau terkadang kain kasa dengan air hangat tapi afirmasi positif tetap berlangsung hingga sekarang.

Disamping sounding dan tauladan, saya juga memberikannya watching dari smart hafidz yang mengedukasi berupa nyanyian dengan kegiatan bada and friend menyikat gigi.

I wanna be clean so I brush my teeth
Up and down and underneath
I wanna be clean don’t you see
So, I brush my teeth because is good for me
Good for me
Brush..brush..brush..brush…

Begitulah sepenggal lirik yang membuat Mahira memahami bagaimana ia harus menyikat gigi, menggerakkan sikat ke atas dan bawah, menyikat seluruh bagian gigi yang sulit terjangkau.

Terkadang saya masih gemas untuk membantunya agar segera usai sikat gigi dan kotoran di giginya dapat bersih. Namun Mahira terus memekikkan: “Endiyi…endiyi..” yang asrtinya sendiri sambil mempertahankan sikat giginya di tangan.

Adegan berebut sikat gigi juga kerap terjadi, saya masih belum bisa memberikan kepercayaan sepenuhnya untuk ia menyikat giginya sendiri. Namun saya sadari jika itu salah. Maka jalan satu-satunya adalah terus memberi sounding, memperlihatkan ketauladanan dan afirmasi positif lainnya agar Mahira dapat menggerakkan sikat gigi sesuai dengan arahan dari saya.

Jika saat mencuci tangan saja bisa sekalipun saya harus bersabar lebih, dalam sikat gigipun saya harus bersabar lebih. Dalam kemandirian kali ini saya tidak mencapai goal yang besar seperti: Mahira dapat menyikat gigi sendiri. Namun jika Mahira sudah dapat menyadari kapan ia harus menyikat giginya pun saya akan sangat berbangga dan ini menjadi goal yang cukup luar biasa.

Hari kedua belajar menyikat gigi sesuai arahan tidak terlaksana dengan maksimal, Mahira masih ingin menguasai brush nya sendiri dan berlaku layaknya orang dewasa menyikat gigi namun tidak bisa. Besok saya akan mencontohkannya dengan video agar ia lebih bisa berlatih secara visual. Semoga berhasil..
Ibu terus semangat untuk membersamai Mahira belajar J





#Harike9
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#onedayonepost
#ODOP_6



Lanjut Baca yuk.. >>>

October 11, 2018

Saat si kecil menyadari kapan harus menyikat gigi






DAY08-TantanganGameLevel

Pada #Harike8 Mahira hari ini saya ajak silaturahmi ke rumah teman Mama. Kebetulan Mama saya sudah lama tidak jumpa temannya sejak beliau baru pulang ibadah haji bulan lalu. Begitu tiba disana, Mahira saya saya perlihatkan dengan kegiatan saya mencuci tangan sehabis berpergian. Ia pun dengan spontan meminta agar tangannya juga di cuci. MasyaAllah Tabarakallah..

Hari ini menjadi hari yang cukup pilu, karena Mahira dipaksa untuk makan coklat oleh teman Mama.

“Maaf Tante.. Mahira tidak makan coklat.” Tolak saya perlahan.

Namun dengan cekatan beliau membuka bungkus dan menyodorkannya pada Mahira.

“Tidak apa-apa, hanya sekali ini.” Saya coba jelaskan dengan tegas hingga akhirnya Mahira menangis, saya biarkan suara Mahira memekik telinga penghuni rumah sebagai bentuk ketegasan saya, bahwa tidak ya tidak. Agar orang tersebut tahu keputusan yang sudah saya ambil.

Sedih saja bahkan marah yang tertahan karena Mahira tetap merengek untuk meminta coklat. Saya coba lakukan komunikasi produktif pengalihan dengan makanan lainpun tidak bisa dan akhirnya Mahira tetap dipaksa untuk makan coklat tersebut. Saya tidak bisa apa-apa.

Ada sikap yang saya sangat jaga mengingat beliau adalah teman Mama, Mamapun marah dan menyampaikan ketidaksukaannya. 

Biasanya sebelum Mahira memakan coklat, saya harus adakan komunikasi produktif terlebih dahulu.  Sebagai bentuk belajar konsekuensi, misal cukup makan 1 bungkus coklat kecil, hanya boleh lihat bungkusnya saja. Kejadian tadi tanpa preparation dan  menyebabkan Mahira tantrum.

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan saya saat itu betapa hal yang saya jaga namun di porak porandakan begitu saja. Bahkan tidak ada intro saya di tanya “Apa Mahira boleh makan coklat?”

Namun hari ini saya sangat bersyukur, sangat bersyukur dan memahami kenapa kejadian ini menimpa saya. saya jadikan moment ini adalah jalan pembuka untuk saya mengenalkan bentuk kemandirian kedua setelah mencuci tangan sendiri, yaitu agar Mahira menyadari kapan ia harus menyikat gigi. 

Untuk proses menyikat giginya tentu masih saya bantu. Proses belajar mandiri, tidak serta merta mengartikan skill sebagai kemampuan yang berkaitan dengan motorik saja., apalagi usia Mahira yang baru menginjak 22 bulan. Kemandirian ini tidak ingin saya artikan sebagai agar anak cepat bisa semuanya sendiri. Namun saya mengartikan skill ini cukup luas dan game ini sebagai proses belajar. 

Bahkan jika Mahira mampu menyadari kapan ia harus sikat gigi, saya akan sangat bersyukur karena dari titik kesadaran kemandirian itu sendiri artinya ia sudah mengantongi potensi one skill. InsyaAllah, dengan bertambahnya usia, skill yang dimaksudkan secara  tersebut dapat ia praktekkan dengan baik.

Keadaan tadi adalah best a way untuk membuka  babak baru memberi pemahaman ke Mahira, kapan ia harus menyikat gigi. Kebetulan coklat yang dipaksa untuk dilahap Mahira tersangkut di gigi, sehingga ia merasa susah payah menelannya. Saya mengambilnya dengan tisu dan mengatakan jika sampai rumah Mahira harus sikat gigi. Mahirapun mengangguk dan meletakkan coklat tersebut. 

Ia menyuruh saya untuk menghabiskan coklatnya dan ia membuang sendiri bungkus coklat yang teman Mama letakkan di meja ke tempat sampah. MasyaAllah… Saya berusaha mengalihkan Mahira dengan mengajarkan warna dari bungkus -bungkus coklat tersebut. sembari saya mengatur ritme nafas saya dan meminum air putih seraya beristigfar.  Alhamdulillah Mahira antusias belajar dan tidak membuka bungkusan itu kembali.



Tiba di rumah, Mahira sengaja saya perlihatkan kegiatan saya menyikat gigi dan alhamdulillah dia juga mau untuk menyikat giginya. Mahira memang belum konsisten dalam sikat gigi, terkadang mau terkadang berontak. dengan belajar memunculkan kesadarannya, InsyaAllah Mahira akan menyadari kapan ia harus menyikat giginya. Amin..




#Harike8
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#onedayonepost
#ODOP_6


Lanjut Baca yuk.. >>>

Saat si kecil menyadari kapan harus mencuci tangan





DAY07-TantanganGameLevel2

Pada #Harike7 Saya ajak Mahira berkunjung ke salah satu pusat perbelanjaan. Kami membeli buah yang akan di bawa untuk bersilaturahmi ke kos-an adik saya (Tantenya Mahira). Saat tiba waktu ashar, kami melakukan ibadah sholat terlebih dahulu di mushola yang sudah disediakan. 

Mahira berjalan menuju kran terdekat dan meminta saya untuk membukakan kran, lalu ia pun mencuci tangan dan berwudu sebisanya. Kemudian ia mengikuti Utinya untuk melakukan gerakan sholat. MasyaAllah.. Tabarakallah..

Saat tiba dikos Tantenya, ia minta untuk mencuci tangan. Biasanya saya memang mencuci tangan jika habis berpergian. Memperlihatkan proses mencuci tangan seperti memberi afirmasi sikap yang dapat ia contoh kapan saja dan hari ini Mahira mencontohnya. Saya tidak pernah memaksa Mahira untuk bisa dengan one week one skill, namun perkembangan dari hari pertama hingga hari ketujuh ini sudah cukup luar biasa.

Saat kami makan buah bersama, kami juga senang saat Mahira mencari dimana tempat sampah berada, untuk membuang kulit buah yang menjadi produksi sampah kami hari ini. MasyaAllah…

Saat kami tiba kembali di rumah Eyang Uti, kami makan malam bersama. Mahira dengan piring nasinya di atas high chair, begitu sedap menyantap makan malamnya dengan tangan. Saat makan malamnya usai, Mahira meminta saya untuk mencucikan tanggannya. 

"Buk, uci angan" (Ibu cuci tangan)

Saat malam, kami mencuci tangan di kamar mandi atau wastafel dapur dan itu perlu bantuan orang dewasa untuk memutar kran karena posisi kran tinggi.


Kran yang biasa dipakai Mahira belajar mencuci tangan, letaknya cukup jauh jadi saat malam hari ia memang masih saya bantu untuk mmebuka krannya. Beberapa list penting yang disampaikan pada materi, saya ingin salah satunya mendesign rumah sesuai kepentingan anak. Jadi cukup saya syukuri, masih ada kran dalam bagian rumah ini yang ketinggiannya bisa dijangkau Mahira untuk proses belajar.

Goal kemandirian mencuci tangan untuk Mahira antara lain, ia dapat menyadari kapan harus mencuci tangannya, mencuci tangan dimana, dan seberapa tingkat bersih yang dimaksud, membuka dan menutup kran serta mengelap tangannya dengan handuk bersih atau lap bersih.

Alhamdulillah dalam goal proses belajar mencuci tangan ini, Mahira sudah bisa menyadari kaoan ia harus mencuci tangannya, sekalipun terkadang masih harus diingatkan. Mahira sudah tahu dimana ia harus mencuci tangan (tempat yang ada krannya), dengan tingkat kebersihan ala Mahira yang masih dibantu saya. Membuka dan menutup kran (dengan model kran handle yang sederhana) dan terakhir alhamdulillah Mahira mau mengelap tangannya saat basah sehabis mencuci tangan.

Proses belajar ini masih berlanjut lagi, namun besok InsyaAllah Ibu akan ajarkan skill lain yang tentunya Mahira sangat perlukan kedepannya. Bismillah..





#Harike6
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#onedaypnepost
#ODOP_6



Lanjut Baca yuk.. >>>

October 9, 2018

Anak adalah peniru ulung



DAY06-TantanganGameLevel2

Pada #Harike6 Alhamdulillah Mahira memang sudah cukup pandai jika makan sendiri. Sering kali ia menolak jika disuapi. Di atas high chairnya ia senang melalukan eksperimen seperti menggunakan krupuk sebagai sendok makannya, ataupun menggunakan supit untuk menusuk makanan yang bisa ia nikmati dalam sensasinya saat makan.

Kemampuannya untuk bisa makan sendiri sudah terlihat sejak empat hari saat awal MPASI. Mahira meraih sendok yang aku pegang dan ia merengek untuk memegangnya sendiri. Kemudian ia mencoba mengikuti gerakan tanganku dengan menyendokkan makanan ke dalam pure manga dan memasukkannya ke dalam mulut.

Pada suapan kedua sendoknya mengenai gusi dan ia menangis. Sejak saat itu saya mengganti sendoknya, namun ia lebih nyaman menggunakan tangan. Saya memang mixing antara SF dan BLW, sesuai mood Mahira saat makan. Namun saat menjalankan BLW, jangan ditanya. Tidak hanya tangan yang harus dicuci, bahkan banyak properti yang harus saya cuci. Dari mulai high chair, lantai, bibs, hingga seringnya Mahira harus mandi dan berganti pakaian.

Dalam hal meniru, anak adalah peniru ulung. Mesin fotocopy tercepat yang membuat saya lebih berhati-hati dalam memerankan suatu sikap kepadanya. Kebiasan mencuci tangan yang benar sesuai standar kesehatanpun harus dicontohkan dengan benar. Bisa jadi anak-anak cuci tangan sembarangan juga karena apa yang ia lihat demikian.

Alhamdulillah pada hari keenam, Mahira sudah mulai bisa mengikuti contoh yang saya ajarkan. Ketika tadi siang makan dengan tangan dan tangannya begitu lengket, ia meminta untuk turun dari high chair dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci tangan. Di bawah kran yang handlenya cukup tinggi, Mahira mengikuti arahan saya dengan monggosok-gosok punggung tangannya. Namun ia hanya melakukan pada tangan kirinya (Dengan menggunakan tangan kanannya), saat saya perintahkan untuk bergantian. Mahira masih terlihat kesulitan.

Namun proses belajar mencuci tangan sendiri, saya nilai sudah mengalami peningkatan yang cukup baik. Sebelumnya saya selalu mencucikan tangannya. Materi kemandirian pada anak ini menggugah saya untuk melatihkan kemandirian Mahira dalam mencuci tangannya sendiri. Semoga dari hal yang kecil tapi penting ini, Mahira dapat segera beradaptasi dan saya akan mulai kenalkan kemandirian yang akan saya latih selanjutnya.
Semoga dimampukan. Amin.




#Harike6
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#onedayoneposting
#ODOP_6


Lanjut Baca yuk.. >>>

October 8, 2018

Lebih baik membaca satu bab dua kali





DAY05-TantanganGameLevel2

Pada #Harike5 hari ini Mahira masih dibantu Ibu untuk mencuci tangan. Kadang kala Ananda begitu antusias namun hari ini tidak terlalu antusias dalam mencuci tangan. Ibu saja yang mencucikan, begitu signal yang Ananda berikan.  Namun Mahira sudah membiasakan diri mengelap tangan dengan handuk  kering selepas mencuci tangan dan meletakkan handuknya kembali di jemuran. Sekalipun posisi meletakkannya belum begitu rapi, saya sangat mengapresiasi kemandirian Mahira mengembalikan handuknya ke tempat yang sesuai. MasyaAllah…

Saya sangat memahami bahwa proses belajar tidak ada yang instan. Butuh waktu dan kesabaran saat membersamai anak menuju kemandirian dalam beberapa aktivitas sehari-hari (proses belajar) Saya juga bukan tipe yang mengajarkan beberapa poin dalam satu waktu, saya ingin proses belajar lebih fokus dan dengan pengulangan hingga ilmu tersebut terserap dengan baik. Kecuali dalam usia tertentu beberapa anak ada yang senang belajar dengan  ritme yang cepat.

Papa saya pernah bilang ke saya saat menjelang UTS Semester pertama saat kuliah dulu, lebih baik membaca satu bab dua kali dari pada membaca dua bab satu kali.  Kemudian  nasihat itu memang saya terapkan dalam diri saya sendiri dan saya  mengadopsinya untuk proses belajar bersama Mahira. Alhamdulillah Mahira adalah anak yang sangat suka belajar. MasyaAllah..  untuk beberapa poin kemandirian bahkan saya tidak mengajarkan Mahira mampu mencontoh dengan sangat baik dari perilaku sehari-hari role model di rumah. MasyaAllah..

Contoh saja, membuang sampah, mengambil daun kering dan dikumpulkan sebagai sampah, mengelap sesuatu jika ada yang tumpah atau menyapu jika ada yang kotor, Mahira juga selalu mengambil makanan yang jatuh agar tidak mubazir, membantu aktivitas saya menjemur pakaian kecil dan menawarkan bantuan.

“Ibuk, hiya antu” (Ibu Mahira bantu)

“Mau antu.” (Mau bantu)

Sayangnya hal sepele seperti mencuci tangan belum menjadi perhatian Mahira, karena ternyata selama saya melakukannya tidak melibatkan ia untuk melihat saya mencuci tangan. Jadi hari ini saya melibatkan ia untuk mencuci tangan dan juga sikat gigi. Semoga dengan ia melihat, ini akan menggugahnya untuk meniru atau mencontoh sehingga kemandirian yang saya ajarkan cepat terlaksana dengan baik oleh Ananda. Aamiin…




#Harike5
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#onedayonepost
#ODOP_6



Lanjut Baca yuk.. >>>

October 7, 2018

Mahira belajar mencuci tangan-Day04





DAY04-TantanganGameLevel2

Pada #Harike4 saya mengulang untuk mencontohkan pada Mahira bagaimana menggosok punggung tangan saat mencuci tangan. Mahira masih belum bisa, namun ia mencoba melemaskan ototnya untuk memasrahkan tangan mungilnya dibantu untuk dicuci tangan. Mahira menyimak dengan baik sambil terus membuat lagu dengan lirik yang masih belum jelas. MasyaAllah…
“Begini Mahira, tangan kanannya di gosok dengan tangan kiri dan tangan kiri di gosok dengan tangan kanan, supay abekas kotoran di tangan hilang.” Saya berusaha memberi contoh sambil menjelaskan.

Hampir setiap moment cuci tangan dalam sehari terjadi berkali-kali, saya masih terus membantunya untuk dapat menciptakan habit yang cukup penting ini. Karena kebersihan adalah sebagaian dari iman.

Dalam membersamai Mahira dalam proses mencuci tangan saya tidak selalu bisa sabar, mengingat baru selesai mencuci tangan Mahira kembali lagi memegang benda yang meninggalkan noda ditangannya. Bagi saya proses mengajari Mahira belajar juga melatih saya bersikap sabar dalam proses belajar. MasyaAllah…



#Harike4
#Tantangan10hari
#GameLevel2
#KuliahBundaSayang
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional



Lanjut Baca yuk.. >>>