March 28, 2019

Day 01- Mahira with Animal Flash Cards

Bismillah…

Alhamdulillah.. Libur semester telah usai. Setelah bergelut dengan adaptasi ritme baru pasca moving, kami sangat senang bisa kembali menerima materi baru dari kelas Bunda Sayang. Materi pada game level 7 kali ini yaitu Semua Anak Adalah Bintang.

Tantangan kali ini cukup unik, jika tantangan sebelumnya begitu spesifik pada tema tertentu namun tantangan game level ini. Home Educator yaitu kami sebagai orangtua dituntut untuk mengobservasi kemampuan anak dalam 4 ranah.

Ranah tersebut adalah Ranah hubungan inter personal, Ranah hubungan dengan sesama, ranah hubungan dengan change factor dan ranah hubungan dengan Tuhan atau spiritual.

Keempat ranah tersebut pada dasarnya saling berkaitan erat, namun tugas kali ini cukup menarik. Karena setelah kita mengamati aktivitas anak yang membuat matanya berbinar-binar dalam kehidupan sehari-hari. Kita juga temukan dan catat kekuatan anak-anak dalam aktivitas tersebut.Dan finalnya kita kemas dengan membuat proyek terkait kegiatan yang membuatnya berbinar.
So untuk mengawali tantangan kali ini, saya mengajak Mahira anak saya untuk melakukan sebuah permainan seru.

Day 01- Animal Flash Cards

Mahira berpikir saat melihat saya menjejer flash card animalnya di lantai. Dia bertanya untuk apa? Saat saya memberikan aturan permainannya, ia mendengarkan dengan baik. Ia menyimak apa yang saya sampaikan dan duduk pada tempat yang di sepakati. 

"Jadi Ibu minta Mahira mendengarkan Ibu cerita, nanti saat hewan yang Ibu ceritakan disebut Mahira ambil gambar hewannya ya?" 

"Iya Ibu, Oke." Jawabnya begitu penuh semangat.

Saat permainan berlangsung, ia begitu berhati - hati melangkahkan kakinya, mencari hewan yang dimaksud dan mengambilnya. Ekspresinya begitu happy, tiap mimiknya berbeda mewakili bagaimana cerita yang saya buat. Masyaallah.

Mahira juga mengikuti saat saya mengucapkan hewan tersebut dengan bahasa Inggris, sehingga dalam permainan kali ini ia juga belajar memperbanyak kosa katanya dalam bahasa Inggris. Kemudian saya juga menanyakan secara spontan, "Siapa yang menciptakan Kuda ya?" 

"Allah" Jawab Mahira.

Iyapun dengan spontan mengecup gambar Kuda yang dipegangnya, katanya Mahira sayang ciptaan Allah. Mahira sayang Ibu juga. Masyaallah.
Seketika saya semakin antusias memikirkan jalan cerita dalam permainan ini agar lebih seru lagi hingga ia mau berhenti saat Omnya datang dari luar kota.

Note:
  • Ide bermain: Ibu Mahira
  • Alat yang digunakan: animal flash cards, nampan (sebagai wadah animal yang berhasil dikumpulkan)
  • Cara bermain: Ibu atau ayah memberikan aturan bermain, menyebutkan keseluruhan nama hewan sambil menata di lantai, menceritakan sebuah cerita berantai dengan menggunakan hewan yang ada di flash cards, anak memungut hewan yang disebutkan dalam sebuah cerita, kembangkan berbagai ide dengan menyampaikan informasi/pengetahuan lain sekaligus pertanyaan sebagai sikap komunikatif, ajak anak bermain dengan seru dan amati potensi kekuatan anak.
  • Bahasa bakat hasil observasi: Achiever, Belief, Communication, Ideation.
Keterangan potensi kekuatan anak: 

  1. Achiever,
  2. Belief, 
  3. Communication, 
  4. Ideation.

Tujuan permainan:
1. Anak berlatih untuk berkonsentrasi mendengarkan perintah/cara/ aturan
2. Anak berlatih gambar yang dimaksud oleh orang lain
3. Anak mengenal ciptaan Allah selain manusia dll



Dari berbagai tujuan tersebut, muncul berbagai sikap yang menjadi catatan saya dalam kegiatan kali ini. Saya coba mengemasnya hasil observasi tersebut dalam jurnal yang sudah disediakan oleh Tim Fasilitator Bunsay.




#Tantangan10Hari
#Level7
#KuliahBunsayIIP
#BintangKeluarga
Lanjut Baca yuk.. >>>

Day 17- Big and Small

Alhamdulillah.. Final day. Hari ini Ibu masih sibuk unpacking barang-barang. Mahira membantu ibu memasukkan buku-bukunya ke dalam rak.

Tanpa disadari ia mengelompokkan buku-bukunya yang kecil terpisah dengan buku-bukunya yang besar. Masih sama dengan bentuk persegi saya mencoba mengingatkan ya kembali sekaligus memperkenalkan kepadanya besar dan kecil.
Ukuran yang paling sederhana untuk diketahui oleh Mahira.

Konsep besar kecil ini saya aplikasikan pada benda lain hingga makna besar kecil tersebut dapat ia pahami dengan baik.
Mahira mengikuti saat saya mengucapkan small, big, kecil dan besar. Ia berusaha menerapkan pada hal lain seperti gajah itu besar Ibu. Semut kecil. Dll.

Masyaallah…

Lanjut Baca yuk.. >>>

Day 16- Counting the Eeg’s

Alhamdulillah memasuki hari ke 16, saya masih bisa menemani Mahira bermain sambil menstimulasi math logisnya.

Kebetulan sekali ia sedang messy time dengan mrngacak-acak mainannya di ruang tengah. Dengan spontan saya meminta ia menghitung jumlah telur yang berserakan.

Seolah saya ingin membeli telurnya, misal menyebutkan 3. Maka Mahira pun mengambil 3 telur tersebut ke troli untuk dibayar oleh saya. Begitupula keaadan ini bisa saya maksimalkan bagi dia menggunakan waktu sebaik mungkin.

Jadi sambil membereskan mainan, ia pun asyik berhitung. Sesekali ia menggunakan bahasa inggris yang baru ia bisa sampai angka delapan (eight).

Mahira sangat antusias memunguti telur-telur tersebut sesuai arahan saya. Dengan happy akhirnya semua tempat yang terlihat berantakan kembali rapi dan ia mendapatkan good poin karena mengisi kegiatan sebaik mungkin.

Lanjut Baca yuk.. >>>

Day 15- Shape 2 (Mengenal Persegi)

Pada hari kelima belas, saya disibukkan dengan aktivitas packing. Mengingat kami harus pindahan diminggu menjelang game level 6 berakhir. Mahira sangat antusias membantu sekalipun itu justru membuat pekerjaan saya semakin lama untuk selesai, namun keaktifannya ini saya manfaatkan untuk lebih mengenal shape.

Kali ini shape yang akan saya kenalkan adalah persegi. Mahira saya kenalkan bangun bentuk ini melalui benda yang ada disekitar kami.

Ada puzzle, bantal persegi, meja,keramik dan benda-benda lain yang merepresentasikan persegi. Mahira turut mengikuti saat saya mentrace sisi kanan kiti persegi yang memiliki sifat sama sisi.

Lanjut Baca yuk.. >>>

March 8, 2019

Connection Time Out antar pasangan?



Sore ini mendung masih bergelayut manja, berteman green thai tea. Aku duduk menghadap laptop dan mencoba mengakses salah satu link dalam kegiatan searchingku kali ini.

“Ahh… Bad Signal!” Gerutuku sampai terdengar oleh sosok pria di sampingku.

 “Masa sih?” responnya seraya meraih tetikus yang sedang aku pegang.

Secara tidak sengaja jemari kami bertemu dan bola mata kami sejenak bertatap. Ia berkerling genit dan aku tidak menggubrisnya sama sekali. 

Fokusku masih pada laptop hitam hadiah dari pria di sebelahku ini.

“Waah.. Iya nih signalnya lagi nggak bagus.” Timpalnya sesaat setelah berusaha mengakses link yang kumaksud.

“Aku bilang apa?” selorohku dengan senyum yang pelit.

“Emang kamu bilang apa sih?” tanyanya lagi membuatku begitu gemas dengan tingkah pria satu ini.

“Aku bilang…..” Kemudian aku mengetik pada address bar. Sebuah tulisan yang tak diduganya.

Suam, aku sayang kamu!


Sejenak ia menatapku, aku melihat matanya berbinar.

“Kalau saja di area yang tepat, kecupan ini sudah mendarat dengan baik di pipimu.” Ujarnya kepadaku.

Aku terpingkal melihat raut wajahnya yang menahan gemas melihatku, kemudian aku berlalu menyeruput minuman hijau di depanku dan kembali mencoba mengakses internet.

Pria di sampingku ini adalah suamiku, suami yang menyuarakan dirinya sebagai pria penuh pengertian karena sering kali membiarkanku meraih kemerdekaan me time. 

Nyatanya hal tersebut fakta, ia memang pengertian dan karena sikapnya tersebut kejutan-kejutan kecil seperti tadi menjadi senang untuk aku lakukan padanya.

Berumah tangga merupakan ibadah yang membutuhkan waktu begitu panjang. Panjangnya waktu itu tentu menemui berbagai suasana yang tidak selalu tampak baik. Bagi kami salah satu ikhtiar menjaga suasana adalah dengan membangun romantisme antar pasangan.

Romantisme itu punya alanya masing-masing. Tidak selalu harus saling berbagi suatu benda sebagai hadiah, bersikap baik antar pasangan bahkan memanfaatkan benda yang ada sebagai media membangun romantisme antar pasangan juga merupakan hadiah yang bisa sangat berkesan untuk pasangan. 

Terkadang simple think yang luput bisa menjadi sangat romantis untuk sebagian pasangan, contoh yang aku lakukan adalah membantunya menekuk celana yang terlalu panjang, membenarkan rambutnya saat terlihat berantakan, membantunya mencari sesuatu yang sedang terburu harus ditemukan atau memberinya kesempatan untuk berbicara dan memosisikan kita hanya sebagai pendengar serta memberinya waktu me time. 
Begitupula semua ikhtiarnya untukku yang aku labeli sebagai romantisme ala-nya.

Romantisme tersebut akan terus kami bangun, untuk membentuk suasana yang menyenangkan antar pasangan. Walaupun sesekali kami meributkan suatu hal tak menjadi soal untuk kembali connection. Romantisme bagi kami adalah bumbu pemanisnya saja, hal utama yang kami upayakan adalah good communication

Good communication di tambah romantisme dapat mencegah Connection Time Out antar pasangan.


Suamiku berbalik menuju tempat order, sepertinya ia menanyakan sesuatu kepada kasir. Kemudian ia kembali dengan melihat struk orderan kami. 

Berkali-kali aku mencoba mengakses alamat web, namun keterangannya Connection Time Out terus menerus. 
Beberapa menit setelah itu, wajah kesalku berakhir seketika suamiku kembali meraih tetikus dan mengganti connection internetnya dengan wifi tea shop tempat kami me time. 

"Connection!"

"Alhamdulillah... Terimakasih sayang." Ucapku sambil menatapnya berbinar. 

Tak terpikir olehku saat itu untuk menggunakan jaringan wifi tea shop, hingga ia kembali berseloroh kepadaku.
Untuk memblurkan kebodohanku sore itu aku berkata,

"Aku sebenarnya tahu, hanya saja aku memberimu kesempatan untuk membantuku." Ucapku dengan pedenya.

Lucunya, suamiku percaya dan aku kembali terpingkal atas sikapnya. 

"Stay connection with your partner, create a special moment with the good communication and a little more romance." 
(Akmala Maulida)


#rumbellmips
#tantangantema1
#idemenulisdarifoto

Lanjut Baca yuk.. >>>