February 12, 2019

Day05-Membacakan Buku (Stimulasi 3)





Alhamdulillah memasuki hari kelima kali ini, saya memberikan kegiatan yang tidak asing lagi yaitu membaca buku. Bagi saya membaca buku adalah media yang memiliki pengaruh cukup besar pada anak. Apalagi buku tersebut di dukung dengan ilustrasi yang bagus. Sehingga visualisasi dari buku tersebut dapat diimajikan oleh anak dengan baik dan benar.
Misal saja kita ke book store banyak sekali buku bertajuk math yang memiliki kemasan bermacam-macam. Bahkan ada tower book, soft book, taouch book, sound book dan banyak lagi lainnya. 
Mahira dari awal memang saya kenalkan pada hijaiyah. Jadi seringnya saat melihat angka, dia dengan spontan menyebutnya sebagai a ba ta tsa dst. Kini diusianya yang menginjak 25 bulan ia sudah dapat menyebutkan angkat hingga 17. Masyaallah. Namun ia belum mengenali dengan baik bentuk angka yang di maksud. Bukan berarti saya mengabaikan itu, ataupun memaksanya memahami bentuk angka yang saya maksud. Dalam periode ini, saya hanya mengenalkan konsep jumlah secara sederhana, dengan melakukan perhitungan tersebut.
Softbook mengenal angka dengan jumlah objek
berbahasa Inggris dan Indonesia. Buku Mengenal angka
dengan bantuan daya imaji. Misal dua diibaratkan
seperti bebek.
Satu,
Dua,
Tiga,
Empat,
Lima,
Enam,
dst.
Kemudian menjadikan buku sebagai media untuk menemani penyebutannya itu. Tak jarang juga banyak buku yang sebenarnya tidak ada unsur mathnya namun bisa kita maksimalkan untuk memperkenalkan math dalam buku tersebut. Misal saja, jika ilustrasinya penuh dengan konsistensi gambar suatu benda atau apa. Kita bisa menyuruh anak untuk menghitung jumlah benda tersebut dan kembali merangkai cerita, diiringi lagu yang berkaitan dengan math.
Saya yakin sekalipun tidak dipaksa, anak-anak akan bisa dengan sendirinya. Tugas kita hanya menstimulasi agar kemampuan berpikir logisnya berkembang terus lebih baik. Salah satunya adalah dengan membacakan buku.



Saat membacakan buku, kita bisa libatkan anak-anak dengan pengajuan pertanyaan terkait objek.
Bisa ajukan pertanyaan terkait jumlah dan konsep math lainnya.



#harike5
#Tantangan10hari
#Level6
#BundaSayangIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic
Lanjut Baca yuk.. >>>

February 10, 2019

Day 04- Gerak dan Lagu (Stimulasi 2)




Selain bermain spontan, untuk menstimulasi kecerdasan matematika logisnya adalah dengan Gerak dan Lagu. 
Gerak dan lagu adalah cara sederhana mengembangkan kecerdasan matematika dan logika Balita. Beberapa syair lagu anak-anak yang diciptakan, juga berisi konsep angka dan berhitung. Seperti, lagu satu dua tiga empat…, lagu satu-satu aku sayang Ibu…, satu ditambah satu sama dengan dua…, dan kita bisa membuat lirik sendiri yang begitu mengasyikkan.
Seperti halnya hari ini, kami mengajak Mahira berpetualang. Dalam petualangan kami, kami melakukan banyak aktivitas yang tentunya tidak terlepas dari Matematika di sekitar kita. Sangat menyenangkan sekali, tinggal bagaimana kita mengemas dan menyajikannya untuk Mahira. 
Misal saat kami dalam mobil, setelah berdoa biasanya saya mengajaknya bernyanyi. Lagu yang saya pilihkan pun tidak terlepas dari konsep math logis seperti wheels on the bus, mommy finger, little monkey jumping on the bed, five little friend, five little duck dll bahkan lagu seperti balonku, pelangi, bisa kita jadikan cara untuk menstimulasi math logic. 
Saat dalam area wisata, saya seringnya kondisional membuat lagu yang mana Mahira akan ikut berdendang dan seringnya ikut membuat lagu juga. Ia akan bergerak dan saya akan mengarahkannya untuk melompat, menghitung langkah, berjalan maju mundur, dsb kita bisa sesuaikan dengan apa yang ingin kita sampaikan. Selama anaknya sehat, happy, kooperatif Insyaallah semua materi yang kita sampaikan akan sennag untuk ia terima. 
Mahira sedang naik kereta gantung
tuuuut...tuuut...tuuut...
ayo coba kita hitung....
Satuuuu...
Duaaaaa...
Tigaa...
Begitulah kurang lebih penggalan lagu yang kadang saya mengarang secara spontan.Mahira tetap menikmatinya bahkan ia suka menagihnya. Ayooo Ibu nyanyi. Masyaallah...
Seru sekali kita bisa bermain dengan fun namun juga belajar. Melalui hal sederhana yang ada di sekitar kita. Banyak cara lain untuk menstimulus kecerdasan matematika logis anak. Nantikan besok yaa....

#harike4
#Tantangan10hari
#Level6
#BundaSayangIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic

Lanjut Baca yuk.. >>>

February 9, 2019

Day03-Bermain Spontan (Stimulasi 1)



Ada banyak cara sederhana dalam mengembangkan kecerdasan Matematika dan Logika Balita. Insyaallah setiap harinya akan saya share satu per satu ya. Berikut merupakan latihan atau cara menstimulasinya:
Pertama, Bermain Spontan. Ketika anak sedang bermain, juga merupakan kesempatan untuk menemani dan mengajak anak berhitung secara spontan. Contohnya, seperti hari ini Mahira melakukan perjalanan ke Kota tua dengan commuter. Saat melihat Commuter tujuan lain melintas, dengan refleks ia menghitung gerbong yang ada. Sekalipun itu masih membutuhkan bimbingan agar jumlahnya tepat, namun Mahira sudah mulai memahami konsep  jumlah. Bahwa gerbong commuter terdiri dari sekian gerbong. Masyaallah. 
Kesempatan itu saya gunakan untuk menstimulasi matematika logisnya, misal menghitung jumlah pagar pencil yang ada di area tunggu. Kebetulan ada banyak warna pencil yang bisa diajarkan kepada Mahira. Seperti halnya Math Around Us, dalam perjalanan kali ini banyak hal bermain spontan yang begitu seru dan mengasyikkan. 
Misal saat melihat tiang listrik, pohon, sepeda di kota tua Mahira dengan pemahaman konsep jumlahpun reflek menghitung. Saya jadi sangat bersemangat untuk mulai mengenalkan Mahira pada konsep lain dalam game level ini. 


#harike3
#Tantangan10hari
#Level6
#BundaSayangIip
#ILoveMath
#MathAroundUs

#Thinklogic

Lanjut Baca yuk.. >>>

February 8, 2019

Day 2- Mathematics is the key to opportunity



Matematika adalah kunci ke arah peluang-peluang.

Mata pelajaran Matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali mereka dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan bekerja sama. Dengan belajar matematika, kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif dan aktif. 

Ada banyak manfaat Matematika untuk ilmu pengetahuan lain dan juga untuk kehidupan, misalnya:
  • Kombinasi (Statistika) bisa digunakan untuk mengetahui banyaknya formasi tim bola voli yang bisa dibentuk.
  • Aritmatika hampir digunakan setiap hari, yaitu untuk hitung-menghitung.
  • Geometri bisa digunakan para ahli sipil karena geometri salah satunya adalah membahas tentang bangun dan keruangan.
  • Aljabar bisa digunakan untuk memecahkan masalah bagaimana memperoleh laba sebanyak mungkin dengan biaya sesedikit mungkin.

Mungkin dengan logika Matematika juga bisa membantu untuk berpikir logis, tapi tentu saja bukan hanya Matematika saja yang bisa membantu dalam berpikir logis.
Pentingnya matematika memberi perhatian khusus kepada banyak orang untuk terus belajar dan berusaha memahami matematika baik secara teoritis ataupun logis. Dalam game level ini saya hanya bertugas untuk menstimulus Mahira dalam matematika logis. Dengan harapan kelak ia dapat mengembangkan pola pikirnya dengan logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif untuk dapat menyelesaikan setiap problem yang ia temukan.
Stimulus tersebut pada hari pertama saya mulai dengan menggunakan media menggambar jari untuk membantu ia mengkorelasikan jari dengan cara berhitung sekaligus mengenalkan warna, lagu yang semuanya dikorelasikan dengan math. Hari ini masih dengan tema yang sama, mengenalkan warna yang dikorelasikan pada Math, namun lebih pada gaya belajar kinestetik. Seru sekali.
Kami belajar di kids station, di track interior toko. Mahira mengikuti tiap strip yang mirip seperti angka satu dan ia pun mengikuti tiap strip tersebut. Saya membantunya menyebutkan warna dan ia begitu sangat senang.
Pada area playdoh, saya membantunya untuk mengenal kegiatan sensori yang menyenangkan. Kami bisa membentuk playdoh menjadi berbagai bentuk makanan dan juga angka-angka. Seperti mie yang panjang seperti angka satu. Tidak banyak angka dulu, sedikit dan berulang akan memudahkan ia mengingat dengan kuat. 
Alhamdulillah Mahira happy sekali dan karena respon Mahira yang antusias jika bermain math dengan gaya belajar kinestetik. Maka saya akan lebih mengenalkan Math Around Us. Untuk menyemangati diri saya sendiri, saya pegang kunci yang juga pernah disampaikan oleh NRC (National Research Council) that Mathematics is the key to opportunity.
SEMANGAAATTT!!!






#harike2
#Tantangan10hari
#Level6
#BundaSayangIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic

Lanjut Baca yuk.. >>>

February 7, 2019

Day 01- High Five


Rasanya ingin melakukan High Five dengan Howard Gardner.
Siapa sih Howard Gardner itu? 
Jika kita searching mengenai Matematika Logis makan tak sedikit muncul tokoh pendidikan dan psikologi terkenal yang mencetuskan teori tentang kecerdasan majemuk atau multiple intelligences. Ya bukan lain adalah Howard Gardner atau Antony Wilker.

Lalu apa korelasinya?
Baca terus tulisan saya hingga selesai ya... :)

Memasuki Tantangan Game Level #6 rasanya begitu penuh syukur. Artinya sudah memasuki setengah tahun saya berperan sebagai pelaksana materi kelas Bunda Sayang. Semua adalah peran serta Allah dalam memampukan saya untuk terus konsisten hingga tangga ke enam ini bersama Ibu-ibu hebat lainnya di luar sana. Semoga Allah selalu mampukan saya. Doakan ya!

Pada tangga keenam ini, saya memasuki materi game level #6 yaitu Menstimulasi Matematika Logis pada Anak. Mungkin banyak yang bertanya.
Lalu apa sih Matematika Logis itu? 
Apa pula pentingnya?

Baiklah... Saya akan coba menjelaskan dengan semudah mungkin dan sebisa saya. Haha..
Mungkin saja anak kita sangat bersemangat ketika melakukan permainan yang berhubungan dengan angka, urutan dan perbandingan tetapi sangat mudah bosan saat belajar? Atau bisa jadi anak kita akan sangat bersemangat saat melakukan pembelajaran sambil bermain?
Nah...Hal tersebut sangat memungkinkan terjadi pada anak-anak dan ada opsi lain dalam mempelajari Matematika. Inilah yang sering disebut dengan Matematika Logis. Karena anak yang demikian bersemangat dalam permainan yang berhubungan dengan math namun kurang mampu memahami melalui proses belajar maka bisa jadi anak tersebut memiliki kecerdasan logis matematika yang tinggi, ia akan lebih senang melakukan pembelajaran sambil bermain.
Gardener sendiri membagi kecerdasan anak dalam 8 aspek kecerdasan, antara lain:
  1. Linguistik, 
  2. Logika matematik, 
  3. Visual dan spasial, 
  4. Musik, 
  5. Interpersonal, 
  6. Intrapersonal, 
  7. Kinestetik, 
  8. Naturalis.    
Salah satunya, kecerdasan logis matematik ini adalah seseorang memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah. Ia mampu memikirkan dan menyusun solusi jalan keluar dengan urutan yang logis masuk akal. Mulai dari menghitung, mengukur, dan menyelesaikan hal-hal yang bersifat matematis. Daaannn... kecerdasan logika matematika lah yang sering dipandang dan dihargai lebih tinggi dari jenis-jenis kecerdasan lainnya. 



Mengingat pentingnya Matematika dalam kehidupan sehari-hari, saya dulu di nasihati Papa saya. beliau menuturkan, "Matematika sangat lekat dengan kehidupan kita, bahkan tiap aspek kehidupan selalu terkait dengan Matematika. Contoh saja bentuk meja, bentuk cermin, bentuk ubin, pintu, jendela, semua memiliki ukuran, jika tidak ada Matematika bagaimana seorang tukang dapat mengukur kayu agar pas saat menjadi pintu." 
Dan banyak lagi contoh lain yang Papa sebutkan sebagai motivasi saya kala itu agar bersemangat dalam belajar Matematika. 
Terlepas dari bagaimana proses saya mengenal  Math yang begitu panjang ceritanya. Saya ingin sedini mungkin menstimulus Mahira dalam kemampuan Matematika Logisnya. Melalui banyak hal yang seru yang mengantarkan ia pada cara berpikir yang logis, sistematis, kreatif, analitis, kritis sehingga kelak akan memberi manfaat untuk kemudahan hidupnya untuk menemui solusi dalam menghadapi berbagai masalah. InsyaAllah. 
Menstimulasi Matematika Logis pada anak 
Pada Day 01 saya memilih membuat DIY sederhana hasil dari ide Mahira sendiri. Awalnya ia ingin mewarnai, namun tiba-tiba ia ingin mengecap jarinya di buku. Langsung saja saya menampung idenya tersebut sebagai sebuah stimulus pengenalan matematika logis yang tidak jauh dari dirinya. Bahkan menggunakan anggota tubuhnya yaitu: Jari
Jari-jari ini alat bantu berhitung yang tidak bisa dipandang remeh, tentu Allah sudah mendesign sebaik  mungkin beserta kegunaannya yang luar biasa. Bahkan tak jarang hingga sekarang orang dewasa menggunakannya untuk membantu berhitung.
Berawal dari jari tersebut, saya melakukan high five dengan Mahira dan Ayahnya, kemudian bernyanyi:
Daddy finger, daddy finger, where are you?
Here I am, here i am. How do you do?
Mommy finger, mommy finger, where are you?
Here I am, here i am. How do you do?
Kamipun menyanyikannya hingga selesai. Kemudian High Five lagi dan kembali membuat kerangka jemarinya dalam drawing book. Mahira sangat bersemangat. 
Ibu bertugas mewarnai, Ayah menggunting, Mahira membantu Ibu menempel potongan finger ke dinding. Dengan cekatan Mahira mengambil pensil warnanya dan mencocokkan warna sesuai gambar finger yang ada di dinding. MasyaAllah Tabarakallah..
Dengan mudah ia mencocokkan warna dna kemudian menghitung jumlah jari Ayah dan Ibu serta jarinya dan juga jari pada gambar. Mahira terus belajar menyebutkan angka, kini ia sudah bisa memasuki angka tujuh belas. MasyaAllah Tabarakallah..
Sesekali saya menyanyi mengenalkan warna. Mahira dengan semangat menyebutkan warna-warna yang disebutkan saya dalam nyanyian. Ia begitu happy sekali. Alhamdulillah.



#harike1
#Tantangan10hari
#Level6
#BundaSayangIip
#ILoveMath
#MathAroundUs
#Thinklogic

Lanjut Baca yuk.. >>>