November 30, 2018

Day 02-Kegiatan bersama kakak-kakak di Asrama Mizan






Day02- Tema: Unboxing wooden toys


Pada hari kedua Family Project game level 3, kami kondisional memilih tema tersebut karena memang paket harus kami buka. Paket tersebut berisi rocking horse milik Mahira hasil custom saya ke pada ownwer. Saya dibantu owner untuk mendesignkan permintaan saya dan setalah kami buka memang sesuai ekspektasi. First Impression adalah like it, finising rapi banget dan alus.

Reaksi awal Mahira adalah melihat dengan seksama apa yang sedang ada di hadapan Ayahnya. Ia menanti Ayah membukanya dan terus menanyakan “Apa itu?” hingga sayapun mengajaknya berdialog. Mahira sangat senang, jika perhatian kami tertuju padanya dengan di ajak berdialog. 

Sayapun akhirnya mengenalkan beberapa kosa kata untuknya dan ia menirukan apa yang saya ucapkan. Mahira dengan mudah mengingat sesuatu jika ia melihat bendanya dan saya menyebutnya berulang. Misal dalam satu waktu saya repeat tiga hingga lima kali sambil memegang bendanya, ia akan langsung mengingatnya dengan lebih cepat. Masyaallah… 

Saat berdialog tersebut,  Mahira juga saya arahkan untuk mengambil gunting, ia dapat memahami instruksi verbal dari saya dan segera memberikannya pada Ayahnya.  Ia memperhatikan dengan baik, bagaimana Ayahnya menggunakan gunting. Sambil sesekali ia mengambil cemilan dan terus menerus bergerak menunggu Ayahnya selesai membuka. 

Terkadang ia begitu empati untuk membantu, namun terkadang ia hanya menunggu saja sambil sibuk dengan kegiatannya sendiri. Saat kardus telah terbuka, ia mendekat ke arah Ayahnya, wajahnya begitu ceria mendapati rocking horse yang dikeluarkan dari dalam kardus. Namun ia tidak menunjukkan keinginanya untuk menaiki rocking horse tersebut, akhirnya saya mencoba menawarkannya. Mahira dibantu Ayahnya menaiki rocking horse tersebut, hanya sebentar saja ia ingin turun. 

Dipegangnya berkali-kali, dilihat dengan baik sambil terus berkata “Ibuk, ini kuda”, iapun menggoyang-goyangkan dengan takut-takut. Selang beberapa menit, ia ingin kardusnya di singkirkan dan tanpa di duga ia mendorong kudanya berkeliling ruangan dengan gerakan yang semakin kuat dan cepat. Mahira begitu senang ia terus mendorongnya dan sesekali berdialog dengan rocking horse. 

Entah apa dalam imajinya, terkadang ia memberi makan rocking horsenya. Mahira hingga sekarang ia tidak suka menaiki rocking horse tersebut dan anehnya ia lebih suka menaiki sepedanya yang lebih tinggi. Dari sini kami mengamati, jika Mahira masih dengan modalitas gaya belajar VAK. Ketiganya sama besar. Namun hari ini, kami mencoba memadatkan kegiatan dan melibatkan Mahira dalam kegiatan tersebut. Kami ingin mengamati secara langsung, apakah ketiganya masih sama kuat dengan kegiatan lain?

Day 02- Kegiatan bersama kakak-kakak di Asrama Mizan Hari ini Mahira ada agenda dengan kakak-kakak di Mizan Amanah. Saat bertemu ia menunjukkan reaksi malu dan takut. Beberapa kali push-push away namun setelah Ayah menyodorkan donat, ia dengan cepat meraih kardus lain berisi donat dan menyuruh Ayah untuk membaginya ke kakak-kakak. Namun saya memberikan instruksi padanya untuk berdoa lebih dulu bersama kakak-kakak baru boleh makan donat, saya mengulangnya hingga beberapa kali dan Mahira dapat memahaminya. 

Iapun berdoa dan sesekali melihat ke arah donat, kemudian selang beberapa menit saat kami masih berdoa, ia membuka kardus donat miliknya dan memakannya dengan lahap. Sesekali ia melihat kakak-kakak dan perlahan mendekat dan menawarkan donat. 

Ia kembali meminta tolong Ayahnya untuk memberikan donatnya ke pada kakak-kakak.“Ayah..Donat kakak! Donat Kakak!” Ia terus merengek hingga akhirnya Ayah menyerahkan makanan ke pengurus agar segera dibagikan. 

Interaksi yang terjadi adalah kontak Mata, Mahira begitu protect terhadap orang baru. Ia membutuhkan bonding cukup lama, jika lawan bicaranya tidak mengajaknya berdialog. 

Maka saat saya terus berdialog dengan kakak-kakak dan ada salah satu anak yang terus bergelayut manja di pangkuan saya, iapun mendekat dan menunjukan reaksi tidak setuju. Hingga acara berakhir, Mahira masih cukup malu-malu dan meminta saya untuk menggendongnya. Dari sini kami melihat Mahira masih dengan modalitas ketiganya, namun kinestetiknya tidak terlalu kuat. Kami belum bisa memberikan project yang sesuai, namun rencana kami akan melakukan pendekatan dengan stimulus. Agar kami lebih  mengetahui kencenderungan gaya belajar Mahira.






#harike2
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIP  





 


Lanjut Baca yuk.. >>>

November 29, 2018

Day 01- Pengamatan gaya belajar Mahira





Alhamdulillah.. Tidak terasa sudah memasuki #TantanganGameLevel4, Insyaallah 16 hari kedepan saya akan mengikuti Game Level materi memahami gaya belajar anak.


  • Apa sih pentingnya memahami gaya belajar anak?
  • Apa saja gaya belajar tersebut?


Sebelum kita jawab pertanyaan di atas, kita pahami terlebih dahulu empat hal yang menjadi tujuan anak belajar.

1. Meningkatkan rasa ingin tahu (Intellectual Curiosity)
2. Meningkatkan daya imaji dan kreativitas anak (Creative Imagination)
3. Mengasah seni atau cara anak agar sellau bergairah untuk menemukan sesuatu 
    (Art of discovery and invention)
4. Meningkatkan akhlak mulia anak (Noble Attitude)

Apa sih pentingnya memahami gaya belajar anak? Setelah kita memahami tujuan anak belajar, maka penting bagi kita untuk mengetahui gaya belajar anak. Gregorius Tjai Ven Lie Humanize Psychology Consultant percaya betul bahwa memahami gaya belajar masing-masing peserta ajar akan memudahkan proses belajar itu sendiri. 

"Kalau setiap tenaga pengajar memahami ini dan mau mengimplementasikannya, proses belajar mengajar tentu akan lebih efektif" (Rius)

Apa saja gaya belajar tersebut? Gaya belajar tersebut ada tiga yaitu, Visual, Auditorial dan Kinestetik. Orang Visual akan lebih mudah menangkap pelajaran dengan gambar, grafik, simbol atau hal-hal lain yang mengandalkan visualisasi. Orang yang memiliki gaya belajar dominan auditorial, membutuhkan diskusi untuk mempermudah memahami sesuatu. Sementara orang dengan gaya belajar kinestetik, harus melakukan suatu ekperimen untuk menstimulus pemahamannya. 

Contoh: Ketika belajar memasak, 
Orang Visual akan mengikuti resep yang telah dituliskan.
Orang Auditorial akan lebih senang untuk menelpon seseorang dan menanyakan resepnya.
sedangkan Orang Kinestetik akan langsung berekperimen mencoba resep yang ada.  

Masing-masing orang memiliki gaya belajar yang berbeda, bahkan kombinasi VAK yang berbeda pula. Ada yang satu atau dua gaya yang dominan ada pula yang porsi ketiganya sama besar. 

Gaya belajar Ibu Mahira memiliki porsi ketiganya sama besar, dengan urutan visual kemudian auditori dan kinestetik. 
Gaya belajar Ayah Mahira visual kinestetik. 


Kini menjadi PR besar bagi kami untuk mengetahui gaya belajar Mahira. Kami berdua akan  melakukan pengamatan gaya belajar Mahira melalui narasi dan juga dokumentasi yang sudah terlaksana pada Family Project game level 3. Namun tidak memungkiri kami akan membuat Project lagi, setelah pengamatan kami sudah menemui kesimpulan atau menemukan gaya belajar Mahira.

Day 01-Tema: Akmala's Salon

Pada hari itu Mahira mengamati dengan baik semua peralatan yang kami sediakan, ada sisir, karet rambut warna, hair lotion dan juga uang mainan. Mahira dengan cekatan langsung mengambil sisir dan menyisir rambut Ibu. Namun saat saya memberi instruksi verbal kepadanya untuk duduk, memberikan sisir dan membuka botol hair lotion serta menjadi pelanggan ia pun dengan segera duduk di depan saya. Merelakan rambutnya saya sisir dengan karet rambut yang ia pilih sendiri. Belajar warna dengan cepat ia menirukan warna yang karet rambut yang saya sebutkan. Sesekali Mahira bertanya,

"Ini apa Ibuk?"

"Ini tuk apa?"

Ia selalu menanyakan terlebih dahulu, walaupun terkadang langsung terjun dengan ekperimennya. Ia begitu semangat saat saya bilang untuk membayar, dengan cekatan ia tahu jika uang mainan tersebut adalah alat pembayaran. Kami sering visualisasikan kegiatan membayar saat berbelanja sehingga ia tak asing dengan kegiatan membayar. Dari sini kami melihat ada modalitas gaya belajar Mahira pada porsi ketiganya yang sama besar, saya belum melihat ada kecnderungan pada salah satu gaya belajar.





#harike1
#Tantangan10hari
#GameLevel4
#GayaBelajarAnak
#KuliahBunSayIP  


Lanjut Baca yuk.. >>>

Aliran Rasa MAteri Meningkatkan Kecerdasan Anak







Alhamdulillah... Tantangan Game Level 3 sudah dapat kami selesaikan. Bersyukur tidak terhingga atas seluruh hari yang berusaha Suami dan Mama berikan dalam bentuk support secara langsung kepada saya agar Family Project dapat berlangsung dengan baik.

Saat game level ini diberikan, saya sedang proses menyapih Mahira. Jauh diluar dugaan, proses ini begitu menguras jiwa dan raga. Perpisahan Mahira dengan ASI membuat kami banyak menjalani hari dengan tenaga yang ekstra. Hampir setiap malam Mahira tantrum dan meminta untuk di gendong, ia menangis sejadinya hingga membuat hati saya ikut teriris. 
Menggendong hingga pagi menjelang,  merelakan bahu dan punggung saya mati rasa asalkan Mahira tertidur nyaman dalam dekapan saya. Tiap malam moment KomPro berlangsung dengan hasil yang terus gagal, mengganti KomPro dengan mengajaknya bershalawat, bercerita, mengaji, hingga suara saya begitu serak terdengar dari biasanya, bahkan saya lupa bagaimana rasanya tidur nyenyak satu jam saja. 

Disisi lain saya begitu semangat untuk mengerjakan Game Level ini, sebisa mungkin setiap materi ingin saya lakukan dengan sungguh-sungguh. Jauh sebelum materi ini diberikan kami sudah melakukan Family Project sebagai bentuk warming Up dan InsyaAllah akan kami jadikan agenda rutin kedepannya. Banyak hal haru, banyak rasa yang sepertinya sulit saya ungkapkan disini. Namun saya sangat bersyukur bahwa proses membersamai Mahira dalam game level kali ini dapat berjalan dengan baik, saya dapat menyelesaikan laporan sesuai konsep yang saya dan suami tetapkan. Menjalankan FamPro baik yang sudah terencana dan juga kondisional dengan begitu seru dan menyenangkan.

Jika malam kami harus beradu dengan tantrum Mahira yang cukup membuat kami dalam tegangan tinggi, maka  Game Level ini kami jadikan sebagai hiburan yang begitu menyenangkan kala pagi hingga malam menjelang.  Melihat Mahira kami dalam kondisi yang happy, aktif, sehat dan sellau bersemangat dalam belajar. Rasanya bulan ini, adalah bulan yang tak terlupakan.

Pada hari pertama kami memilih Tema: Akmala's Salon
Kegiatan sehari-hari yang simple seperti menyisir rambut begitu menjadi menyenangkan dan seru. It's Fun!

Pada hari kedua kami memilih Tema: Unboxing Wooden Toy
Kegiatan kondisional yang mungkin terlupa jika ternyata penuh dengan materi belajar menarik untuk si kecil. Amaze!

Pada hari ketiga kami memilih Tema: Mahira eksplore taman ayodya
Berkunjung ke Taman untuk sekedar refreshing ataupun finding inspiration begitu mengasyikkan, banyak hal yang dapat kita lakukan bersama si kecil. Wonderful!

Pada hari keempat kami memilih Tema: Mural at the floor
Kegiatan yang simple ini bisa dijadikan sebagai penyaluran emosi untuk si kecil yang sedang masa tantrum, disamping itu banyak manfaat belajar disana. Seru sekali. 

Pada hari kelima kami memilih Tema: Berkunjung ke kantor pelayanan publik
Sekalipun ada agenda diluar, tidak ada salahnya melibatkan si kecil untuk tetap belajar asyik dan colleting memory serta history yang begitu menyenangkan. Awesome!

Pada hari keenam kami memilih Tema: Snacking time with Grandma
Bahkan kegiatan ngemilpun bisa menjadi proses belajar yang begitu seru. It's Fun!

Pada hari ketujuh kami memilih Tema: Membeli Sandal Jepit di Pasar
Waktu itu listrik mati, saya harus menyelesaikan khimar yang sedang saya buat. Maka mengajaknya ke tempat neci di pasar sekaligus bikin agenda seru dengan belajar bertransaksi begitu menyenangkan. Full Spirit!

Pada hari kedelapan kami memilih Tema: Naik Transportasi Umum
Kami harus melakukan perjalanan ke Jakarta, tentunya bukan menjadi alasan kami untuk melewati game level di hari ini. Namun justru menjadikan perjalanan kami ini adalah Family Project yang menyuguhkan banyak poin plus untuk si kecil. Try it! It's really Fun!

Pada hari kesembilan kami memilih Tema: Cutting the yasmine plant
Garden tidak terurus selama kami di rumah Grandma, hari ini saya di bantu Mama mengurus plant yang ada di bagian depan tempat tinggal kami di Jakarta. Tanpa diminta, Mahira begitu responsif ia langsung mengambil sapu untuk membantu kami dan tentunya kami tidak melewatkannya untuk menjadikan kegiatan ini FamPro yang begitu menyenangkan. Well Done Mahira!

Pada hari kesepuluh kami memilih Tema: Visit to book store
Berkunjung ke toko buku adalah agenda rutin kami. Ini dapat di jadikan FamPro yang begitu penuh semangat. Ada bagian dimana kami harus mendokumentasi aktivitas sikecil yang biasanya hanya kami nikmati berdua. Great Job!

Pada hari kesebelas kami memilih Tema: Playing wooden Toys
Disamping banyak hal yang dapat dipelajari si kecil saya menganggap kegiatan kami adalalah pemandangan yang indah. Beautiful Scenery!

Pada hari kedua belas dan tiga belas kami memilih Tema: Masjid Hunter
Menanamkan kecintaan Anak terhadap Allah sedari kecil adalah tugas wajib bagi orangtua. Agar sejauh apapun ia mencintai dunia, kecintaannya tersebut tidak boleh melebihi kecintaannya terhadap Allah. Salah satunya perlahan kami ingin membentuk habit salat dan jam biologis Mahira untuk salat, agar kami sebagai ortu juga belajar memunuhi perintahNya adalah salah satu bentuk kecintaan kita terhadapNya. MasyaAllah.

Pada hari keempat belas kami memilih Tema: Being Morning Person
Early Bird vs Owl Ningt, which one? :)

Pada hari kelima belas kami memilih Tema: Daily Activities
Hari ini saya blank dengan family project apa yang cocok, namun ternyata daily activities ini seru sekali. Hingga rasanya justru begitu banyak hal yang dapat di pelajari oleh Mahira. Awesome day!!

Pada hari keenam belas kami memilih Tema: DIY Ondel-ondel with Ayah dan Ibu
Memenggal rasa takut demi membersamai Mahira mengerjakan Family Project membuat Ondel-ondel. Daya Imaji Mahira meningkat, begitu mengangumkan dan di luar dugaan kami pada usianya yang belum genap 2 tahun. Ia membuat ondel-ondel karyanya dengan daya imajinya menggunakan bahan yang ada, bahakan pada lain hari ia mengganti ijuk rambut ondel dengan pinclothes warna warni yang menurutnya serupa. MasyaAllah. Love you, Mahira!

Pada hari ketujuh belas atau hari terakhir  kami memilih Tema: Shopping with Ayah dan Ibu
Ini menjadi Family Project yang begitu mengasyikkan karena kondisional kami mendiskusikan poin apa yang akan di pelajari Mahira dalam sebuah resto dengan waktu yang juga singkat. Alhamdulillahnya target FamPro berhasil dilakukan. Perfect!



Family Project yang kami lakukan adalah hal yang sederhana saja, kunci yang kami pegang adalah Komunikasi yang baik  dan  Konsistensi melaksanakan Fampro. Beberapa poin yang menjadi review alhamdulillah dapat melengkapi pertanyaan hingga dapat dikatakan Fun, Values, Unique dan Reason. Memaksimalkan media dalam Fampro juga merupakan hal yang penting sehingga dapat mendukung konten yang kita angkat untuk tema. Dokumentasi kami jadikan sebagai evaluasi dan juga koreksi ke depannya dalam membersamai Mahira.

Disisi lain, Family Project ini saya jadikan bounding time yang quality dari hari biasanya, saya setuju sekali jika FamPro juga dapat kita jadikan sebagai Chek Temperature. Bagaimana kondisi hubungan kita dengan pasangan? semakin solid berarti semakin available menuju Family Team. Saya juga semakin memahami bagaimana kecerdasan saya sendiri dan juga suami saya dalam mendidik Mahira. dalam fam Pro kali ini banyak hal yang membuat kami terus semangat untuk memantaskan diri.

Dari semua hari, rasanya begitu mengharukan sekaligus menyenangkan karena di tengah low energy karena proses WWS dan virus menular saat anggota lain juga low energy, saya mendapat support luar biasa dari anggota keluarga dan juga teman-teman di luar kelas bunda sayang. Sehingga keberhasilan saya menyelesaikan T17 adalah karena cinta yang menopang saya dengan kuatnya.  Bulan ini menjadi bulan yang tak terlupa dan begitu banyak rasa di dalamnya. Semoga Allah selalu memampukan saya membersamai Mahira dan menjadikan saya dan suami saya serta Mahira Family Team yang solid. InsyaAllah...



#AliranRasa
#TantanganGameLevel2
#MelatihKemandirian
#InstitutIbuProfesional
#BundaSayang

Lanjut Baca yuk.. >>>

November 17, 2018

T17-LAMPU HAZARD 3







Alhamdulillah… Hari ketujuh belas. T17. Hari ini adalah final tantangan game level 3 yang bertepatan dengan week end. Pada week end kali ini kami mengajak Mahira berkunjung ke Super Market yang baru saja opening di dekat tempat tinggal kami.

Ada beberapa kebutuhan yang habis dan kami harus membelinya. Melibatkan Mahira dalam sesi belanja kali ini sangat menyenangkan, karena ia begitu antusias maka kami mempersiapkan materi belajar untuk meningkatkan kecerdasannya.

Jadi kami survey terlebih dahulu lokasi belanja tersebut dengan berjalan cepat mengelilingi area super market, kemudian setelah survey selesai kami makan di sebuah resto dan membicarakan mengenai materi yang akan di sampaikan serta pembagian tugas untuk Family project kali ini.

Setelah makan kamipun melangsungkan Family Project yang seru yaitu Shopping at Super market with Ayah dan Ibu.

Persiapan:
-      Survey lokasi
-      Menyusun Materi belajar
-      Pembagian tugas
-      Komunikasi dan kerjasama yang baik

Tujuan:
-      Mengenalkan banyak kosakata
-      Review kebutuhan rumah tangga (Mahira menyebutkan beberapa hal yang kami lewati)
-      Melatih Mahira bertransaksi (Membayar di kasir)
-      Melatih Mahira terbiasa dengan suasana super market
-      Melatih kemampuan motoriknya (Aktif bergerak dan mendorong keranjang)
-      Be brave
-      Melatih Mahira untuk budaya antri
-      Meletakkan barang kembali pada tempatnya
-      Mengambil barang pada raknya
-      Mengucapkan please dan terimakasih

Tugas:
-      Ayah: Menyampaikan materi pada bagian All Fresh dari buah, ikan, udang, cumi, belut, daging dll.
-      Ibu: Menyampaikan materi pada bagian detergent, pasta gigi, sikat gigi, sabun, cotoon bud, susu, dll
-      Mahira: Fun learning

Saat Family Project berlangsung:

Kami masuk kebagian All Fresh, Mahira menyebutkan beberapa buah yang ia tahu seperti manga, jeruk, anggur, pear, berries, Ayah mengenalkan buah naga, duren, melon, semangka dll

Saat itu Ibu belanja sambil sesekali take picture, kemudian Ayah menuju tempat bahan makanan laut. Disana ada aquarium untuk beberapa ikan air tawar seperti ikan mas, nila, mujahir, gurame, belut, ada juga ikan laut segar seperti salmon. Mahira dikenalkan Ayah nama-nama ikan, udang, cumi bangka dll

Mahira masih sangat antusias mengulang kata yang Ayah sampaikan, sesekali ia bercerita dengan bahasa yang terkadang kami belum mengerti. MasyaAllah.

Masuk pada kebutuhan rumah tangga, kami membuat daftar belanja di handphone. Next saat Mahira sudah masuk usia sekolah, kami akan kembali mengajaknya shopping dengan beberapa gambar yang menjadi daftar belanjaannya, meningkat saat sudah masuk usia membaca daftar belanjaannya akan kami ubah dalam bentuk tulisan. It’s will be fun.

Alhamdulillah Mahira sangat Happy, hingga sampai rumah ia begitu Happy dan bercerita banyak hal. MasyaAllah Tabarakallah.




#KelasBundaSayang
#GameLevel3
#MyFamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Lanjut Baca yuk.. >>>

November 16, 2018

Day16-Tema: DIY Ondel-ondel With Ayah dan Ibu


Alhamdulillah.. hari ini sudah masuk hari ke enam belas, kami memilih Family Project yang seru bahkan benar-benar tantangan tersendiri untuk saya.

Mahira sangat menyukai ondel-ondel, berbeda dengan saya yang begitu takut dari kecil hingga sekarang. Namun keinginannya yang terus-terusan melihat ondel-ondel lewat maka kami berinisiatif membeli di teman Ayah yang jualan ondel-ondel.

“Emang kalau bikin sendiri kita nggak bisa mas?” Tanya saya ke pada suami.

“Boleh, pakai botol bekas aja. Teman Ayah biasanya kumpulin botol pucuk harum untuk ondel-ondel yang ia jual.”

Berbekal dari informasi yang Suami berikan, saya browsing di buka lapak. Bagaimana wujud dari boneka ondel-ondel dengan bahan botol plastik tersebut. Maka kami membeli beberapa bahan yang diperlukan. Saat ondel sudah jadi saya baru menyadari jika di youtobe kan ada tutorialnya kenapa saya mikir susah-susah dengan imaji sendiri. Haha...

*Bahan-bahan:
1. Botol bekas (Kami Botol Teh Pucuk Harum)
2. Lem
3. Double tape
4. Cat warna\spidol permanent (Hitam, Merah dan Putih)
5. Kertas kado batik
6. Aksesoris (Kertas Krep warna warni yg sudah potongan)
(Kebetulan kami menggunakan bahan yang sudah ada di rumah)

*Alat:
1. Gunting Kertas
2. Cutter

*Tujuan:
1. Bonding Time with Ayah Ibu
2. Memahami makna proses
3. Mengenal warna
4. Mengenal fungsi alat
5. Melatih motorik halus Ananda
6. Meningkatkan kreativitas Ayah dan Bunda
7. Sebagai Media mendongeng
8. Mengenal warisan budaya Betawi
9. Meningkatkan imajinasi
10. Mengenalkan DIY
11. Kosakata

*Tugas:
Ayah: Menyiapkan alat dan Cutting Botol
Ibu: Menghias ondel
Mahira: Membantu mengambilkan bahan-bahan dan alat serta membeli lem pada krep untuk ijuk .

Saat Family Project berlangsung:

Kami membeli bahan-bahan yang tidak ada hari sebelumnya. Kemudian memulai membuatnya saat sore hari. Mahira begitu antusias membantu.

Kami mengenalkan berbagai alat dan bahan-bahan seperti botol, double tape, kertas kado, batik, gold, krep, cutter, dll. Mahira mengulangnya dengan penuh semangat, ia membantu kami memberi lem pada kertas krep yang dijadikan ijuk di kepala ondel-ondel. Saat kami fokus dengan finishing ondel-ondel, kami dikejutkan dengan hasil imaji Mahira.

Ondel-ondel karyanya dari mainan silinder milik Ibu saat kecil yang ditumpuk dan diberi spidol. MasyaAllah…

It’s really fun… berDIY Ondel-ondel dengan Ayah dan Ibu.




#KelasBundaSayang
#GameLevel3
#MyFamilyProject
#MyFamilyMyTeam

Lanjut Baca yuk.. >>>